Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Sembari menunggu


Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu,


Lubuklinggau, 15 November 2022.


Mak sambil menunggu Senja dan Cakra update yang mau boleh melintir ke novel ini Mak, dijamin bikin baper juga, bucin dan jangan lupa siapkan tisu nya, pembelajaran hidup banyak banget disini, ke Istiqomah'an juga bagaimana sabar nya menghadapi hidup.


Kisah Casanova tobat ketemu gadis muslimah TAMAT yah Mak.


jangan takut baca hingga akhir, dari Episode 2 sampai dengan 148 saja, tapi Mak author jamin pembelajaran didalam nya akan berguna untuk dunia akhirat.


Cari profil Mak author atau di beranda NTUN atau manga Ntun ketik judul GADIS PILIHAN TUAN PENGUASA SEASON 2.



*****


Gao boleh marah saat uluran tangan nya tidak disambut, gadis itu hanya menyatu kan telapak tangan nya sambil tersenyum kearah nya


Tradisi macam apa?


alasannya karena dia bukan sejenis nya, apa itu bahasa luar angkasa atau bahasa sansekerta ??? apa tadi? wait...!!!


"Maaf, bukan mahram nya"


yah mahram! apa juga itu?


Entah itu tradisi dari dunia mana dia tidak paham, apa itu aturan baru dari negara ini? rasanya dia fikir tidak ada, bahkan semalam dia baru tidur dengan gadis Indonesia. Bahkan aturan dari mana yang tidak memperbolehkan tangan laki-laki dan perempuan saling menyatu? sedangkan tubuh saja bisa menyatu dengan sempurna ketika ber cinta, bagaimana bisa tangan tidak bisa saling menyentuh?.


Oh my...ajaran mana lagi itu??.


Rutuk Gao dalam hati, bola matanya menggelap Seketika, dan dia merasa baru kali ini seorang gadis tidak mau menyentuh diri nya padahal jutaan manusia dengan sebutan perempuan itu setiap kali melihat dirinya terus berlomba-lomba ingin menyentuh nya bahkan berlomba-lomba pula ingin merasakan kehangatan dirinya serta bisa tidur dengan nya.


Ok kamu cukup beruntung karena pandai bicara manis dan membuat ku tersentuh, kalau tidak entah jadi apa kamu hari ini


oceh Gao dalam hati.


dan bagaikan sebuah tantangan baru, dia menatap Ayana dengan penuh tatapan mengerikan, dia fikir.


don't mention he name if he can't get this girl in 1 week (jangan sebut nama nya jika dia tidak bisa mendapatkan gadis ini dalam 1 minggu).


sedangkan Ayana tidak begitu memperhatikan ekspresi Gao, dia terus mendengarkan penjelasan Zoe sang asisten.


dan


sejak tadi Gao tidak fokus dengan apa yang dijelaskan sang sekretaris, tatapan nya mengunci ke Ayana sejak tadi, tidak bisa lepas bahkan kepalanya depenuhi pemikiran-pemikiran kotor.


jemari yang indah, pipi yang chubby, bulu mata yang lentik, bola mata yang bulat sempurna, lesung pipi yang menggemaskan saat tersenyum, bibir yang ranum, dada yang berisi , pantat yang penuh dan.


whattt ???? oh my God!!!!


pandangan nya Seketika ke bawah.


dia memijat keningnya Beberapa kali juga menekan keras pelipisnya bahkan mencoba merebahkan tubuhnya ke sandaran kursi sofa


dan Ayana menatap bingung ekspresi Gao, dia fikir laki-laki ini seperti nya sakit.


"Apa anda baik-baik saja, mister?"


"Saya fikir ada sesuatu yang salah dengan anda mister, apa kita hentikan saja pertemuan nya? langsung masuk pada puncak pembahasan nya, mungkin langsung menandatangani kesepakatan nya?"


Ayana bicara lembut sambil ekspresi nya terlihat begitu khawatir menatap Gao.


dan tatapan khawatir itu belum pernah dia lihat kecuali dari mata mommy nya ketika dia terluka atau bahkan melakukan kesalahan hingga di marah oleh Daddy nya.


"Kita langsung menandatangani dokumen nya, untuk beberapa pembahasan lainnya, mungkin kita bisa menundanya lebih dulu dalam beberapa hari kedepan"


Oh honey...i get you (Oh sayang aku mendapat mu)


bukankah cukup menjadi alasan yang tepat untuk membuat pertemuan baru di waktu berbeda dan di tempat berbeda? yang mungkin bisa mengarahkan mereka ke tempat yang lebih romantis juga intim? dengan sedikit rayuan gombal dari bibir indahnya serta bermain-main dengan sapuan tangan nakalnya.


****...


Gao benar-benar tidak sabar menunggu waktu itu tiba


"Baiklah"


Ayana tampak mengangguk pelan, terus menatap wajah Gao dengan sejuta kekhawatiran


"Saya rasa anda perlu kedokter ,mister"


ucap Ayana cepat


"oh tentu, saya benar-benar butuh dokter khusus untuk menangani kondisi saya saat ini"


"ya?"


Ayana tampak kaget, bertanya dengan perasaan bingung ke arah Gao.


dengan gerakan cepat Gao menandatangani semua berkas-berkas nya kemudian menunggu Ayana juga ikut menandatangani berkas nya.


"Apa perlu saya rekomendasikan dokter untuk anda, mister?"


setelah selesai, Ayana bicara cepat ke arah Gao.


"Nope, khusus penyakit satu ini, saya butuh dokter khusus Miss Ayana"


ah


Ayana cuma mengangguk pelan dengan perasaan sedikit bingung, dia fikir apakah laki-laki ini benar-benar tengah sakit???.


"Bahkan anda bisa menjadi dokter khusus untuk penyakit seperti ini"


Gao bicara sedikit menggoda sambil mengedipkan sebelah matanya


seketika Ayana mengerjapkan matanya beberapa kali karena kaget.


"Ya?"


seakan tidak peduli dengan ekspresi gadis itu, Gao tampak tersenyum senang lantas meninggalkan Ayana dengan sejuta tanda tanya besar di kepalanya.


"Maksudnya?"