
Karoline maju ke depan untuk mengambil alih acara.
"Selamat malam semuanya, terima kasih atas kedatangan para tamu undangan di acara ulang tahun anak semata wayang saya rendi. Malam ini saya ingin mengumumkan sesuatu yang sangat penting, yang pertama saya akan mewariskan perusahaan saya kepada anak saya Rendi yang selama hampir 1 tahun ini dia sudah ikut membantu saya di perusahaan" kata Karoline di depan panggung yang diiringi tepuk tangan gemuruh para tamu undangan.
"Selamat ya Rend," kata meta sambil menyenggol lengan Rendi.
Rendi membalas perkataan meta dengan berkacak pinggang membenarkan jasnya.
"Ehem.... gini-gini pacarmu kan bisa diandalkan," jawab Rendi.
"Heleh...dasar narsis."
"Dan yang kedua hari ini saya ingin mengumumkan pertunangan anak saya. Malam ini adalah malam spesial untuk Rendi, karena hari ini dia akan bertunangan dengan meta."
Glek
Rendi seolah tak percaya mamanya mengucapkan kata-kata itu.
"Ma....!!Beneran hari ini Rendi akan tunangan sama meta?" tanya Rendi spontan.
"Mama udah nyiapin cincin buat pertunangan kalian berdua. Sebelumnya mama sudah meminta ijin sama Tante Risma supaya merestui pertunangan kalian."
Rendi menatap wajah meta yang sebenarnya sudah berseri-seri. Kemudian rendi menghampiri Risma yang sudah membawa cincin untuk mereka berdua.
"Tante, saya memohon ijin untuk bertunangan dengan meta Tante. Rendi janji akan selalu membuat meta bahagia dan Rendi juga akan selalu melindungi meta."
"Iya Rend, Tante merestui pertunangan kalian karena Tante tahu kalian berdua saling mencintai. Tante cuma berpesan jaga meta yah, bahagiakan dia, dan kamu juga harus memahaminya kalo dia harus melanjutkan kuliahnya ke Jerman karna itu adalah cita-cita meta dari kecil," kata risma dengan mata berkaca-kaca.
"Makasih Tante atas restunya, Rendi janji akan selalu dukung meta, Rendi pasti akan menunggu meta sampai lulus kuliah nanti."
Rendi memeluk Risma dengan penuh haru, bahkan Rendi menitikkan air matanya karena merasa sangat bahagia.
"Makasih ya ma, mama udah ngasih restu meta," kata meta sambil memeluk mamanya.
"Iya sayang, apa pun akan mama lakukan demi kebahagian kamu!" jawab Risma.
Mereka berdua pun juga berpelukan, tak dapat dipungkiri meta sungguh bahagia hari ini bisa bertunangan dengan orang yang dari SMP dulu selalu ada di hatinya.
Rendi memakaikan cincin di jari manis meta, begitu pula meta memakaikan cincin ke jari manis Rendi, mereka berdua tersenyum bahagia bercampur rasa haru. Sungguh malam itu adalah malam yang tak akan pernah dilupakan bagi meta dan Rendi.
Acara pun dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan malam. Para tamu memberikan ucapan selamat pada Rendi dan meta.
"Selamat ya pak Rendi, atas pertunangan kalian!" sapa seseorang menghampiri mereka berdua.
"Kamu ngapain datang ke sini? Bukannya kamu gak diundang yah?"
"Siapa Rend?" tanya meta penasaran melihat wanita itu.
Rasa-rasanya meta sudah pernah melihat wanita itu, meta mencoba mengingat-ingat lagi.
"Hai kamu meta ya, kenalin aku Stella. Mantan karyawannya Rendi," kata Stella sambil mengulurkan tangan ke arah meta.
"Oh, kamu yang namanya Stella," jawab meta sambil menjabat tangan Stella sekilas.
"Maaf ya meta waktu itu aku udah lancang nyium pacar kamu. Aku benar-benar minta maaf soal itu," kata Stella.
"Udahlah kamu gak usah basa-basi, kamu tuh udah bikin meta salah paham tahu gak. Tapi aku beruntung punya pacar seperti meta dia sangat pengertian dan tidak pencemburu seperti yang kamu pikir. Lagi pula, asal kamu tahu dia itu calon dokter."
