TERJEBAK CINTA META

TERJEBAK CINTA META
Bastian Birthday


Seusai kuliah Rendi langsung meninggalkan kelas bersama temannya. Di kampus Rendi memang hanya memiliki 2 teman akrab, itu pun hanya saat di kampus mereka bisa bertemu karena kesibukan Rendi harus kuliah dan juga bekerja.


Bastian, cowok blasteran Inggris dan juga Melayu, papanya seorang bisnisman ulung, bahkan papanya adalah salah satu teman mamanya Rendi. Bastian bisa berbahasa Melayu karena ibunya berasal dari Singapura meski masih ada percampuran Inggris dia bisa berbahasa Melayu secara lancar.


Rafael, cowok asli Indonesia yang karena kepintarannya dia bisa masuk kampus elite itu. Wajah khas Indonesia, yang memiliki tinggi rata-rata cowok Asia, jika disandingkan dengan Rendi dan Bastian dia memang terlihat berpostur tubuh lebih mungil.


Para gadis-gadis di kampus menyebut mereka bertiga "The Cool man", itu karena mereka bertiga adalah kumpulan cowok-cowok "cool sekaligus handsome. Dari awal kuliah dulu mereka selalu mencuri perhatian para mahasiswi yang ada di situ. Jadi wajar saja setiap kali mereka bertiga lewat para mahasiswi kampus seolah terpesona dengan ketampanan mereka.


Hari ini seusai kuliah mereka langsung menuju tempat tongkrongan mereka di salah satu cafe dekat kampus. Cafe yang terkenal cozy dan memang terkenal sebagai tempat tongkrongan para anak-anak muda di situ.


Bastian memang sengaja memboking cafe itu untuk merayakan pesta ulang tahunnya. Tidak semua teman yang dia undang, hanya beberapa teman akrabnya saja yang dia undang ke acara private party itu


"Happy birthday bro, wish you all the best!" ucap Rendi sambil menyalami Bastian.


"Thanks Bro! I hope you enjoy with this party! You can order everything what you want!"


"Okey thanks bro!"


Sebenarnya Rendi tidak begitu suka hingar bingar suasana yang ramai. Tapi karena untuk menghormati temannya itu dia menyempatkan diri untuk datang.


Rendi duduk di salah satu sudut cafe bersama Rafael. Pada dasarnya Rendi dan Rafael adalah tipe cowok yang tidak suka neko-neko, bahkan meski para mahasiswi kampus banyak yang mengagumi bahkan mendekatinya sekalipun, mereka tidak menggubrisnya.


"Rend, gimana hubungan kamu dengan meta! Kapan nih dikenalin ke gue? Penasaran gue kayak apa sih aslinya si meta itu sampai-sampai membuat Rendi gak bisa berpaling!" ucap Rafael sambil meminum segelas soft drink, karena dia sangat menghindari minuman beralkohol.


"Ah elo, Lo tahu kan dia lagi di Jerman! Kapan-kapan gue kanalin ke dia!"


"Kalo gue liat foto meta di Instagram Lo waktu tunangan itu, kayaknya memang dia cantik!"


"Bukan kayaknya tapi emang dia cantik beneran, bukan hanya cantik tapi dia juga pinter! Bahkan dulu waktu SMA banyak cowok-cowok yang ngejar dia!"


"Oh ya? Tapi kalo dipikir-pikir kalo meta gak spesial pasti seorang Rendi juga gak bakal mau! Eh bro Lo dapet salam tuh dari Merry!"


"Merry siapa sih?"


"Ya ampun, masak Lo gak tahu Merry? Sama temen sekelas sendiri gak tahu, salah satu mahasiswi cantik di kelas kita. Kemana aja sih lo bro, kayaknya Lo tuh terlalu konsen sama meta sampai-sampai gak pernah nglirik cewek lain!"


"Gue emang gak pernah nglirik cewek mana pun, lagi pula ngapain juga dia kirim salam ke gue!"


"Ya ampun bro, ya pasti karna dia naksir sama Lo lah makanya dia kirim salam. Sebenarnya dia pengen ngajak jalan Lo tapi dia gak berani. Katanya dia naksir kamu semenjak ketemu kamu!"


"Halah kalaupun dia ngajak jalan gue juga pasti bakal nolak, lagi pula kenapa mesti gue yang dia taksir!"


"Bro, bro, gue makin penasaran apa sih kelebihan meta bahkan sampai bikin Lo gak bisa berpaling kayak gini! Sampai-sampai Lo ditaksir cewek sekelas Merry Lo tolak!"


