TERJEBAK CINTA META

TERJEBAK CINTA META
Surat Terakhir


Meta merebahkan tubuhnya sesaat setelah Rendi berpamitan untuk pulang setelah makan malam mereka tadi. Meta benar-benar bahagia dengan kejutan yang Rendi berikan tadi, setelah semua insiden reuni SMA yang memalukan tadi. Meta masih berpikir dari mana Dinda mendapat foto-foto dirinya dengan Devan.


"Apa mungkin selama ini Dinda sebenarnya mengikuti aku?" gumam meta dalam hati.


Meta menatap setiap sudut di ruang kamarnya, kamar paling nyaman melebihi zimmer apartemen yang ada di Jerman. Baginya kamarnya adalah tempat ternyaman bahkan di rumahnya ini adalah tempat yang penuh kehangatan karena dipenuhi oleh rasa kasih sayang orang-orang yang dia cintai.


"Rasanya benar-benar berat meninggalkan semua ini, aku pasti bakalan kangen banget sama kamar ini, sama mama dan juga sama Rendi," kata meta dengan kegalauan di hatinya.


Tiba-tiba meta kembali teringat dengan seragam sekolah yang tadi dia gunakan, mencari-cari keberadaanya sambil mencoba mengingat-ingat dimana terakhir kalinya dia meletakkannya.


Meta mencoba mengecek tas yang tadi dia gunakan, dia justru menemukan amplop yang dia baru ingat tadi di berikan oleh Ardian.


"Apa sih maunya tuh anak, masih aja nyuruh buat baca surat-suratnya yang gak jelas itu?" gerutu meta sendiri.


Meta duduk di meja belajarnya, membuka surat yang tadi diberikan Ardian padanya. Meta merasa seperti Dejavu, teringat masa-masa SMA yang dulu hampir setiap malam dia membaca surat-surat yang diberikan Ardian padanya.


Meta mengecek laci meja belajarnya, ternyata surat-surat dari Ardian masih ada di laci mejanya. Sebenarnya meta pernah berpikir untuk mengembalikan semua surat itu pada Ardian, namun hal itu urung dia lakukan karena sebenarnya dia malas untuk bertemu apalagi harus mengobrol dengan Ardian. Apalagi setiap dia melihat Ardian yang terlintas di pikiran meta justru adalah momentum paling mengerikan yang dilakukan Ardian padanya.


Sebenarnya meta enggan membaca surat dari Ardian lagi, namun mengingat perkataan Ardian yang berjanji tak akan mengganggunya lagi membuat meta penasaran dengan isi surat itu.


Dear Meta,


Mungkin aku sudah banyak menyisakan kenangan buruk denganmu.....


Mungkin saat ini tidak ada kata yang paling tepat selain kata maaf bahkan beribu-ribu kata maaf pun mungkin tak akan pernah sebanding dengan apa ang aku perbuat dulu....


Meta....aku hanya ingin kamu tahu bahwa perasaan dari dulu sampai sekarang tidak akan pernah berubah...


Kalo pun aku berani mengirimkan surat untukmu diwaktu dulu itu hanya karena aku benar-benar ingin menunjukkan kegamumanku padamu....


Kegamumanku yang tak akan pernah usai dan tak akan pernah terganti oleh siapa pun di dunia ini....


Jujur aku benar-benar tak bisa menepis perasaan ini....


Namun aku cukup tahu diri bahwa keberadaan Rendi di sisimu adalah kebahagiaanmu.....


Aku tahu hanya bisa merelakan semua kebahagiaanmu bersamanya....


Aku memang sakit waktu dulu pertama kali tahu kamu mempunyai hubungan dengan Rendi....


Peristiwa waktu Rendi menyanyikan lagu di bus itu membuatku sakit hati karena aku pikir hanya aku yang akan menyanyikan lagu spesial untukmu....


Tapi ternyata aku salah....bahkan waktu itu Rendi terang-terangan menunjukan hubungannya denganmu....


Sakit...aku sungguh sakit melihat itu....


Tapi aku tak putus asa....


Aku masih selalu mencoba mencari perhatianmu namun aku tahu semuanya itu hanya sia-sia.....


Sekali lagi aku benar-benar minta maaf kalo waktu itu aku berbuat tidak sopan denganmu.....bahkan mungkin bagimu itu perbuatan yang kurang ajar...


Saat itu aku diselimuti rasa emosi dan juga cemburu melihat kebersamaan mu dengan Rendi....


Dan waktu itu aku merasa frustasi dan berpikir bagaimana cara untuk mendapatkanmu.....


