
Ku lantunkan doa
Dimana setiap bait kata mulai ku sebutkan nama mu didalam nya,
Tidak banyak yang aku harapkan didalam nya,
semoga hingga rambut memutih dan mata tertutup,
Hanya ada kita tanpa dia didalam mahligai kisah cinta kita,
Ada mereka para pemilik jiwa dengan jemari-jemari mungil yang akan menyempurnakan ibadah kita,
Yang pertama akan tetap abadi,
tapi yang terakhir menemani ku sampai akhir.
Senja dan Cakrawala.
*******
Suara Cakra memenuhi seluruh ruangan kamar mendominasi berwarna putih tersebut, begitu indah dan hangat, membuat telinga siapapun yang mendengar merasa begitu sejuk dibuat nya.
Getaran halus merasuk Sukma, membuat sempurna pernikahan mereka, sedikit lagi hingga ๐ฏ % sempurna mengarungi indahnya berumah tangga.
Begitu salam terucap dari Cakra, Senja ikut menyebut salam sempurna nya, setelah itu keheningan tercipta dimana masing-masing hati melantunkan dan memanjatkan doa dalam hati masing-masing tanpa suara.
Cukup lama membiarkan waktu terus berlalu, keheningan terjadi di dalam ruangan mendominasi berwarna putih, hingga pada akhirnya setelah Cakra menyelesaikan semuanya dan berkata amin, meraup kedua belah tangannya ke wajah tampan nya, senja bergerak mendekati Cakra kemudian meraih telapak tanganku Kokoh tersebut, menjalaninya dan membiarkan hidung serta bibirnya menempel pada punggung tangan Cakra.
secara perlahan satu tangan laki-laki tersebut menyentuh kepala senja, mengelus nya begitu lembut dan hingga pada akhirnya sebuah doa terpanjat dari balik bibir laki-laki tersebut.
ููุงูููุฐููููู ูููููููููููู ุฑูุจููููุง ููุจู ููููุง ู ููู ุงูุฒูููุงุฌูููุง ููุฐูุฑูููููฐุชูููุง ููุฑููุฉู ุงูุนููููู ูููุงุฌูุนูููููุง ููููู ูุชูููููููู ุงูู ูุงู ูุง
Artinya : Dan orang-orang yang berkata, โYa Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.โ (QS.ย Al-Furqanย Ayatย 74).
Seulas senyuman indah mengambang dari balik wajah Senja, bahagia, karena tidak ada kebahagiaan yang dimiliki seorang istri kecuali suaminya mampu mengimami nya dalam banyak hal terutama ibadah.
"Aku akan menyiapkan sarapan"
Senja membuka mukenah nya dengan cepat, begitu bersemangat, melipat sajadah dan berniat bergerak dari sana.
"Tidak bisakah kita pergi keluar mencari sarapan?"
Tiba-tiba Cakra menawarkan.
"Ah?"
Gadis tersebut langsung menghentikan gerakan nya, meletakkan mukenah dan sajadah Secara perlahan ke atas kasur, membalikkan tubuhnya dengan cepat.
"Tidak ingin dibuatkan?"
"Ya, Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan baginya tujuh tabir yang menjauhkannya dari neraka. Ya, Fathimah, kepada wanita yang membuat roti bagi suami dan anak-anaknya, Allah menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum dan Allah melebur kejelekannya serta mengangkat derajatnya.โย (HR Ibnu Hibban dari Abu Hurairah).
Melihat ekspresi istrinya, Cakra bergerak mendekat, menyentuh lembut wajah Senja, membuat gadis tersebut menundukkan sedikit kepalanya, malu.
"Waktunya cukup terjepit, aku tidak ingin tubuh kamu terlalu lelah karena aktivitas berlebih, kita bisa makan diluar hari ini, langsung pergi fitting pakaian kemudian pergi mendatangi Anggota Keluarga untuk menyampaikan kabar gembira kita"
Ah suara nya begitu lembut, memberikan pemahaman bukan sebagai bentuk penolakan, takut Senja terlalu lelah karena sudah berkata kaki nya lelah ditambah bonus pijatan bahu tadi yang membuat dia gelisah.
"Aku takut kamu sakit jelang hari acara"
Tambah Cakra lagi.
"InsyaAllah tidak"
Jawab Senja pelan.
"Lakukan lah setelah acara ngunduh mantu, kamu punya banyak waktu luang untuk melayani aku"
Satu kode manis meluncur, menyatakan diri jika dia siap menerima apapun yang di suguhkan Senja untuk dirinya.
Senja diam, mengangguk kan Kepalanya, lalu entahlah sejenak keheningan terjadi, tidak ada percakapan lagi, telapak tangan Cakra masih menyentuh pipi Senja, masih menikmati pemandangan indah didalam wajah gadis dihadapannya.
Lagi gelisah menghantam dirinya, terlalu gugup hingga berpikir harus segera menyingkir,tapi Senja Secara perlahan menyentuh telapak tangan Cakra, kemudian berkata.
"Berikan aku satu doa, seperti doa Rasulullah Saw untuk istrinya Aisyah"
Kalimat itu meluncur indah, didalam hati berusaha membuka celah, mengikis jarak diantara mereka.
Cakra melebarkan senyumannya, permintaan sederhana yang di impikan banyak istri dari suaminya.
"Ya Allah ampunilah dosa โIstriku (Senja), baik yang telah lalu maupun yang terjadi belakangan, dan baik yang ia kerjakan secara sembunyi-sembunyi maupun yang ia lakukan secara terang-terangan.โ
Ucap Cakra sembari menatap dalam bola mata istrinya, itu doa yang Rasulullah Saw ucapkan untuk Aisyah.
"Ohhh terdengar begitu indah"
Senja mengulum senyumannya, melangkah maju, meraih pinggang Cakra kemudian menenggelamkan dirinya ke dalam pelukan laki-laki tersebut.
Dan Cakra sejenak membeku, dia mati kutu.
Jantung? masih amankan kau disana? sepertinya aku tidak baik-baik saja.
Batin Cakra.
(Ahayyyyyy ๐คช๐).
*******
Ngakuuuuu makkkk siapa yang baper baca nyaaaa???๐คญ๐คญ๐คญ๐คญ๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ๐๐๐, ohhh Mak author tiba-tiba jadi ter Cakra-cakra๐