
POV April.
Bola mata gadis tersebut tercekat saat melihat kak Rudi nya, memilih langsung memutar melewati pintu belakang saat melihat laki-laki tersebut memilih melesat pergi menuju ke belakang saat keluarga kakai ipar nya datang.
Kak Rudi?!.
April bergumam didalam hati.
Berapa tahun tidak melihat laki-laki tersebut dia hampir lupa, tidak pernah pulang-pulang waktu dia masih SMP dan kak Senja nya SMA, Mak Begitu marah dan murka waktu tahu kak Rudi nya suka sama kak Senja
Tapi dia sering ditelpon Rudi, karena itu tidak begitu histeris kak Rudi nya hari ini datang, laki-laki tersebut beberapa kali bertanya soal Mak dan bapak nya.
Mereka tidak tinggal Lubuklinggau kala terakhir bertemu, tapi tinggal di Prabumulih Sumatera Selatan, wajar saja banyak yang tidak mengenal kak Rudi nya di kota Lubuklinggau.
"Kak..."
Dia selalu memanggil laki-laki itu kakak, beda dengan Senja yang lebih suka manggil laki-laki tersebut Abang.
April mengintip dari balik tiang kayu, menatap kak Rudi nya yang berjalan mendekati pintu belakang.
"Assalamualaikum"
Laki-laki itu semakin tampan termakan usia, kata orang makin tua makin matang, usia nya belum tua benar, tapi selisih nya cukup jauh dengan senja, mungkin sudah mau kepala 3, April lupa menghitung tahun lahir nya.
Wajar saja dulu kak senja nya jatuh cinta sama laki-laki dihadapan nya itu, kalau jadi artis mirip dengan Ji Chang Wook, aktor Korea yang digandrungi oleh dirinya.
Tapi...suami kak Senja nya juga tidak kalah tampan, seperti aktor Turki dengan wajah berbulu halus dan tubuh kekar besar tinggi.
Sulit memilih.
Batin April.
"kak.."
Dia ingin sekali memeluk laki-laki dihadapan nya itu tapi Rudi menggelengkan kepalanya dengan cepat, dia ingin sekali meneriaki namanya tapi laki-laki tersebut meletakkan jari telunjuk nya ke bibirnya seolah-olah berkata jangan pernah Bicara melampaui batasan nya.
"Kakak banyak berubah"
pada akhirnya April bicara, menatap wajah laki-laki dihadapan nya tersebut, memilih duduk di kursi sofa butut yang sudah sobek-sobek dibelakang rumah.
"Waktu yang terkadang mengubah seseorang Dek"
"Bapak tidak marah lagi sama kakak, tidak bisakah kakak pulang saja?"
Gadis tersebut bertanya sambil menggigit bibir bawahnya, menatap khawatir kearah Rudi, takut permintaan nya di tolak.
mendengar permintaan April, Rudi menggeleng kan kepala.
"Kakak sudah tidak bisa kembali, karena tidak ada alasan kakak untuk kembali sekarang, Mak masih membenci kakak, dan kakak masih punya persoalan yang harus diselesaikan"
Jawab Rudi cepat, dia kemudian memberikan gadis dihadapannya tersebut sesuai, paper bag kecil yang tidak tahu isi nya.
April bingung, antara ingin menjawab apa yang di ucapkan Rudi dan menerima apa yang diberikan oleh laki-laki tersebut, karena laki-laki tersebut membuat nya bingung, akhirnya April menerima paper bag cantik yang ada dihadapan tersebut sambil dia mengerutkan keningnya untuk menebak oleh-oleh apa yang diberikan kakak nya.
"bukalah kalau kakak sudah tidak disini"
Pinta laki-laki tersebut cepat.
April menganggukkan kepalanya.
"Naiklah ke atas, apakah semua nya sudah di turunkan? jangan sampai ada yang tersisa dari kenangan kita"
Tiba-tiba Rudi bertanya.
"Hanya satu di tengah rumah, Aku takut bapak marah"
"Bapak tidak akan marah, dia pasti sebenarnya sudah lupa"
Waktu Rudi menjawab begitu, April terlihat diam tidak bergeming.
"Naiklah dan turunkan sisa nya"
Ucap laki-laki itu lagi.
"Itu kenangan terakhir kita kak"
"Akan termakan waktu cepat atau lambat, jangan sampai Keluarga kakak ipar mu tahu kakak bagian dari kalian"
Lagi April diam.
"Hapus Kakak dari kehidupan kalian"