
Beberapa hari kemudian.
Masih di masa lalu.
Bola mata Gunawan menatap tajam dari arah luar mobil nya, kaca gelap menghalangi pandangan dari arah luar Ketika dia melihat seorang gadis ditarik paksa oleh seorang wanita yang dia tahu betul siapa sosok tersebut.
"Mell?"
Gunawan mengerut kan keningnya.
Gadis muda terlihat ditarik paksa, kening nya bahkan didorong dengan cara yang kasar, usia nya beberapa tahun di bawah Cakra, bola mata nya terlihat berkaca-kaca, bibir nya berulang kali berkata maaf, tapi tidak kunjung di perlakukan dengan baik.
Satu gadis muda lainnya berkacak pinggang, mencoba memperlakukan gadis satu nya didepan umum, terlihat sangat kesal dan marah.
"Kejam sekali, itu benar-benar definisi ibu tiri yang kejam"
Sopir Gunawan berguman pelan, menggelengkan kepalanya menatap iba kearah depan.
"bapak kenal dengan mereka?"
Gunawan bertanya pada sopir pribadinya.
"Itu istri dan putri-putri nya pak Anggara"
Sopir nya menjawab cepat.
"Saya tahu itu istri Anggara, dua nya lagi siapa?"
"Yang baju putih anak tiri nya Mell, putri kandung Anggara, yang baju pink anak kandung mereka berdua, kasihan pak, benar-benar menyedihkan, kisah mereka itu seperti Cinderella abad modern, teman istri saya bilang dibelakang pak Anggara Putri pertama nya sering diperlakukan tidak manusiawi, cinta bisa membutakan seseorang, percaya saja kalau putri nya diperlakukan baik-baik saja, definisi ibu tiri sejati pak"
Laki-laki di depan Gunawan berkata sambil mengehela kasar nafasnya.
di pusat perbelanjaan, didepan khalayak ramai, memperlakukan gadis muda dengan tidak manusiawi.
Miris.
"Meskipun desas-desus sering terdengar, tuan Anggara tetap percaya istrinya manusia berhati malaikat yang tidak akan menyakiti putri nya"
Lanjut laki-laki tua di depan Gunawan lagi.
"Bapak tahu semuanya soal keluarga Anggara?"
Gunawan diam.
"Orang-orang bilang, dia meninggalkan istrinya yang pertama untuk istri nya yang sekarang, istri muda melakukan hal curang untuk menghancurkan istri pertama, apa bapak tahu?"
Saat sopir nya berkata begitu, Gunawan jelas tahu, hanya saja enggan untuk ingin tahu.
Sedikit banyak Mell melakukan itu dimasa lalu, memilih Anggara dan meninggalkan Juna, siapa yang tidak tahu soal itu.
Karena Mell memilih laki-laki kaya dan meninggalkan Juna si laki-laki yang disangka nya miskin.
"Kisah mereka rumit sekali setahu saya, untuk masuk menjadi istri Anggara, dia menyingkirkan istri pertama Anggara dengan cara yang licik, dan anak Anggara dari istri pertama nya yah itu yang Perempuan muda tadi"
lanjut laki-laki tersebut lagi.
Sejenak Gunawan mengerutkan keningnya, dia ingat soal sesuatu.
"Bapak tahu siapa nama anak yang pakai baju putih?"
Dia bertanya dengan rasa penasaran yang tinggi.
"Neng jelita"
laki-laki dihadapannya tersebut menjawab dengan mantap, membuat Gunawan langsung membulatkan bola matanya.
"Dan apa bapak tahu?"
Lagi laki-laki didepan nya bertanya sambil menatap Gunawan dari kaca mobil tengah.
"Kata nya dia punya anak laki-laki bersama istri pertama nya, dan anak itu ada di luar kota"
Gunawan sama sekali tidak menampilkan ekspresi wajah nya, hanya mendengarkan saja.
"Saya tidak begitu paham kisah nya, teman istri saya yang bekerja jauh lebih lama tahu betul sejarah keluarga Anggara"
Setelah berkata begitu, sopir nya terlihat diam, tidak lagi melanjutkan kata-katanya.
Gunawan terlihat ikut diam, mengencangkan pegangan nya pada sisi samping mobil Sembari bola matanya menatap kearah Mell yang menarik paksa putri tiri nya agar masuk kedalam mobil yang baru saja datang mendekat.
Laki-laki tersebut pikir sepertinya ada banyak kisah yang tertinggal yang tidak dia ketahui di masa lalu setelah kematian Juna.