Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Jangan lakukan ini


Catatan \= Mak author 2 hari makin parah sakit nya🤧😭, tepar berat cuma tergeletak di atas kasur, semoga ga sampai masuk RS ya Allah🙏🏻😇. Benar-benar beban berat karena ninggalin readers yang nunggu update Novel Mak author kiri kanan, maaf slow update MAKKK, subhanallah sakit kata nya salah satu penggugur dosa, nikmati saja🤧😌.


*****


Begitu mendengar suara tembakan dari arah depan, seketika seisi rumah berhamburan keluar dalam keadaan panik, mencari tahu apa yang terjadi.


Cakra menggenggam erat telapak tangan Senja, tidak membiarkan istrinya bergerak lebih dulu, sebab tidak tahu ada kejadian apa didepan sana, takutnya hal buruk terjadi, sebab menurut pendengaran nya itu jelas adalah sebuah letusan senjata api, dia takut jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi di luar sana.


Papa Gunawan bergerak jauh lebih dulu, berhamburan keluar melihat apa yang terjadi, bola mata laki-laki tersebut membulat dengan sempurna saat tahu apa yang terjadi.


"Melisa Wulandari"


Suara nya pecah, kemarahan Menghantam dirinya, seketika bola mata laki-laki tersebut menatap kearah Rudi, yang duduk di bagian tiang raksasa teras yang menjulang tinggi, darah segar mengalir lembut dari kepala Rudi, laki-laki tua tersebut berhamburan mendekati Rudi dimana Vervita telah lebih dulu mendapatkan tubuh tidak berdaya tersebut, memeluk erat dirinya sambil menangis dan berteriak histeris.


Suara mobil sirine memecah keadaan, bisa dipastikan beberapa mobil bergerak masuk ke halaman depan bangunan mewah tersebut.


Seakan-akan sejak awal telah direncanakan dengan matang semua hal yang akan terjadi hari ini.


"Apa yang kamu lakukan?"


Tuan Gunawan bertanya, menatap nanar kearah Rudi, Laki-laki tersebut tidak berdaya, perlahan memejamkan bola matanya, tidak ada adegan lebai ala sinetron yang kata nya ditembak bisa membuat orang masih sempat-sempatnya menyampaikan pesan terakhir.


It's realita, kita hidup di dunia nyata.


Vervita menangis histeris, mengingat semalam Rudi bertandang ke kediaman nya dan memberikan pesan terakhir nya, dia tidak menyangka itu adalah pesan akhir yang harus dia dengar, saat laki-laki tersebut berkata,


"Setelah operasi seandainya gagal maukah mencari kebahagiaan dengan sosok sempurna yang lainnya?"


Laki-laki tersebut tidak memiliki keyakinan untuk bertahan, seolah-olah menyakinkan diri ini akan menjadi batas akhir hidupnya.


Vervita menggeleng kan kepala, berkata operasi Rudi tidak mungkin gagal, dia bilang semua pasti baik-baik saja, Rudi akan mendapatkan kesuksesan besar untuk operasi nya nanti, dia yakin semua baik-baik saja tapi Rudi bilang dia takut ada kemungkinan gagal.


Sejak awal dokter telah berkata, kemungkinan nya 50 banding 50.


"Aku akan menunggu, segagal apapun itu, aku akan menunggu di sini, di sudut kota ini, perasaan ku tidak akan berubah meskipun kamu bahkan melupakan ku dan meninggalkan ku"


Tapi kini.


"Akhhhhhhhhh"


Gadis tersebut tidak sanggup menahannya, dia berteriak dan menangis histeris, mencoba mengguncang tubuh laki-laki yang di cintai nya selama bertahun-tahun ini dengan setulus hati nya.



...(Hanya visual)...


dibalik Rudi merupakan penerus Dewantara, dia sama sekali tidak tahu, dia mencintai Rudi yang bukan siapa-siapa, Rudi yang tersenyum di hadapannya, menatap nya dengan tatapan hangat dan selalu menggenggam erat telapak tangan nya ketika dia terpuruk, Rudi yang selalu ada untuk nya meskipun tidak bisa memberikan cinta yang sama seperti besarnya cinta Rudi untuk Senja.


Dia menerima semuanya, tidak terbesit cemburu atau marah, karena bagi Vervita setiap orang memiliki kenangan akan cinta pertama mereka.


"Jangan lakukan ini pada ku, Bertahanlah, aku mohon bertahan lah, jangan lakukan ini pada ku, aku mohon jangan lakukan ini pada ku...."


Vervita terus bicara, memeluk tubuh Rudi yang mulai tumbang tidak sadarkan diri.


Entahlah seperti sebuah mimpi senja berdiri tepat dibelakang suami nya, dia masih bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi, mencoba mengintip kearah depan hingga bola mata perempuan tersebut tertuju pada sosok Rudi yang secara perlahan tumbang dilantai didalam pelukan seorang gadis yang tidak dia kenal.


"Akhhhhhh abang.....?!"


Teriakan histeris Senja memecah keadaan, bersamaan para dokter dan polisi yang berhamburan datang membagi tugas membawa tubuh Rudi dan Mell secara bersamaan.


******


Note \=


Ada yang tebak buah semangka, Rudi mati, Rudi selamat, Rudi bla bla, ada yang bilang kek sinetron ikan terbang akhirnya sad ending dll.


Loh loh loh kan ga ada yang pernah nyelam isi kepala author, kenapa langsung tebak terus bilang malas banget, skip dll. Sejak kapan novel Mak author bisa di tebak jalan ceritanya🤭, enjoy aja kalau udah tahu gaya nulis Mak author, ikuti Alur dan jangan lupa siapkan hati atas sesuatu yang kadang tidak terduga.