
Cakra muda masih menggunakan seragam SMA nya, berlarian cepat masuk kedalam rumah sakit xxxxxxx dengan wajah panik, pesan yang dia terima dari handphone Nokia type 1112 benar-benar mengejutkan dirinya, sang mama masuk rumah sakit karena jatuh pingsan.
"Ada apa?"
Cakrawala membatin gelisah, sangat takut hal yang buruk terjadi pada mama nya.
Dia terus berlarian kearah depan, mengabaikan semua orang yang ada di sekitar nya, pemikiran nya berkacamuk menjadi satu, ketakutan besar menghantam dirinya.
Dia paling takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada mama nya, bayangkan bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi pada mama nya, Cakra pikir mungkin dia bisa gila.
Mama nya mungkin merupakan Perempuan paling cerewet yang pernah dia kenal di dunia ini, satu-satunya orang yang sering mengajak nya berdebat jelas Perempuan tersebut, kadang Cakra harus diam-diam menangis karena mama nya, tidak jarang dia tertawa bahagia bersama mama nya, dan percayalah dibalik cerewet nya seorang ibu, tidak ada satu ibu pun yang ingin anak-anak mereka tidak sehat, tidak bahagia, tumbuh tidak baik dan terluka.
Temeng paling kokoh dalam hidup nya jelas adalah mama nya, meskipun terkadang menyebalkan, membuat dia sering kesal karena ocehan nya atau segudang aturan yang membuat kepalanya berdenyut-denyut, belum lagi larangan ini itu, mewanti-wanti agar dirinya tidak salah mengambil langkah dan jangan salah mencari teman tapi mama nya jelas merupakan perempuan yang selalu berada di garda terdepan yang melindungi dirinya.
Mama nya merupakan perempuan terbaik yang menjadi cinta pertamanya.
lalu bagaimana bisa dia hidup tanpa Mama nya jika sesuatu yang buruk terjadi pada perempuan tersebut?!
Cakra terus melangkah kearah depan, dengan nafas tidak beraturan dan jantung yang berdetak begitu kencang, laki-laki muda tersebut terus bergerak tanpa memikirkan apapun yang ada disekitar nya, hingga pada detik berikutnya ketika lari kencang nya nyaris tidak terkendali, bola mata Cakra seketika membulat saat dia tanpa sengaja menangkap satu sosok kecil dan mungil yang muncul begitu saja, berlarian terpatah-patah, bersusah payah melesat kearah dirinya, membuat beberapa orang terkejut dengan langkah nya, entah dari mana datangnya.
Cakra spontan mencoba mengerem lari nya, nyaris menabrak gadis kecil yang usia nya mungkin baru 1½ tahun atau ah entahlah dia tidak bisa menghitung nya, dia bukan laki-laki yang tahu usia anak-anak, dan....
Entah bagaimana caranya Cakra refleks meraih tubuh gadis tersebut dan memasukkannya kedalam pelukan nya.
"Oh astaghfirullahul'adzim"
Jantung Cakra berdenyut tidak menentu, memeluk si kecil mungil dengan cepat, membuat orang disekitar ikut tercekat.
"Pap....pa..."
Satu kata terdengar dari bibir mungil tersebut, kemudian tertawa terbahak-bahak, dibalik gigi yang baru hadir beberapa biji, dia menatap Cakra yang dimana laki-laki tersebut menatap dirinya.
Gadis kecil dengan kuncir kuda nya, bola indah dengan pipi chubby nya, mencoba menyentuh Cakra dan terus memanggil Cakra dengan sebutan,
Kemudian kembali terdengar gelak tawanya.
"Senjakala...."
Satu suara panik Terdengar dari belakang sana, seorang laki-laki seusia papa Cakra berlarian mendekati mereka.
"Allahuakbar, maaf nak"
Secepat kilat laki-laki tersebut mencoba meraih tubuh gadis kecil tersebut dari tangan Cakra, tapi alih-alih bisa mendapatkan nya, gadis tersebut memeluk Cakra dengan erat, menangis enggan melepaskan nya.
"Sayang disini papa, senjakala..."
Cakra jelas saja bingung, gadis kecil tersebut sama sekali tidak mau melepaskan nya, menangis histeris saat laki-laki dihadapan nya mencoba meraih gadis itu.
"Maaf, bapak siapa?"
Cakra bertanya sambil terus memeluk bocah kecil itu, bertanya cepat untuk memastikan jika laki-laki dihadapan nya memang benar keluarga gadis kecil tersebut.
"Saya ayah nya"
Satu daun jatuh di antara milyaran daun di atas sana, diiringi jutaan bintang yang menyambut dengan suka cita, alunan melodi dan musik penghantar pertemuan antara dua anak manusia dan walinya.
Hari ini pertama kali Allah SWT mempertemukan aku dan kamu dalam peristiwa yang sudah saling kita lupa.
Sejatinya tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua yang terjadi di alam ini atas izin dan kehendak Allah.
Tidak ada daun yang jatuh, atau pasir yang bergeser di lautan tanpa izin Allah. Semuanya ada dan dalam genggaman Allah SWT.