Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Terlalu manis untuk mereka


Lippo plaza Lubuklinggau



Cakra bergerak mengikuti langkah Senja, membiarkan gadis tersebut terus menggenggam erat telapak tangan nya dan menarik nya masuk melalui pintu belakang mall yang ada dihadapan mereka.


"Aku tidak begitu yakin dengan berbagai macam model yang ada tuan, setahuku pilihan nya tidak sebanyak seperti yang di toko-toko besar khusus elektronik"


tiba-tiba Senja bicara sembari menoleh ke arah Cakra, gadis itu sepertinya memang tidak sadar jangan lupa jika dia menggenggam erat telapak tangan Cakra dengan refleks.


"kita coba lihat dulu bagaimanapun modelnya bukan masalah, yang penting ada anginnya dan bisa membuatku tidur dengan nyenyak"


Cakra menjawab cepat.


mendengar jawaban laki-laki tersebut membuat senja mengganggu-anggukan kepalanya.


"biasanya harganya sedikit lebih mahal dari di toko elektronik"


lagi nggak di situ bicara, kali ini senja melepaskan genggaman tangannya secara refleks, bola mata gadis itu arah Hypermart yang ada di hadapannya, mencari bagian khusus barang-barang elektronik di dalam sana.


"disebelah sana"


Gadis tersebut menunjuk ke arah kanannya, membawa cakra berbelok kearah yang dia maksud.


laki-laki tersebut menurut, mengikuti langkah senja secara perlahan, dan Senja benar-benar membàwa nya ke toko elektronik yang ada di hadapan mereka.


kini senja menoleh ke arah dirinya kembali sembari menaikkan ujung alisnya.


"pilihannya tidak banyak bukan?"


katanya gadis tersebut dengan cepat.


suara senja selalu seperti itu, lembut dan hangat, tidak pernah ngegas atau bahkan bicara dengan nada memaksa atau terburu-buru, wajahnya selalu diliputi keceriaan, senyuman manis tidak pernah lepas daripada balik wajah cantik nya yang jelas cukup jarang untuk dipoles dengan make up sempurna.


karena gadis itu memang cantik paripurna dengan kesederhanaan dan juga kepolasannya.


Cakra pada akhirnya melipat kedua belah tangannya dan menghilangkannya di dadanya, laki-laki tersebut memperhatikan beberapa macam kipas angin yang ada di hadapannya.


seperti kata senja mereka memang tidak memiliki banyak pilihan, hanya ada beberapa pilihan kipas saja dengan merah dan model yang tidak memiliki banyak pilihan lainnya.


"Yang ini Kokoh dan bagus"


Cakra memilih satu kipas tinggi yang ukurannya hampir setinggi Senja, dia pikir kipas dengan model tinggi yang bisa dinaik turunkan dan juga terbuat dari besi jauh lebih kokoh daripada kipas dari bahan plastik.


saat cakram bicara seperti itu dan menunjuk salah satu kipas angin yang cukup tinggi di hadapannya seketika membuat senja mengerutkan keningnya.


Senja bicara dengan cepat.


"Harga nya terlalu mahal"


Protes gadis itu lagi.


"dan lagi kita membawanya nanti bagaimana?"


seketika satu kecemasan menghantam dirinya, bayangkan bagaimana cara mereka membawa kipas itu nanti? apa mungkin senja yang harus membawanya di tengah-tengah dengan ukuran kipas yang cukup besar.


bukankah itu sangat merepotkan sekali menurutnya? ditambah lagi setelah digunakan beberapa hari itu kipas akan menganggur dan tidak digunakan sama sekali di dalam kamar.


mendengar senja yang protes kepada dirinya seketika membuat Cakra menoleh ke arah gadis tersebut, menulis wajah senja dari samping untuk beberapa waktu.


"aku baru tahu ternyata kamu cukup cerewet juga"


ucap laki-laki tersebut dengan cepat.


hal itu saya tak membuat senja menoleh ke arah kanannya, tiba-tiba gadis itu memunyungkan bibirnya.


"aku bicara serius bukan cerewet tapi berusaha untuk memberitahukan kenyataannya"


ucap gadis tersebut dengan cepat, dia menghela kasar nafasnya kemudian membuang pandangannya.


"padahal aku kan serius tuan"


selanjutnya lagi kemudian.


Saat Senja bicara seperti itu tiba-tiba saja Cakra langsung membalikkan tubuh Senja secara spontan karena sebuah trolly barang yang penuh hampir menabrak gadis tersebut.


Seorang pegawai Hypermart lewat tanpa melihat keberadaan mereka, nyaris menabrak gadis tersebut yang fokus dengan pandangan nya.


Senja seketika terkejut dia refleks memejamkan bola matanya ketika Cakra meraih tubuhnya dan memeluknya secara tiba-tiba.


"Eh?"


Gadis tersebut langsung menaikkan kedua tangan nya ke pinggang Cakra, memeluk laki-laki tersebut tanpa sengaja.


Bagaikan adegan film indiahe yang terlihat begitu slow dan manis, bikin baper dan meleleh siapa saja yang melihatnya.


Aih?!.


Senja langsung mendongakkan kepalanya.