
Setelah puas berjalan-jalan di Bedugul mereka melanjutkan perjalanan ke salah satu pusat perbelanjaan terkenal yang ada di Bali.
Rendi yang hanya mengikuti ketiga wanita itu berbelanja sesekali memilih barang yang menarik. Rendi memang paling malas kalo soal menemani belanja para kaum hawa.
Rendi membuntuti meta dari belakang, mengikuti kemanapun meta pergi.
"Ish...lama banget sih belanjanya!" gerutu Rendi pada meta yang sedari tadi memilih barang.
"Namanya juga cewek....pasti lamalah kalo belanja! Kalo gak kamu tunggu di mobil aja kalo suntuk!"
"Gak mau ah, lagian nanti kalo aku ke mobil siapa yang bawa barang belanjaan kamu ini," kata Rendi sambil menunjukan keranjang belanja.
Pasalnya dari tadi Rendi menenteng keranjang belanja milik meta.
"Ya udah sih, nanti aku bawa sendiri gak papa kalo kamu capek! Sini aku bawa aja kalo kamu mau tunggu di mobil," kata meta menarik keranjang belanjaannya.
"Gak usah biar aku aja yang bawa, ini kan berat. Kamu terusin aja belanjanya, biar hari ini aku jadi asistenmu nona," kata Rendi.
"Aish....kamu tuh...!!Bilang aja ngrayu supaya aku gak marah!!"
"Hehehe....kita kan baru baikan, masak mau marahan lagi!"
"Ya udah kita terusin belanja lagi, oh iya kamu mau gak beli kaos couple?"
"Boleh tuh, tapi jangan warna kuning atau pink."
"Nggak lah masak aku suruh kamu pakai warna cewek. Kita ke sana yuk pilih-pilih kaosnya."
Rendi pun hanya pasrah mengikuti meta dari belakang. Meta yang dari tadi sibuk memilih-milih kaos yang cocok untuk mereka berdua sesekali menatap Rendi yang sepertinya dia sudah bete dan lelah.
"Ini aja yah, warna putih, kamu suka?"
"Apa pun yang kamu suka aku juga bakal suka!"
"Ok deh kalo gitu ini aja, ya udah ayo ke Kasir yuk!"
"Kamu udahan belanjanya?"
"Udah, kayaknya cukup deh itu aja! Lagian aku kasihan sama kamu, kayak udah capek gitu mukanya! Ya udah langsung ke kasir aja yuk!"
"Aku gak capek kok, masih kuat kali buat nemenin kamu keliling lihat-lihat yang lain!" jawab Rendi bohong, padahal sebenarnya dia juga sudah lelah dan bosan.
"Halah jangan bohong, udah ah ayo ke kasir!"
Mereka berdua pergi ke kasir untuk membawa barang belanjaan meta. Meta mengeluarkan kartu Atmnya untuk membayar, namun dicegah Rendi.
"Biar pakai kartu aku aja!" kata Rendi.
Rendi mengambil salah satu kartu di dompetnya.
"Jangan Rend, aku bayar sendiri aja. Ini kan belanjaanku."
"Udah biar pakai kartu aku aja, lagian sekarang kan aku udah kerja dan punya penghasilan sendiri. Gini-gini pacarmu ini kan pengusaha muda berjaya," kata Rendi penuh percaya diri.
"Ya ampun kamu ini sempat-sempatnya narsis! Iya deh pak Rendi yang terhormat yang sekarang udah jadi direktur muda!"
"Baguslah kalo kamu mengakuinya!"
Rendi menyerahkan kartunya untuk membayar barang belanjaan meta tadi.
"Oh iya mamaku sama Tante Karoline mana ya?"
Saking asyiknya mereka berbelanja mereka berpisah dari mama mereka.
"Gak tahu nih, mama kebiasaan deh kalo belanja pasti lama. Kenapa sih cewek sukanya belanjanya lama?"
"Ya elah namanya juga kaum hawa Rend, kayak gak tau aja kalo sukanya belanja! Sambil nunggu mending kita makan bakso di situ aja yuk, aku traktir deh!"
"Bakso?"
"Kenapa?Gak doyan?"
"Eh, pasti doyanlah! Ya udah ayok. Nanti biar aku WhatsApp mama kalo kita nunggu di situ."
Beberapa saat mereka menikmati baksonya kedua orang yang mereka tunggu akhirnya selesai belanja.
Karoline dan Risma menghampiri mereka berdua yang sedang asyik makan bakso.
"Yang udah baikan sampai lupa sama mamanya!" kata Karoline menyindir Rendi karna tak membantunya membawa barang belanjaan.