Merry gadis idola kampus, salah satu model yang orang tuanya juga mempunyai bisnis di bidang fashion. Bahkan Merry menjadi salah satu brand ambassador salah satu produk kosmetik. Wajah Merry yang blasteran Belanda membuatnya semakin cantik dengan postur tubuh yang tinggi,


"Gue kan udah bilang gue gak minat, kalo Lo mau sama Lo aja Sono!"


"Bukannya gue nolak, siapa sih cowok yang gak naksir sama dia, tapi sayang gue mau fokus kuliah aja dulu, gak pengen mikir pacaran dulu!"


Dari awal Rafael bertekad kuliah di Singapura, dia memang hanya ingin fokus kuliah. Rafael yang orang tuanya hanya pegawai biasa, membuatnya bertekad untuk menjadi seseorang yang membanggakan kedua orang tuanya. Sewaktu lulus SMA dia mencari beasiswa di singapura, dan sekarang dia bisa kuliah di salah satu kampus elite. Bahkan dia harus belajar giat supaya bisa mempertahankan beasiswanya itu.


"Heleh, bilang aja Lo gak laku!" celetuk Rendi.


"Sialan Lo, gini-gini gue juga banyak kali cewek yang ngejar-ngejar!" timpal Rafael.


Bastian yang sedang beramah-tamah dengan teman-teman yang lain terlihat sibuk bahkan tak menggubris Rendi dan Rafael.


Sesaat kemudian terlihat Merry yang baru datang ke cafe di sapa oleh Bastian.


"Eh bro itu Merry Dateng, panjang umur dia, baru aja diomongin udah dateng aja!"


"Benar-benar sempurna!" celetuk Rafael yang masih melongo dengan kecantikan Merry.


Rendi justru berkutat dengan handphonenya mengecek apakah ada laporan dari pak Alex mengenai pekerjaannya, sambil sesekali berkirim pesan dengan meta. Padahal seisi cafe itu hampir dibuat takjub dengan kecantikan Merry terutama para cowok-cowok yang ada di situ.


Merry yang menjadi pusat perhatian justru menghampiri meja Rendi dan Rafael.


"Bro, bro, itu si Merry menuju ke sini!" kata Rafael sambil menyenggol lengan rendi.


Rendi yang masih berkutat dengan handphonenya masih tak menggubris Rafael.


"Apaan sih lo ganggu gue aja, gue lagi chat sama meta nih?" kata Rendi kesal.


"Hei Rend, can I sit in here?" sapa Merry.


"Yes, of course!" jawab Rendi singkat.


Sepintas Rendi melihat Merry yang sudah berada di depannya mempersilahkan Merry yang mau duduk di situ. Rendi memberi tempat duduk Merry di sebelahnya. Karena tempat duduk yang mereka duduki adalah sofa yang hanya muat 2 orang, akhirnya Rafael mengalah dan beranjak ke kursi sofa yang lain.


"Hei Rend? How are you today?"


"I'm fine"


"Rend, can I ask you something?"


"What do you want to ask?"


"Emmm....just...."kata Merry ragu.


"What?"


"Do you have time to dinner with me?"


"Dinner? Sorry, I can't dinner with you!"


"Why Rend!"


"Sorry Merry, I am berry busy and I have a lot of work, I can't leave my work!"


Baru kali ini Merry ditolak oleh seorang cowok, biasanya justru cowok-cowok yang selalu mengajaknya untuk ngedate.


"Sorry Merry I have to go now?"


Rendi mengambil kunci mobilnya dan berpamitan pada Rafael.


"Raf, aku mau balik dulu ya!"


"Loh kenapa buru-buru sih rend?"


"Mendadak aku harus meeting, tadi pak Alex udah what's up aku! Gue cabut dulu ya!"


Rendi berlalu meninggalkan Merry yang nampak kesal karena penolakan Rendi.


"Rend, just a moment!!" kata Merry sambil menarik lengan Rendi namun ditepis oleh Rendi.


"Sorry Merry I have to go!"


Rendi berpamitan pada Bastian yang dari tadi sibuk bercengkrama dengan teman-teman yang lain. Secepat kilat dia langsung menuju ke mobilnya pergi dari cafe itu.


^^^Teman-teman....gak bosen-bosen ngingetin buat vote dan like novelku...!!!Jangan lupa mampir juga ke novel baruku.....judulnya KONTRAK CINTA SUPERSTAR^^^^