
Rendi mengantar meta sampai rumah.
"Meta, jangan turun dari mobil dulu!"
"Kenapa memangnya?"
"Pakai ini dulu!" kata Rendi mengulurkan selembar kain.
"Buat apa sih rend?"
"Aku tutup mata kamu pakai ini! Aku tadi udah nyiapin kejutan kecil buat kamu!"
"Kenapa harus ditutup segala sih matanya?"
"Kan biar surprise!!"
Meta pun pasrah kala Rendi mengalikatkan kain itu untuk menutupi matanya.
"Surprise apa sih rend? Awas ya kalo aneh-aneh!"
"Nggaklah, gak bakal aneh-aneh, yang jelas pasti kamu bakal suka!"
Rendi menuntun meta keluar dari mobil, membawa meta ke taman kecil belakang rumah meta.
"Udah sampai belum nih?" tanya meta sambil tangannya meraba-raba.
"Sabar dong bentar lagi juga nyampe!"
Rendi mendudukkan meta di sebuah meja dan melepaskan kain yang menutupi matanya.
"Surprise!!" teriak Rendi memberi kejutan untuk meta.
Meta melihat sekeliling taman rumahnya, dia melihat banyak lampu kelap-kelip yang mendadak menghiasi taman kecil di belakang rumahnya. Bahkan meta melihat meja di depannya yang sudah terlihat di dekor cantik dengan tamaram cahaya lilin yang menghiasi meja dan beberapa hidangan yang sudah tersaji di situ.
"Ya ampun....kamu nyiapin ini semua buat aku!" kata meta histeris sambil menutup mulutnya seolah masih tak percaya dengan surprise yang diberi Rendi.
"Iyalah, dari tadi aku nyiapin ini buat kamu, dibantu bibi dan mamamu juga sih! Gimana kamu suka gak surprisenya?"
"Makasih yah rend, aku suka banget!"
"Oh iya ada satu lagi surprise buat kamu!"
"Apa itu?"
Rendi mengeluarkan bunga mawar putih yang sedari tadi disembunyikan di belakang punggungnya, karena sengaja mau memberikan bunga itu sebagai kejutan.
"Buat kamu!"
"Wah bunganya cantik banget!!"
Meta menerima sebuket bunga mawar putih itu dan sekilas menghirup bau wangi khas bunga mawar yang semerbak.
"Oh iya, berarti mama tahu kalo kamu nyiapin semua ini?"
"Iya, tadi aku ijin sama mama kamu buat kasih surprise ini semua! Terus bibi dengan senang hati juga mau bantu aku!" kata Rendi sambil tersenyum lebar menatap meta.
"So sweet banget sih kamu Rend! Aku suka banget kejutannya! Berarti kamu tadi menghilang karena nyiapin ini semua buat aku?"
"Iya!"
Meta bahagia sekaligus terharu, dia bangkit dari tempat duduknya dan memeluk Rendi.
Rendi pun menyambut pelukan meta dengan hangat dan sesekali mencium puncak kepala meta.
"Aku pikir kamu marah sama aku tadi! Aku bener-bener gak nyangka kamu kasih kejutan romantis kayak gini!"
"Kan besok kamu udah ke Jerman, jadi aku pengen menghabiskan waktu sebelum kamu berangkat ke Jerman besok!"
"Aku pasti bakalan kangen banget sama kamu!" kata meta mengeratkan pelukannya, rasanya dia ingin seperti ini terus bersama Rendi.
"Apalagi aku, pasti aku bakalan kangen terus sama kamu!"
Tak terasa air mata merah mengalir tanpa aba-aba, rasanya dia tak ingin berpisah dengan Rendi.
"Loh kok jadi nangis sih? Jangan nangis dong, nanti aku semakin khawatir nglepas kamu buat pergi!"
Rendi melepas pelukannya dan mengusap air mata meta dengan lembut sambil menatap lekat meta.
"Kamu baik-baik ya di sini, jaga kesehatan kamu! Jangan capek-capek, jangan lupa makan, jangan deket-deket sama cewek lain, jangan.....!"