Saat aku putus asa Dinda memberikan ide untuk melakukan hal-hal yang kurang ajar denganmu....


Aku yang dipenuhi rasa cemburu dan hasrat untuk memilikimu saat itu akhirnya terbujuk dengan ide Dinda itu....


Semua diluar batas ku....


Aku benar-benar minta maaf......


Setelah kejadian itu rasanya aku benar-benar menyesal dan mengutuki kebodohanku sendiri....


Karena cinta memang tak bisa dipaksakan seperti yang kita mau.....


Mungkin dengan surat ku ini aku berharap kamu bisa memaafkan kesalahanku.....


Setidaknya meskipun kamu tidak memaafkanku sekalipun.....setidaknya aku sudah berusaha jujur atas semua perasaan dan keadaanku....


Mungkin memang tidak mudah memaafkan perbuatan seseorang yang sudah melakukan kesalahan besar padamu....


Tapi aku berterimakasih karena waktu itu kamu tidak melaporkanlku ke polisi....


Saat itu aku baru tersadar bahwa kamu sudah berbesar hati untuk memaafkanku dan memberikanku kesempatan untuk menjadi lebih baik.....


Terima kasih untuk kesempatan itu.....


Meta sejujurnya tidak ada kata yang paling indah kecuali kata kegamumanku padamu.....


Aku tahu ini tidak mungkin.....


Aku tahu sampai kapanpun aku tak akan pernah memiliki hatimu.....


Tapi aku akan selalu menyimpan kenangan indahnya wajahmu di dalam benakku selamanya.....


Meta aku ingin jujur padamu sekali lagi.....


Mungkin ini bukan sesuatu yang penting bagimu....


Tapi dalam surat ini aku benar-benar ingin mencoba meluapkan semua isi hati dan pikiranku padamu....


Beberapa bulan lalu aku divonis menyidap penyakit meningitis....dan dokter sudah memberikan konsekuensi yang akan terjadi dengan penyakitku ini....


Meta....seandainya suatu saat nanti aku sudah tidak ada di dunia ini lagi tanpa bertemu denganmu...


Aku berharap kamu bisa benar-benar memaafkan kesalahanku padamu.....


Memaafkan semua perilaku menyebalkanku.....


Aku harap meski kamu mungkin enggan menerima semua surat-suratku....bahkan mungkin untuk bertemu denganku kamu mungkin juga sudah tidak mau....tenang saja....mungkin surat ini surat yang terakhir kamu baca dariku....dan seperti janjiku.....setelah kamu membaca surat ini aku tidak akan mengganggu kehidupanmu lagi....


Meta....mungkin aku akan selalu mengingatmu....sampai kapanpun kamu tetap dihatiku.....


Dan akan selalu ku simpan perasaan ini sampai kapan pun....


Terimakasih karna kamu sudah memberikan rasa kegamuman terhadap seseorang yang paling istimewa meski rasa ini hanya aku nikmati sendiri saja....


Melihat senyummu diam-diam dari kejauhan dan melihat wajah cantikmu dari jauh itu sudah lebih dari cukup membuatku bahagia....


Maaf dan terimakasih.


Salam dari orang yang selalu mengagumimu sampai kapanpun


Ardian


Meta terperanga melihat isi dari surat Ardian, jujur saat ini perasaan meta menjadi campur aduk antara kaget karena mengetahui ternyata dalang dari semua peristiwa waktu itu adalah Dinda. Dan juga kaget karena ternyata Ardian menderita penyakit meningitis dan umurnya tidak akan lama lagi.


"Aku gak nyangka ternyata semua ini ulah Dinda, bahkan kamu dan Dinda merencanakannya. Apa sebenarnya salahku sama kamu Din sampai-sampai kamu tega nglakuin semuanya sama aku!"


"Aku udah maafin kamu Ardian. Aku memaafkan apapun yang sudah terjadi waktu itu. Aku berharap kamu bisa sembuh dari penyakitmu itu."


Meta menutup surat itu, memasukan ke dalam amplop lagi. Meta benar-benar tak menyangka dengan semua yang terjadi.


Meta membereskan semua surat-surat dari Ardian dan memasukan ke box file berwarna pink dengan hiasan gambar bunga-bunga. Meta sengaja meletakkan semua kenangan Ardian yang mungkin walaupun banyak hal yang menyebalkan namun menyimpan semua surat yang diberikan Ardian adalah hanya sebagai bentuk penghargaan pada Ardian.


^^Hai para reader....jangan lupa untuk selalu vote dan like karya aku yah......Pokoknya tetep terus ikutin cerita di novelku... Terimakasih semuanya😘😘^^