
Setelah mendengar kata 'Sayang' yang diucapkan Cakra, ada yang bisa merasakan bagaimana perasaan Senja?!.
Seperti ada sesuatu yang membuat dia melayang-layang di udara, terlalu cantik dan indah, membuat dia kehilangan kata-kata.
"Coba pilih salah satu yang paling kamu sukai, nanti bisa langsung di cetak oleh mereka, kita langsung kejar sebar undangan nya"
Kak Nabila mengejutkan dirinya, yang tengah menari-nari di udara.
"Ahhh, iya maaf kak"
Senja merona, menatap kak Nabila nya sejenak kemudian memperhatikan handphone perempuan tersebut.
Cukup lama Senja berpikir, memilih mana desain terbaiknya, sembari menggigit bibir bawahnya, dia ragu karena terlihat indah semuanya.
"Satu yang paling kamu suka, misalnya desain warna, tulisan dan bentuk yang paling kamu suka di antara mereka yang mana"
Tiba-tiba suara Cakra sudah ada di balik telinga nya, bicara begitu lembut dan menggoda, membuat dia gelisah karena jarak yang terpangkas saat pipi kiri laki-laki tersebut menyentuh lembut pipi kanan nya.
Senja tanpa sadar menoleh, nyaris menyatukan hidung kecil nya ke pipi Cakra.
"2 desain bisa, kan undangan nya ada sekitar 2500'an? nanti tinggal di bagi-bagi dua saja"
Kak Nabila nya menawarkan.
"Jangan takut memilih, semua hanya soal selera, begitu suka tangkap dan ambil, kamu akan terbiasa mengambil keputusan saat aku membutuhkan nya hmmm"
Lagi senyuman mengambang dibalik bibir Cakra, memberikan kode seolah-olah setelah ini tidak ada keputusan yang tidak mampir untuk dirinya, seakan-akan Cakra Berkata, seluruh persoalan dia membutuhkan Senja untuk memutuskan nya.
Kerjasama tim dalam pasangan suami istri, meminta pendapat antara satu sama lain untuk saling menghargai dan semakin mengikat keharmonisan dalam berumah tangga.
Senja pada akhirnya mengangguk kan kepalanya, dia kembali memindahkan pandangan nya, memilih salah satu dari sekian banyak desain yang dia sukai.
"Yang ini boleh?"
Dia melirik kearah Cakra.
Laki-laki tersebut melihat.
"Satu konsep?"
Tanya laki-laki tersebut cepat.
"agar terlihat konsisten, tidak plin plan dalam pilihan"
Senja menjawab pelan.
Cakrawala seketika mengulumkan senyuman nya, sangat suka mendengar Jawaban Senja.
Entah tertuju pada undangan nya atau kata-kata Senja yang konsisten pada pilihan nya, Cakra langsung setuju dan mengangguk kan kepala nya.
"Yang ini saja"
Dia bicara pada Nabila.
perempuan itu tersenyum, sekali lagi mencoba menyakinkan diri.
"Keep yang ini? deal yah, kakak langsung minta cetak yang ini"
Ucap Perempuan tersebut cepat.
"He em"
Jawab Senja mantap.
"Kami akan pergi sekarang, bantu kami sisa nya kak, aku mengandalkan kakak"
Cakra pada akhirnya bicara, pamit pada kakak perempuan nya, dia menyalami Nabila diikuti Senja.
Cakra memang sudah tua, tapi etika dan tata cara dalam agama dan tata krama masih di pegang teguh pada keluarga mereka di antara tumpukan pergaulan kota dan kemajuan zaman yang nyaris terkikis masa.
Masih dia menjadi kecil dan menyalami orang yang lebih tua, dimana anak-anak sekarang banyak yang melupakan bagian ini seiring berjalannya waktu dimana sopan santun telah terkikis krisis etika karena tergulung jaman yang menuju kehidupan ke barat-barat'an.
Senja mengikuti langkah Cakra menyalami kak Nabila nya, sejak awal menampilkan kesopanan yang telah jarang dimiliki para anak gadis di jaman now, dimana datang dan pergi tanpa mengucapkan salam apalagi mencium tangan.
Seulas senyum bahagia menghiasi wajah Nabila, memberikan satu pesan yang selalu diucapkan oleh orang yang lebih tua.
"Hati-hati dijalan, jangan ngebut-ngebut dan sampaikan salam pada para anggota keluarga"
"Ya kak"
"Ya kak"
Sepasang suami istri tersebut menjawab cepat.
*****
Semoga anak-anak kita tidak krisis etika di tengah pergaulan yang semakin lama semakin membuat resah kita.
Jadi ingat adek cowok Mak author, usia nya sudah mau 26 tahun, tapi kalau mau pergi tetap menjaga etika, cium tangan dan selalu berkata assalamualaikum ce, aku berangkat, do'akan hari ini lancar.
Ah semoga tetap rendah hati dan jaga adab dengan orang yang lebih tua❤️.