Belum sempat meta meneruskan kata-katanya bibirnya sudah terkunci oleh ciuman lembut dari bibir Rendi yang seolah membuatnya semakin membuatnya berat untuk jauh dari Rendi.
"I Love you sayangku! Aku pasti bakal kangen banget sama kamu!" kata Rendi melepas ciumannya.
"I love you too my prince! Aku sayang banget sama kamu!"
"Sama, aku juga sayang banget sama kamu melebihi sayangku ke diriku sendiri!
"Oh iya, aku punya kejutan lagi buat kamu!"
"Apa?"
Rendi menyetel musik dari hpnya, memutar lagu kesukaan mereka berdua.
"Dansa? Oke baiklah!" jawab meta sambil menyambut tangan Rendi.
"Kamu masih inget lagu kesukaan kita kan?"
"Pasti inget dong!"
Mereka berdua berdansa diiringi sayub-sayub lagu kesukaan mereka berdua yang menambah keromantisan malam.
I found a love for me
Ku temukan cintaku
Darling, just dive right in and follow my lead
Kasih, cukup selami dan ikuti aku
Well, I found a girl, beautiful and sweet
Ya, ku temukan seorang gadis, cantik dan manis
Oh, I never knew you were the someone waiting for me
Oh, ku tak pernah tahu bahwa kau menantiku
'Cause we were just kids when we fell in love
Karena kita masih anak-anak saat kita jatuh cinta
Not knowing what it was
Tak mengerti apa-apa
I will not give you up this time
Aku takkan menyerah kali ini
But darling, just kiss me slow, your heart is all I own
Tapi kasih, cukup kecup aku perlahan, hatimu sepenuhnya milikku
And in your eyes, you're holding mine
Dan dari matamu, kaulah milikku
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
Kasih, aku menari dalam gelap bersamamu dipelukanku
Barefoot on the grass, listening to our favourite song
Tak beralas kaki di atas rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
Saat kau bilang, kau terlihat berantakan, aku berbisik dengan pelan
But you heard it, darling, you look perfect tonight
Tapi dengarkan ini kasih, kau terlihat sempurna malam ini
Mereka berdansa menikmati kebersamaan mereka malam ini, memutar lagu kesukaan mereka sambil sama-sama bersenandung mengikuti irama lagu itu.
Setelah lelah berdansa mereka berdua menghabiskan makanan yang sudah tersedia dia meja sambil sesekali Rendi masih memainkan lagu dengan gitar yang sengaja dia bawa.
"Malam ini aku seneng banget Rend! Maaf aku sering bikin kamu cemburu!"
"Aku tahu mungkin kamu juga gak sengaja bikin aku cemburu atau aku kadang berpikir kalo aku terlalu bucin sama kamu!"
Meta tertawa mendengar kata-kata bucin dari mulut Rendi.
"Iya kita sama-sama bucin!" jawab meta.
Meta juga mengakui karna perasaan yang besar diantara mereka yang membuat mereka sering terbakar cemburu satu sama lain.
"Kamu harus janji jangan pernah macem-macem di belakang aku!" kata meta mengancam.
"Tumben kamu posesif, biasanya justru aku yang sering kelihatan lebih bucin dibanding kamu!"
"Yah karena cewek-cewek di luar sana itu juga membuat sifat posesif aku muncul, entah itu dinda, Anisa ataupun Stella!"
"Tapi kamu yang terbaik buat aku! Gak ada yang bisa gantiin kamu di hatiku!"
"Ow....so sweet banget sih! Pantesan banyak cewek-cewek yang tergila-gila sama kamu!"
"Udah deh, gak usah mancing keributan lagi! Mending kita habisin makanannya lagi aja!"
"Iya, iya my handsome prince!" goda meta dengan Rendi.
Meta tahu betul Rendi tipikal cowok dingin,namun dimatanya Rendi adalah sosok romantis, setia dan mungkin juga bawel setiap kali di depannya. Sifat-sifat itulah yang tidak Rendi tunjukan kepada cewek lain yang justru selalu membuat meta semakin cinta dengannya. Meta benar-benar merasa menjadi perempuan beruntung memilikinya.