
Kembali ke kamar Cakra dan Senja.
Cakra sejak tadi seakan-akan masih menimbang ketika orang-orang bertanya siapa yang lebih dulu jatuh cinta maka apa jawaban mereka yang paling tepat nanti nya.
"aku tidak ingin menurunkan harga diriku dengan berkata jika aku jatuh cinta padamu lebih dulu, karena aku tidak pernah jatuh cinta pada orang lain selain Jelita"
ucap laki-laki tersebut dengan terus terang sembari menatap ke arah senja.
kalimat laki-laki itu terlalu sombong dan pongah, seolah-olah dia pemilik hatinya sendiri dan Allah tidak akan mampu membolak-balikkan hatinya.
padahal di dunia ini apa yang tidak mampu Allah SWT lakukan bahkan hanya sekedar untuk membolak-balikkan hati manusia.
"Dan aku sudah bilang jika aku yang mengaku jatuh cinta lebih dulu pada tuan maka aku sangat tidak tahu diri, aku sadar kapasitasku, tuan. Aku tidak mungkin menurunkan harga diriku yang telah tuan beli kemarin di hadapan semua orang dengan berkata aku merayu tuan lebih dulu untuk menikahiku"
Ucap Senja lagi.
"Tuan lah yang merayuku lebih dulu untuk menikah dan membuatku mau tidak mau menerima karena keadaanku yang jelas cukup terdesak"
gadis tersebut mencoba untuk mengingatkan Cakra atas pernikahan mereka.
"kamu bahkan bicara jauh lebih sombong daripada diriku"
Cakra seketika menatap Senja dengan tatapan tidak percaya, ketika mereka mulai bicara antara satu dengan yang lainnya dia baru tahu gadis tersebut memiliki mulut pedas persis seperti dirinya saat bicara.
"aku kembali menganggap itu adalah pujian"
senja melebarkan senyumannya.
"Cihhhh"
Cakra berdecih.
"kenapa harus bingung memikirkan jawabannya saat orang-orang bertanya? katakan saja tidak ada yang jatuh cinta lebih dulu di antara kita, melainkan semua terjadi karena hipotalamus"
Saat mendengar ucapan Senja, seketika membuat Cakra mengerutkan keningnya.
Cakra bertanya sembari menatap bingung kearah Senja, melihat respon Cakra, Senja mengembangkan senyuman nya.
"Tidak pernah dengar? Wajar, sebab hipotalamus adalah bagian terdalam dari otak di tengah sistem limfatik atau pusat emosi pada otak."
"Mau tahu Dari mana datangnya rasa deg-degan, cemburu, atau sayang kita pada seseorang?"
Cakra menaikkan kedua bahunya.
"Yah itu tadi Jawabannya adalah hipotalamus, Hipotalamus adalah bagian di mana semua rangsangan yang diterima oleh manusia diproses, mulai dari pelukan, sentuhan, hingga bentakan dari orang yang ada di sekitar kita. Kemudian, hipotalamus akan mengarahkan tubuh untuk memberikan respon yang sesuai dari rangsangan dan emosi manusia."
"Misalnya, Jika tuan baru saja diputus oleh kekasih, hipotalamus lah yang memicu munculnya rasa sesak di dada, tingginya tekanan darah, perubahan pola tidur, sampai hilangnya nafsu makan. Tidak hanya itu, hipotalamus juga mampu mengontrol otot wajah untuk menampilkan ekspresi cemberut, marah, atau genit saat bersama pasangan"
Setelah berkata begitu, Senja langsung menghentikan kata-kata nya, dia menaikkan ujung alisnya kemudian bertanya pada Cakra.
"Masih tidak paham?"
Yang ditanya memilih diam.
"Wajar, tuan tidak mempelajari nya di sekolah apalagi diperusahaan, lupakan saja, mulut ku jadi berbusa karena menerangkan nya, aku seperti guru biologi yang menerangkan pelajaran nya pada siswa jurusan perdagangan"
Senja bicara cepat, kemudian memilih membaringkan tubuhnya.
Gedubrakkkk.
What.
Kata-kata Senja mana dia sangka semakin lama semakin pedas.
"Kau..."
Cakra terlihat menatap Senja dengan tatapan tidak percaya.