
Kembali pada Senja dan Cakra
Kamar hotel.
Cakra sejenak tersentak dari dalam tidurnya, dia menggeliat pelan dan mencoba untuk membiasakan bola matanya sejenak atas cahaya lampu kamar hotel mereka.
Laki-laki tersebut sejenak mengerjapkan bola matanya untuk beberapa waktu, dia kemudian meraba sekitar kasurnya, mencari tubuh istrinya disana, namun sayangnya beberapa kali dia menggerakkan tangannya dia tidak menemukan istrinya di sisi manapun disamping nya.
Cakra secepat kilat langsung membuka bola matanya tanpa berpikir dua tiga kali, mencari sosok istrinya dengan cepat.
"Sayang?"
tidak tahu kenapa tapi rasanya dia takut kehilangan saat ini, bola mata laki-laki tersebut benar-benar terbuka dengan sempurna, dia langsung menyusuri seluruh ruangan dan mencari Senja.
hingga akhirnya samar-samar terdengar suara air dari arah kamar mandi yang memercikkan suaranya menghantam lantai, laki-laki tersebut secara bergerak menuju kearah kamar mandi tanpa berpikir dua tiga kali.
Dia membuka pintu kamar mandi secara perlahan, mencari sosok perempuan yang mulai mengisi hari-hari nya belakangan ini.
"Sayang?"
Dia bicara dengan pelan, membuat Senja yang ada didalam kamar mandi terkejut setengah mati.
"Abang?"
Perempuan tersebut tengah mengguyur tubuhnya dengan percikan air hangat, merasa nyeri pada bagian bawah nya dan tidak nyaman, malam pertama...ah tidak...pagi pertama nyata nya sangat melelahkan dan membuat Senja tidak nyaman.
Mereka tidur hingga waktu Zuhur, memilih mengisi perut kemudian mandi, membersihkan diri dan sholat kemudian mengejar waktu Ashar, pada akhirnya memilih istirahat kembali dan kini pada akhirnya mereka bangun menjelang magrib.
hari pertama benar-benar sangat luar biasa dalam bulan madu mereka, mungkin ini lebih tepatnya sebagai waktu liburan, Senja pikir ini bukan masalah, tapi yang menjadi persoalan beratnya adalah rasa nyeri yang menghantam dirinya gimana dia merasa begitu tidak nyaman pada bilik kiri di bawah sana.
karena itu dia memutuskan untuk mandi air hangat yang katanya bisa meredakan nyeri, namun belum juga dia benar-benar menyelesaikan sesi mandi dan membersihkan dirinya juga mencoba untuk menyamankan rasa perihnya, kehadiran Cakra jelas saja mengejutkannya.
dia hanya menggunakan kain tipis lembut sutra untuk menutupi tubuhnya, seketika membuat Senja langsung membalikkan tubuhnya karena malu.
meskipun mereka telah sah menjadi sepasang suami istri bahkan telah melewati bulan madu bersama, di mana dia ingat laki-laki di hadapannya tersebut sudah tahu seluruh luar dan dalam dirinya, tapi tetap saja bagi seorang perempuan dia memiliki rasa malu yang begitu besar.
Senja mencoba untuk mencari handuk yang ada di gantungan di sisi kirinya, namun alih-alih mendapatkan handuk yang dia inginkan, tiba-tiba saja suaminya bergerak mendekati dirinya sembari bertanya.
"Apakah masih sakit?"
Yang ditanya seketika mengeluarkan ekspresi malunya, wajah Senja memerah sambil kedua tangannya mencoba menutupi tubuhnya.
"Ini baik-baik saja"
Ucap senja pelan, menundukkan kepalanya masih dengan perasaan malu atas apa yang mereka lewati pagi tadi, entahlah rasanya malu, begitu malu, mungkin ini efek normal seorang pengantin baru.
Cakra mengulumkan senyuman nya melihat ekspresi istrinya, pada akhirnya laki-laki tersebut berkata.
"Masih belum selesai mandinya bukan?"
Laki-laki tersebut bertanya pelan.
Yang ditanya mendongakkan kepalanya, menatap Cakra untuk beberapa waktu, dia kemudian mencoba mengangguk kan kepalanya.
"Kita bisa mandi bersama"
Ucap Cakra kemudian.
Tapi Senja terlihat gelisah.
Melihat kegelisahan istri nya, Cakra terlihat terkekeh pelan.
"Sayang aku tidak berpikir hingga sejauh itu, bukankah masih sakit?"
Laki-laki tersebut berkata dengan cepat.
"hubungan antara suami istri adalah hal yang dibolehkan dalam syariat. Suami dapat mendatangi istri dengan cara yang menyenangkannya, begitu juga istri dapat mendatangi suaminya dengan cara yang disenanginya, termasuk juga dengan mandi bersama, dan tidak melulu soal yang itu-itu saja"
Mendengar ucapan Cakra seketika membuat wajah Senja memerah.
Aishhhh dia sudah berpikiran yang tidak-tidak, seketika rasa malu menyeruak, saking malunya langsung masuk kedalam pelukan Cakra sambil memejamkan bola matanya.
Ahhhhh benar-benar memalukan bukan?!.
"Kita coba mengobati nya setelah mandi bersama"
Bisik Cakra kemudian sambil mengulum senyuman nya.