TERJEBAK CINTA META

TERJEBAK CINTA META
Reuni SMA


Mereka kembali ke rumah setelah selesai liburan di Bali. Liburan meta yang tinggal 3 hari di Indonesia ingin dia nikmati di rumahnya. Rendi pun juga berencana untuk pulang ke rumahnya sebelum berangkat ke Singapura.


Hari ini rencananya meta dan Rendi akan datang di reuni SMA mereka. Dress code yang mereka pakai adalah seragam SMA yang dulu mereka gunakan untuk corat-coret tanda tangan ketika kelulusan sekolah.


Rendi menjemput meta di rumahnya, dan tepat pukul 5 sore mereka sudah sampai di sekolah mereka. Mereka berdua memasuki ruang aula sekolah yang memegang sudah dipersiapkan untuk acara reuni itu.


Banyak teman-teman angkatan mereka yang sudah berada di sekolah. Mereka saling temu kangen satu sama lain. Tak terkecuali Rika sahabat meta yang sudah hampir 1 tahun lebih tak berjumpa.


"Meta....hallo apa kabar?Aduh kangen banget!" teriak Rika sambil memeluk meta yang baru saja datang.


"Aku baik, seneng banget bisa ketemu lagi. Kamu gimana kuliahnya?"


"Em, lancar-lancar aja, hai Rend apa kabar?" sapa Rika pada Rendi yang berdiri di samping meta.


"Baik," kata Rendi.


"Kamu masih sama yah, selalu cold....katanya kamu kuliah sambil kerja di perusahaan mama kamu ya?"


"Iya, aku bantu mama sambil kuliah!"


"Eh met, kamu kok bisa sih betah sama cowok dingin sedingin es kayak dia! Dari SMP lagi!" bisik Rika.


Rendi mengernyitkan dahinya melihat Rika yang bisik-bisik pada meta.


"Kamu tuh Rik, gak pernah berubah yah, suka ceplas-ceplos! Gimana kamu udah punya cowok belum?"


"Hehehe....cowok ya? Ada sih tapi aku mau fokus kuliah dulu deh, aku gak pengen pacaran dulu!"


"Heleh....bilang aja belum laku, pake alasan pengen fokus kuliah segala!" kata meta menggoda Rika.


"Sst....meta nih! Jangan kenceng-kenceng ngomongnya!!"


"Met aku ke sana dulu ya, gabung sama temen-temen yang lain!" kata Rendi.


"Oh iya, aku di sini aja sama Rika!"


Rendi meninggalkan mereka berdua dan bergabung dengan teman-teman cowok yang lain. Sebenarnya Rendi yang dulu hanya beberapa bulan sekolah belum begitu banyak teman yang dia akrab di sekolahnya.


"Eh met kok kamu bisa sih awet sama Rendi?" tanya Rika heran.


"Bisalah, kan kita sama-sama saling sayang, yah meskipun kita sekarang LDR dan banyak banget cobaannya!!"


"Rendi itu kan cold banget kayak kulkas dinginnya. Lagian kok bisa ya cewek-cewek itu juga pada ngefans sama pacarmu itu. Dan satu hal lagi, kenapa kamu tunangan sama dia gak ngasih tahu aku, bahkan aku tahu itu dari media sosial kamu!"


"Kamu nih ngomongnya udah kayak kereta, panjang banget. Nih aku jelasin ya yang pertama, Rendi itu bukan kayak tipe cowok-cowok lebay di luar sana yang suka gombal sana gombal sini, dia itu tipe cowok yang setia. Dan kalo dia cold atau katamu sedingin kulkas, itu kan kalo dihadapan kamu dan cewek-cewek lain selain aku!"


"Maksud mu?"


"Iya, Rendi itu gak pernah dingin sama aku. Bahkan dia itu sangat romantis, tapi bukan romantis alay kayak cowok-cowok lain. Tapi dalam bentuk tindakan, buktinya dia waktu itu ngasih aku cincin dan ngajak aku tunangan waktu kita liburan di Paris dan di restoran paling romantis di Paris!!" kata meta sambil mengingat momen romantis saat itu.


"Seriusan?"


"Iyalah masak bohong! Dan yang kedua aku memang minta maaf waktu itu gak bisa ngabarin pas tunangan kemarin. Soalnya waktu itu aku tunangannya di Singapura."


