Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Kau dan Aku menjadi Kita


"Kepada tamu undangan dipersilahkan untuk berdiri"


"Kita akan menyambut kedua mempelai"


Dua pembawa acara yang berpengalaman dengan jam terbang tinggi nya terus menyenandungkan suara khas miliknya, sungguh pandai sepasang pembawa acara saling sahut menyahut antara satu dengan yang lainnya hingga menambah ceria suasana ngunduh mantu yang terjadi pada pagi hari ini.


Cakra dan Senja berjalan beriringan, menggunakan pakaian adat sumatera selatan, Palembang.



...(Hanya visual)...


Barisan kursi pertama di duduki barisan orang-orang penting tak terkecuali petinggi dan pejabat negara, tidak tertinggal para relasi bisnis dan pengusaha kelas atas ikut berada pada barisan susunan kursi pertama, kedua dan ketiga dimana di antaranya jelas adalah para anggota keluarga.


Tamu undangan berbagai macam kalangan berbaur menjadi satu didalam nya, tidak peduli mereka dari mana, yang di utamakan doa restu dan dukungan atas penikahan juga untuk memeriahkan acara.


Ribuan pasang mata berdecak kagum atas mahakarya yang ada dihadapan mereka, dari adat budaya yang ditampilkan, tarian memukau mata dan jiwa bahkan sepasang pengantin dengan kecantikan dan ketampanan yang paripurna.


Suara musik saling sahut menyahut bersama suara sang pembawa acara yang telah handal di bidang nya, ditambah indah nya lampu kelap-kelip yang menerangi ruangan gedung pesta pernikahan tersebut.


Ada satu penampilan yang sangat memukau yang membuat orang terdiam, senjakala gadis sederhana dengan kecantikan paripurna memiliki suara emas yang tidak diketahui banyak orang, dia menyenandung kan keindahan dari suara emas dan bibir indah nya lantunan suci ayat Al Qur'an, yang membuat orang berdecak kagum atas keindahan ciptaan Allah SWT dihadapan mereka.




Cakrawala baru tahu kelebihan istrinya yang tidak pernah dia sadari sebelum nya, pantaskah dia meneteskan air matanya?.


Dibalik tergerusnya kehidupan menjelang akhir zaman, sudah sedikit sekali ditemukan perempuan dan laki-laki yang pandai mengaji, maka boleh dibilang Cakra merasa beruntung saat tahu Senja dengan lancar menyenandungkan ayat-ayat suci Al Qur'an, mematahkan pandangan tentang tidak ada para calon istri dan madrasah anak-anak yang telah mempersiapkan diri dengan matang seiring berjalannya waktu karena pergaulan dan modernisasi jaman


Masih ada, yah masih ada para gadis yang mampu melakukan nya, diikuti pendidikan keluarga dan kedisiplinan dari para orang tua yang memisahkan anak-anak mereka pada kehidupan modern yang nyaris menjerumus kan anak manusia pada kehidupan kebarat-baratan diluar sana.


Setetes embun membasah wajah Cakra, senyuman penuh kebahagiaan melebar di balik wajah tampan dan rupawan nya.


Setelah selesai dengan segala acara adat sumatera selatan, Senja dan Cakra di tuntun untuk menukar pakaian, bersiap dengan pakaian modern yang telah di konsep sejak awal untuk mereka.


Kali ini jauh lebih lega, tidak harus menggunakan hiasan kepala yang rasanya cukup sesak dan menyiksa.


acara terus berlangsung hingga pada akhirnya mereka masuk pada puncak acara di mana mereka bersiap dalam pemotongan kue pengantin raksasa.


"kita akan melakukan pemotongan kue pengantin dimulai dari satu, dua....dan tigaa......"


suara pembawa acara menggelegar diiringi dengan suara musik yang saling beriringan dan sangat menyahut dalam keseimbangan menambah meriah acara pengunduh mantu tersebut.



sepasang pengantin berhasil memotong kue pengantin secara perlahan, menambah suasana ceria dan bahagia di antara keduanya.


godaan demi godaan terdengar dari bibir sepasang pembawa acara tersebut, tak ayal membuat Cakra dan senja kadangkala tertawa kecil, tersipu malu atau bahkan saling menoleh antara satu dengan yang lainnya.


hingga sampai pada satu sesi ciuman penuh cinta, di balik perasaan yang berdebar-debar yang sulit di ungkapkan dengan kata-kata.



...(Hanya visual)...


"untuk para tamu undangan kita telah menyiapkan bagian makanan di tiap meja makan..."


setelah acara selesai bisa didengar pembawa acara mulai mengerahkan para tamu undangan untuk menikmati berbagai macam hidangan yang telah disediakan di tiap sisi meja baik di sisi kiri dan kanan gedung pesta pernikahan tersebut.


hingga pada akhirnya para tamu undangan mulai menyerbu makanan yang ada di sana, menikmati satu persatu hidangan menu yang telah disediakan oleh tuan rumah.






*****


terima kasih untuk semua undangan yang hadir, semoga pernikahan senja dan Cakra Sakinah, mawadah dan warohmah.


*****


Kau dan aku pada akhirnya menjadi kita


Terhubung karena takdir yang telah di catat di lauhul Mahfudz.


Bila telah tersurat sebuah takdir


Kubimbing sama rindu yang bersemayam di hatimu


Aku bersujud di atas pertemuan ini


Yang Allah SWT menjadi saksi sebuah ikatan


Kita tak pernah sempurna


Ingat-ingatkanlah aku dengan cintaNya.