Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Cinta pertama yang sulit di lupakan


begitu sholat subuh telah ditunaikan, dia mendengar suara penceramah di atas mimbar, sangat kebetulan sekali yang di bahas soal Ketika Nabi Muhammad SawTak Bisa Move On dari Cinta Pertamanya.


Apakah ini begitu kebetulan sekali?! Wallahu alam, Allah SWT maha mengetahui segalanya.


Seseorang yang memiliki masa lalu, itu ada tiga macam. 


Pertama, ada orang yang membuangnya tanpa memungutnya kembali. Artinya, kenangan tentang masa lalu telah dia buang jauh-jauh dan tidak pernah mengingatnya lagi. 


Kedua, ada orang yang membawanya hingga titik akhir hayatnya. Mungkin ini bagi orang yang mampu menjaga sikapnya meski kenangan masa lalunya terus teringat, padahal dia sudah hidup bersama orang lain. Hebatnya, dia kuat menahan kenangannya yang tersimpan dalam hatinya, sehingga sampai mati pun pasangannya tidak tahu kalau dia mengingat tentang masa lalunya, karena memang dia lincah membawa masa lalunya dengan menjaga sikap, baik di depan pasangannya atau tidak.


Ketiga, ada orang yang tak mampu membuang dan membawa masa lalunya. Orang seperti ini tidak bisa menghapus masa lalunya sehingga selalu teringat dan berpengaruh pada sikapnya. Meski dia sudah memiliki pasangan baru (menikah), masih saja ada sikap yang tampak dan sampai pasangan barunya pun tahu kalau dia masih mengingat masa lalunya.


Nah, bagaimana jika seperti ini? Yaaa… tergantung pasangan barunya itu, jika dia mengerti tak mungkin cemburu, bahkan jika dia benar-benar mengerti kalo pasangannya butuh orang yang pernah hadir di masa lalunya, dia akan mengantarkan ke orang yang menjadi masa lalunya itu. Hebat sekali kalau ada orang mengerti sedalam ini.


Tapi dusta jika pasangan baru tidak akan cemburu, Aisyah saja cemburu pada Khadijah, apalagi kita manusia biasa.


“Imam Ahmad dan Thabrani meriwayatkan dari Masruq dari Aisyah. Aisyah berkata: Rasulullah itu hampir tidak keluar rumah kecuali menyebut Khadijah dan memuji-mujinya. Aku pun cemburu, lalu berkata pada beliau: Bukankah dia hanya perempuan tua yang telah diganti oleh Allah dengan yang lebih baik?. Beliau pun lalu marah. Kemudian berkata: demi Allah, Allah tidak menggantinya dengan yang lebih baik. Dia beriman di saat orang-orang masih kufur. Dia mempercayaiku di saat yang lain mendustakanku. Dia membantuku di saat yang orang-orang menghalangiku. Allah telah memberikan rizki anak melalui dia dan tidak melalui yang lain.”


itu adalah barisan kata demi kata daripada isi ceramah yang mereka dengar sejak tadi.


Cinta pertama yang sulit dilupakan?!.


Tidak tahu kenapa Senja dan Cakra saling diam di tempat mereka masing-masing, berkelana pada pikiran masing-masing.


Bukan Senja mengingat Jelita, tapi dia mengingat Abang Rudi nya sebagai cinta pertama nya dan Cakra jelas dengan kenangan nya.


cukup lama Cakra mencari Senja hingga akhirnya bola mata nya menangkap sosok istri nya tersebut.


laki-laki tersebut langsung bergerak dengan cepat mendekati gadis yang tanpa berjalan tanpa mengeluarkan suaranya di ujung sana.


"masih mau duduk atau langsung pulang?"


Cakra menepuk halus bahu senja, bertanya pada gadis yang ada di hadapannya tersebut sembari menatap dalam bola mata senja untuk beberapa waktu.


"mana Yang menurut kamu terbaik aku mengikuti"


gadis tersebut menjawab sembari mengembangkan senyumannya.


Cakra diam sejenak tidak menjawab sama sekali, seolah-olah berpikir keputusan terbaik apa yang bisa diambil untuk mereka.


cukup lama dia menimbang hingga akhirnya telapak tangan laki-laki tersebut tiba-tiba mengulur ke arah senja, dia menunggu gadis itu memberikan balik telapak tangannya.


senja tak bergeming, menatap ke arah Cakra kemudian menatap ke arah telapak tangan kokoh dihadapan nya tersebut.


*****


catatan \= Hadist di atas dari berbagai sumber, andaikan ada perbedaan pendapat dari berbagai sumber mohon di benahi dan baca di komentar untuk keterangan lebih lanjut yang jauh lebih paham 🙏🏻🙏🏻🙏🏻.