Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Kemana kita setelah nya


begitu Senja tenggelam di dalam kasurnya dan membiarkan kepalanya berada di atas batal empuk ber'bulukan angsa mendominasi berwarna putih, Cakra secara perlahan mulai memijat kakinya.


"Ohhh nyaman nya"


senja bicara sembari memejamkan bola mata indahnya, dia suka dengan pijatan demi pijatan yang diberikan suaminya.


"katakan padaku setelah acara pernikahan ingin berlibur ke mana?"


laki-laki tersebut bertanya sembari tangannya nya terus memberikan pijatan untuk istrinya tersebut.


mendengar pertanyaan Cakra yang tiba-tiba membuat Senja mengerutkan keningnya.


"Liburan?"


gadis itu menoleh dari sisi kirinya dan mengintip ke arah belakang, dia menatap Cakra yang sejak tadi membiarkan tangan-tangannya memijat kaki Senja.


"apa kita akan mengambil liburan?"


jelas saja dia bertanya dengan penasaran, setelah ngunduh mantu apakah Cakra akan berlibur dari pekerjaannya dan membawanya untuk jalan-jalan entah ke mana.


"aku pikir akan mengambil waktu liburan beberapa hari, anggap saja itu bonus bulan madu"


pesan laki-laki tersebut berkata seperti itu seketika membuat senja menggigit bibir bawahnya, wajahnya sedikit memerah karena merona dan dia agak malu mendengar kata bonus bulan madu.


Bulan 🌙 madu 🍯?.


Bukankah dua kata itu tidak ada yang tidak manis?.


Senja memilih kembali pada posisi nya, merapatkan wajahnya ke bantal miliknya.


"Berdosa jika tidak menjawab pertanyaan suami"


Cakra menggoda dirinya sedikit menggelitik telapak kaki senja karena istrinya itu tidak menjawab pertanyaannya.


seketika gadis tersebut terkejut dia tertawa kecil, berusaha menarik kakinya secara refleks.


"Suami ku ..."


Ohhh rengekan Senja terdengar begitu manja, dia bergeser dan sedikit menguntungkan bibirnya, tidak marah tapi terkejut karena di goda.


Cakra terkekeh kecil, dia mencoba menarik kembali kaki Senja.


"Sayang belum selesai"


"Abang geli ah, jangan di gelitik"


"Sekali ini tidak"


Cakra menepuk-nepuk paha nya, menunggu Senja menaikkan kaki nya kesana.


"Tangan saja"


Senja memberikan tangan kirinya dengan manja, laki-laki tersebut mengulum senyumannya, berpindah posisi dan meraih tangan Senja.


"Aku serius soal liburannya"


Ucap Cakra kemudian.


"Apa tidak apa-apa meninggalkan pekerjaan?"


"Ada kak Nabila dan papa yang mengerjakan semuanya selama kita berlibur".


Laki-laki tersebut menyakinkan.


"memangnya mau liburan kemana? aku ini buta tempat"


Senja terkekeh, agak bingung kalau ditanya liburan kemana, dia tidak pernah berlibur sebenarnya, sayang uang meksipun cuma liburan di kampung halamannya sendiri.


"Pikirkan tempat yang paling kamu sukai?"


Saat Cakra bertanya begitu, Senja terlihat berpikir dengan keras, namun meskipun dia telah berpikir dengan keras dan mencoba untuk menimbang ke mana liburan terbaik yang harus mereka datangi pada akhirnya dia benar-benar tidak tahu ingin mengambil liburan ke mana.


"aku benar-benar tidak memiliki ide sedikitpun, katakan padaku apa abang punya tempat rekomendasi yang mungkin Abang sukai?"


pada akhirnya daripada pusing-pusing memikirkan harus pergi ke mana mereka untuk berlibur setelah acara ngunduh mantu, senja meminta Cakra untuk memilihkan tempat terbaik yang mungkin bisa direkomendasikan laki-laki tersebut untuk dirinya.


mendengar apa yang diucapkan istrinya sejenak membuat Cakra mengerutkan keningnya, dia tampak berpikir untuk beberapa waktu.


"sebenarnya aku tidak pandai mencari tempat berlibur tapi mungkin kita bisa pergi misalnya ke Bali atau ke Jogja juga boleh"


ucap laki-laki tersebut kemudian.


"bahkan luar negeri pun jauh lebih boleh, misalnya kamu ingin ke mana ke Jepang, Singapura atau kemanapun yang kamu inginkan?"


pada akhirnya Cakra buka suara dan memberikan beberapa pilihan yang mungkin disukai istrinya.


mendengar ucapan suaminya sejenak membuat senja diam untuk beberapa waktu sembari masih bisa dia lihat tangan cekatan Cakra masih terus memijit tangan kirinya kemudian berpindah pada tangan kanannya secara perlahan.