"Ow calon dokter, keren yah, kalo gitu selamat yah buat kalian berdua, aku gak mau jadi pengganggu kalian!" kata stella.
Jelas terlihat dari wajah Stella dia tersenyum sinis menatap kedua orang yang ada di depannya.
"Aish....benar-benar menyebalkan kamu Rend, jelas-jelas aku lebih menarik dibanding meta pacarmu itu," gerutu Stella sambil berlalu dari mereka.
"Udah sayang gak usah dengerin wanita itu, mending kita dansa aja yuk! Biar nanti aku minta lagu romantis supaya tamu-tamu juga ikut dansa."
"Dansa...yang bener aja Rend! Aku gak bisa dansa!"
" Nanti aku ajarin, kamu tunggu di sini dulu ya!"
"Do you want dance with me my girl?"
"Ofcourse, yes I do."
Meta menyambut tangan Rendi yang mengajaknya berdansa. Mengikuti alunan musik romantis yang sengaja diputar untuk mereka berdansa, para tamu yang lain pun satu per satu mengajak pasangan mereka untuk ikut berdansa.
"You're so beautiful my girl. I really love you," kata Rendi sambil menatap intens meta.
"I Love you to my prince..."
Meta yang mengenakan gaun berwarna pink itu nampak begitu cantik dan elegan. Rendi hampir dibuat tak berkedip kala menatap meta.
Mereka berdua berdansa dan terlarut dalam alunan musik romantis. Mata mereka bertatapan satu sama lain. Tatapan penuh cinta dan kekaguman masing-masing diantara mereka.
"Aku sama sekali gak nyangka bisa bertunangan dengan wanita paling cantik di dunia."
"Please deh Rend, gak usah lebay ah mujinya," kata meta terkekeh.
"Beneran, kamu adalah wanita tercantik dihatiku, setelah mama tentunya. Karna mamaku tetap yang nomor satu cantiknya."
"Hehehe, iya deh....!"
"Aku pikir kamu gak akan maafin aku setelah kejadian kemarin."
"Udahlah Rend, gak usah dibahas. Lagi pula aku percaya kok sama kamu. Karna kamu bukan tipe pria yang gampang tertarik sama wanita lain. Yah walaupun Stella itu wanita cantik dan juga menarik."
"Ssttt...udah ah gak usah ngomong lagi! Aku males bahas Stella! Mending kita bahas kita aja!"
"Habis acara ini, aku mau pulang ke Indonesia."
"Ok, nanti aku anter kamu dan mamamu pulang ke Indo."
"Emang kamu ada waktu?"
"Apa sih yang nggak buat kamu!"
Rendi mencubit dagu meta dan mengecup bibir meta dengan lembut.
"Rend, malu ah!"
"Biarin aja aku kan tunangan kamu, pasti mereka juga pahamlah!"
"Kamu tuh!" kata meta sambil mencubit pinggang Rendi yang sedari tadi dipegangnya.
"I Love you my girl!"bisik Rendi ke telinga meta.
Dan setiap kali Rendi berbisik meta selalu merasa ada getaran di hati dan telinganya.
"I Love you to my prince"
Rendi menatap meta dengan intens, tak henti-hentinya Rendi menyunggingkan senyumannya. Malam ini Rendi benar-benar merasa bahagia.
Rendi memeluk meta erat, dan mereka masih terlarut dalam tarian dansa mereka.
"Kamu cantik pakai gaun pink itu, baru kali ini aku lihat kamu pakai gaun seperti ini!"
"Rendi, dari tadi gombal Mulu!"
"Sejak kapan aku gombal, aku tuh kalo ngomong fakta. Pasti cowok-cowok di sini pada iri sama aku. Karena cuma aku yang bisa memiliki kamu!"
"Heleh kumat deh narsisnya! Rend aku capek nih dari tadi dansa terus. Lagi pula aku juga laper, tadi cuma makan kue doang!"
"Aduh kasihan, ya udah ayo kita ke meja mama!"
Meta dan rendi pun menghampiri meja Karoline dan Risma yang sedang menikmati makan malam mereka.