Senja Di Atas Cakrawala

Senja Di Atas Cakrawala
Wicked Stepmother (Ibu tiri yang jahat)


Disisi lain.


Tempat tinggal utama Anggara dan Mell.


Kamar Riana.


Pranggggg.


Terdengar pecahan kaca memecah keadaan dari lantai atas, dua pelayan rumah seketika terdiam dan berhenti dari tugas mereka, mendongakkan kepala mereka menuju ke lantai atas.


Ekspresi wajah mereka Sulit dijelaskan, tapi sepertinya memang sudah jadi kebiasaan anak manja berjuluk tuan putri tersebut, dimana kalau marah sifat mengerikan nya muncul dan menyusahkan banyak orang.


Terlalu berbanding terbalik dengan almarhumah Jelita, perempuan tersebut dulu dianggap tuan putri sesungguhnya, sayang dia Cinderella abad nyata, hidup bergelimangan Harta ditangan ibu dan adik tiri yang kejam, beruntung di persunting putra Gunawan, menjadi tuan putri sesungguhnya di keluarga tersebut, tapi sayang usia nya tidak panjang.


Dan kekejaman ibu dan adik tiri tidak pernah disadari tuan Anggara, terlalu sibuk dengan pencarian pundi-pundi rupiah hingga lupa perkembangan anak sendiri, mereka tidak berani buka suara, pekerjaan jauh lebih berharga dari pada terlalu dalam ikut campur dengan urusan majikan nya.


Setelah kematian nona Jelita mereka, sejuta sesal terasa, andaikan saja mereka bicara dulu ...?!.


Ah sudahlah.


Mengingat masa itu membuat mereka merasa bersalah.


Ditengah pemikiran mereka, nyonya Mell bergerak dari depan berlarian kearah tangga, mengoceh sambil menatap kesal kearah dua pelayan tersebut.


"Ada apa lagi ini?"


Nenek sihir berjuluk Wicked Stepmother sang ibu tiri jahat Cinderella itu mulai bicara dengan ekspresi wajah yang membuat jijik siapa saja yang melihatnya.



Para pelayan sering berpikir, kapan nenek sihir akan binasa? terlalu abadi hingga hari ini, membuat siapapun melihat nya bergidik ngeri.


Mell berlarian ke atas, bergerak menuju ke arah kamar putrinya, ingin tahu apa yang terjadi pada Cinderella abad modern kesayangan nya.


Anak gadis yang terus dimanjakan nya tersebut tampak tidak baik-baik saja, menghilang beberapa hari ke luar kota, pulang-pulang malah seperti orang gila.


"Ada apa?"


Wanita tersebut mengerutkan keningnya, bertanya pada Riana sambil menatap ke sekeliling kamar yang dia masuki.


"Oh my god, kamu memecahkan Gucci limited edition dari Jepang, harga nya setara dengan gaji pembantu kita selama 20 tahun penuh, kamu pasti sudah gila, sayang"


Dia terlihat terkejut, menatap Gucci dari negeri matahari terbit tersebut, menatap dengan bola mata yang nyaris melotot keluar.


1.500.0000 x 20 tahun ( 240 bulan) \= 360.000.000 (Kalkulasi rupiah).


Riana mengeratkan rahangnya, semakin marah mendengar ucapan Mama nya, meraih satu guci keramik kecil dan melempar nya ke arah dinding berlawanan arah, tepat di sisi kanan mama nya.


Jelas saja sikap seperti itu sangat kurang ajar, tapi bagi Mell dia tidak bisa mengontrol kemarahan putri nya, akibat terlalu dimanja dia menciptakan karakter mengerikan untuk Cinderella abad now kesayangan nya.


Mell terkejut, menaikkan kedua tangan nya dan hampir menutup telinga nya dengan kedua belah telapak tangannya.


"Apa kau sudah gila?"


Mell berteriak histeris, cukup kesal dan marah, dia pikir bagaimana putri nya makin lama makin melampaui batasan nya?!.


Salahkah didikan nya selama ini?!.


Tentu saja salah, andaikan dia cukup tahu diri, rebung tak jauh dari rumpun nya, bagaimana didikan ibu begitu pula anak-anak nya, karena madrasah utama anak-anak jelas adalah ibu mereka.


Jangan menyalahkan orang lain jika anak-anak bersikap sama seperti madrasah pertama nya.


"Mama lihat? Cakra sudah menikah, sudah menikah, menolak Riana dan memilih gadis kampung miskin yang dipungut entah dari mana"


Riana berteriak tidak kalah histeris, menatap mama nya dengan berlinangan air mata.


Mell jelas terkejut, dia membulatkan bola matanya.


"Apa?"


Dia bertanya dengan tatapan tidak percaya.


Bukankah Niar berkata akan melancarkan perjodohan putra dan putri mereka? menyusun Rencana untuk pernikahan Cakra dan Riana? lalu kenapa sekarang?!.


Mell terlihat memundurkan langkahnya, dia pikir ini pasti ulah Gunawan, laki-laki tersebut memang tidak menyukai dirinya, karena kenangan masa lalu dimana Gunawan begitu memasang jarak dengan dirinya.


Pernikahan Jelita dan Cakra dulu nyaris terhalang, karena laki-laki tersebut pikir Jelita putri kandungnya, tapi saat tahu siapa Jelita, laki-laki tersebut menarik Jelita keluar dari kediaman Anggara dan menyayangi jelita persis seperti putri kandungnya sendiri.


Kau ..!!.


Wanita tersebut mengeratkan rahangnya sembari mengencangkan genggaman tangan nya.


Dia pikir dia harus menemui Gunawan sekarang juga.