"Maaf ma, tadi aku kan nemenin meta. Kasihan kan barang belanjaannya banyak!"
"Haduh, susah ya sama anak yang lagi pada jatuh cinta. Kalo udah berdua semua dilupain!"
"Maaf ya Tante, tadi Rendi malah bantuin aku."
"Gak papa sayang, tenang aja Tante tahu kok. Tentu seneng lihat kalian gak diem-dieman lagi."
"Udah baikan nih ceritanya?" kata Risma menggoda mereka.
"Ah mama, kita kan gak marahan!"
"Jangan digodain terus Tante, nanti ngambek lagi. Susah Rendi baik-baikinnya!'
Meta melotot ke arah Rendi dan mencubit perutnya karena kesal dengan ejekannya.
"Aw...sakit tahu!"
"Syukurin!!"
"Kalian itu bener-bener katak Tom and Jerry, sampai-sampai kalian lupa nawarin kita makan!"
"Eh maaf ma, mama mau pesan apa, biar Rendi pesenin!"
"Samain aja kayak kalian!"
Rendi memesankan bakso untuk Karoline dan Risma.
"Habis ini kita mau kemana?" tanya Karoline.
"Pulang ajalah ma, aku udah capek banget nih!"
"Kamu kenapa rend? Gak enak badan?" tanya meta khawatir karena sedari tadi dia melihat Rendi nampak kelelahan.
"Nggak kok, cuma agak capek aja!"
"Makanya dari kemarin kan udah aku bilang jangan nyetir sendiri, kita kan bisa nyewa sopir!"
"Kamu ini....mamaku aja gak sebawel kamu. Tapi makasih ya Bu dokter udah khawatir sama aku!"
"Ish...kamu kalo di bilangin!"
"Harap sabar ya met, Rendi emang susah kalo dibilangin. Padahal tadi udah Tante siapin sopir buat nganter kita loh tapi Rendi ngotot pengen nyetir sendiri!"
"Aku gak papa kok, kalian gak usah khawatir!"
"Ya udah kalo gitu kita langsung ke hotel aja, kasihan nak Rendi kecapekan!" kata Risma.
Mereka menghabiskan makanan mereka dan melanjutkan perjalanan ke hotel. Entah kenapa hari ini Rendi memang agak kecapekan yang membuat dia agak kurang enak badan.
Sesampainya di hotel mereka langsung menuju kamarnya masing-masing.
"Met tunggu!" kata Rendi sesaat sebelum meta masuk ke kamarnya.
"Ada apa Rend? Kamu sakit?"
"Gak tahu nih, aku agak gak enak badan aja! Aku boleh minta tolong gak?"
"Minta tolong apa?"
"Temenin aku sebentar di kamar, aku ngerasa sedikit pusing!"
"Kamu mau aku panggilkan mamamu?"
"Eh gak usah, aku mau kamu nemenin aku aja!"
"Ya udah sebentar ya aku bilang sama mama sebentar!"
"Aku tunggu di kamar ya!"
"Nanti aku nyusul!"
Meta terlebih dahulu berpamitan dengan mamanya. Dan kemudian menyusul Rendi ke kamarnya.
Meta melihat Rendi sudah selimutan di kasurnya. Dengan cepat meta menghampiri Rendi dan memeriksa kening Rendi yang ternyata panas.
""Kamu kenapa rend?"
"Rasanya dingin met! Aku kedingina, gak tahu kenapa tiba-tiba kayak gini!"
Rendi merasakan kedinginan di seluruh badannya.
"Aku ambil kompres buat kamu ya! Kamu selimutan dulu."
Meta mengambil air dan handuk untuk mengompres Rendi. Meta mengeluarkan kotak obat yang selalu dia bawa kemana pun dia pergi.
Meta mengoleskan minyak hangat pada telapak kaki dan badan supaya Rendi merasa lebih hangat. Dan menelpon room service untuk memesan teh hangat.
"Makasih ya met kamu udah mau ngrawat aku!'
"Iya sama-sama, sekarang yang terpenting kamu sembuh dulu. Tunggu ya aku udah pesan teh anget untuk kamu supaya badanmu hangat."
Beberapa menit kemudian teh hangat pesanan meta pun datang, dengan segera meta mendudukkan Rendi dan membantu Rendi meminum teh itu.
"Gimana rasanya sekarang? Masih kedinginan?"
"Aku ngerasa masih agak dingin!"
"Ya udah kamu tiduran lagi ya, aku kompres kamu lagi. Sambil aku cek suhu kamu!'
Rendi berbaring dan menuruti perkataan meta.