"Keren banget sih, seromantis itu? Gak nyangka yah, orang sedingin Rendi bisa seromantis itu!"


"Lah baru sadar dia, kemarin-kemarin kemana aja Bu!"


"Lain kali ajak aku juga dong keliling Jerman atau Paris atau Singapura gitu! Eh iya.... wait....bukannya kamu itu katanya satu kampus sama Devan ya!"


"He em, terus kenapa?"


Saat mereka asyik ngobrol tiba-tiba datang seseorang dari belakang.


"Hayo....lagi ngomongin gue ya?"


Meta dan Rika membulatkan matanya pada seseorang yang baru saja datang dan sukses mengagetkan mereka berdua.


"Devan!!! Hei apa kabar Lo?" teriak Rika.


"Baik, lama yah gak pernah jumpa! Gimana nih kuliah Lo?"


"Kuliah gue baik-baik aja!"


"Hai met, ketemu lagi!" sapa Devan pada meta.


"Hai Van, kayaknya dunia ini memang cuma selebar daun kelor yah."


"Emang kenapa met?"tanya Devan.


"Iya, dimana ketemunya kamu lagi kamu lagi!"


"Eleh, bilang aja kamu suka kan ketemu sama aku terus! Pakai jual mahal segala."


"Ish nih anak kepedean banget sih, kamu aja yang kurang kerjaan selalu ngikutin aku!! Sampai-sampai aku liburan ke Bali juga ngikutin!!"


Tanpa sadar meta keceplosan mengatakan hal itu.


"Apa met? Devan sampai ngikutin kamu ke Bali, wah parah banget sih Van Lo bucinya. Harusnya kan Lo tahu kalo meta udah tunangan sama Rendi," tanya Rika menyelidik.


"Idih apaan sih, sapa juga yang ngikutin Lo ke Bali. Aku cuma kebetulan ketemu, GR banget sih!!" kata Devan salting karena menutupi kebohongannya.


Pasalnya Devan memang selalu ingin tahu gerak-gerik meta meski dari jauh, bahkan sebenarnya dia juga tak peduli walaupun meta sudah bertunangan dengan Rendi.


Mata meta tiba-tiba tertuju pada sosok yang menghampiri Rendi, mengamati Rendi dari kejauhan yang sedang berkumpul dengan teman-teman cowoknya, seperti yang bisa dia lihat saat ini Dinda menghampiri Rendi dan entah apa yang mereka bicarakan.


Meta hanya bisa melihat mereka dari kejauhan sambil menerka-nerka apa yang mereka bicarakan.


"Gak usah nglamun!" kata Devan mendekati meta sambil menyilangkan tangannya.


"Ish kamu tuh kebiasaan deh sukanya ngagetin orang!" gerutu meta.


"Kamu pasti lagi ngliatin pacar kamu itu sama Dinda kan?" tanya devan.


"Aku kira semenjak kita lulus cinta-cintaan masa SMA itu sudah membuat kalian move on, tapi ternyata nggak! Kalian masih aja sama kayak dulu!" celetuk Rika.


"Maksudmu?" tanya meta.


"Yah dari dulu kan Dinda naksir berat sama Rendi, tapi Rendi sukanya sama kamu, ditambah sekarang nih satu bocah tengil yang ada di sampingmu itu yang dari dulu bucin sama kamu!" kata Rika melirik Devan seolah memberi kode.


"Maksud Lo apa tuh, nyindir gue?" kata Devan seolah tak terima sekaligus merasa kalo tebakan Rika itu sebenarnya benar.


"Yah menurut Lo?" jawab rika ketus.


"Eh gue gak bucin yah sama meta, kita tuh cuma kebetulan aja satu kampus, terus masalah kemarin liburan gue gak ngikutin kali met, cuma kebetulan aja kita ketemu di sana! Lagian kata-kata bucin itu cuma untuk orang-orang alay!!"


"Eleh, udah ketangkep basah masih aja ngelak!" kata Rika.


Rika dan Devan mulai ribut sendiri, sedang meta dari tadi juga tidak konsen dengan obrolan mereka berdua karna pandangannya hanya tertuju pada Rendi dan Dinda yang ada di sudut lain ruangan itu.


^^Ayo jangan lupa vote dan like supaya author nya tambah semangat nulis!!! Maaf yah kalo dituliskan aku ini masih banyak yang typo^^