
~Masih disituasi yang sama.
"ITU SEMUA GARA-GARA LO!! GARA-GARA PERASAAN LO ITU MEMBUAT GUE KEHILANGAN ALINA!!" Teriak Tony.
"Apa?!" Nara mengerutkan alisnya ketika mendengar penuturan dari Tony.
"Ya! Gara-gara lo yang hampir setiap hari ngejar-ngejar gue, gue kehilangan Alina perempuan yang gue cintai!!" Tegas Tony kembali.
"Siapa Alina? Aku gak pernah menghilangkan Alina." Elak Nara, yang merasa dirinya tak pernah melakukan apa-apa.
"Dasar bodoh! Lo udah bikin Alina pergi jauh, dan dia hindarin gue cuman gara-gara merasa gak enak sama LO! GUE BENCI LO NARA! MULAI SAAT INI, KITA PUTUS!!"
Nara megepalkan kedua tangannya menahan rasa amarah. Air matanya terus mengalir di pipinya. Ia tak mengira, lelaki yang selama ini ia kejar dan ia cintai membencinya sebesar itu. Awalnya Nara tak terima dengan perkataan Tony, tetapi ia mulai menyadari akan satu hal yaitu cinta tak harus memiliki, dan cinta juga tak bisa dipaksakan. Dengan berat hati, Nara menerima itu semua dengan lapang dada.
"Oke, aku terima kata putus mu. Aku juga ingin mengakhiri hubungan ini yang tak pernah kamu harapkan." Nara menghapus air matanya lalu tersenyum simpul pada Tony. Mendengar kalimat yang dilontarkan Nara, Tony merasakan sesuatu yang mengganjal dihatinya. Ia merasa sakit melihat senyuman Nara yang begitu tulus menerima kata putus nya.
"Apa gue keterlaluan ya sama Nara? Ah... Tidak-tidak! Dia pantas untuk itu." Gumam Tony dalam hati yang menepis rasa bersalahnya.
"Bagus deh kalo lo nyadar diri! Mending lo pergi aja deh dari sini!" Perempuan yang berada di dekat Tony ikut andil dalam menghakimi Nara.
"Desi!!" Gerutu Tony pada perempuan disampingnya yang bernama Desi. Tony tak ingin urusannya di ikut campuri.
"Ck... Kamu ini, Yaudah aku tunggu kamu di ruang tamu yah sayang... Muach." Desi mengalah dan pergi ke ruang tamu. Meninggalkan Tony dan Nara yang masih di taman belakang.
"Lo mending pergi dari rumah gue!" Ucap Tony memalingkan wajahnya.
"Oke gue pergi sekarang. Tapi ingat, jangan menyesali perbuatan lo ke gue!" Nara lalu pergi meninggalkan rumah Tony.
"Ck, Menyesal?! Gak mungkin!!" Tony tersenyum dengan kecut melihat kepergian Nara.
FLASH BACK OFF
"Aku benci dengan perasaan itu! Aku tak mau lagi berhubungan dengan cinta. Sudah cukup aku merasakan rasa sakit yang membuatku menjadi lemah!" Nara membenamkan kembali kepalanya di bantal untuk menghilangkan rasa sesaknya.
Beberapa kali Nara mencoba untuk menghilangkan semua memori yang menyakitkan itu, tetapi tetap saja ia tak bisa. Ia masih menyimpan sedikit rasa pada Tony sampai saat ini. Ya! kata orang-orang benar, jika cinta pertama itu sulit untuk dilupakan. Rasa cinta yang Nara rasakan, membuatnya menjadi lemah. Ia tak mau hal itu terulang kembali.
Sejak kejadian itu, Nara menutup hatinya rapat-rapat. Ia menghindari perasaan cinta yang pernah ia rasakan dulu. Nara yang memiliki kepribadian cuek dan tegas, ternyata memiliki hati yang sangat rapuh. Ia kuat dalam fisik, tetapi lemah dengan hatinya.
Masa lalunya itu hanya diketahui oleh Viana saja, hanya Viana lah yang tahu segalanya mengenai hal itu. Viana tahu, mengapa Nara selalu cuek dan bersikap dingin ke semua orang terkecuali pada dirinya dan keluarganya. Masa lalunya lah penyebab sikap Nara ini. Tak heran lagi bagi dirinya melihat sikap Nara kepada Dion tadi.
......................
🌻London, Inggris.🌻
Di sebuah bar yang terkenal di kota london, bernama Mark's Bar. Disana terlihat tiga pria tampan yang sedang menikmati sebuah minuman beralkohol dan di temani beberapa wanita penghibur.
"Sayang, Ayolah... Kita nikmati malam ini." Ucap seorang wanita penghibur dengan nada yang terdengar sangat ****, berbisik kepada salah satu dari ketiga pria itu sembari duduk di pangkuannya dengan tangan yang meraba-raba di area dada bidang pria tersebut.
"Minggirlah! Aku tidak berselera hari ini..." Bantah pria itu sambil mendorongnya.
"Hey... Hey... Ada apa dengan mu Ansel? Tidak biasanya kamu seperti ini." Ujar temannya bernama Alex.
"Mood ku sedang buruk saat ini!" Ansel memijat pelipisnya yang terasa pening.
"Ada apa Ans?" Tanya Mark melihat sahabatnya yang terlihat sangat gusar.
"WHAT?! REALLY?" Alex dan Mark serentak.
"Kau akan pindah ke indonesia? Kenapa Ans?" Tanya Mark.
"Kau tau paman Mike?" Ucap Ansel yang di balas anggukan serempak Alex dan Mark.
"Paman Mike mengambil alih semua aset Daddy ku disini termasuk semua perusahaan Daddy." Ansel terlihat kesal mengingat pada pamannya yang sangat licik, yang berhasil merebut semua aset milik Daddy nya.
"WHAT?!" Alex dan Mark terkejut mendengar Hal itu.
Jumlah aset keluarga Ansel tak terbayangkan, Keluarganya cukup terkenal di london. Dengan beberapa puluh cabang perusahaan IT keluarga Ansel yang berkembang dengan pesat di negara london. Siapa yang tidak mengenal dengan Keluarga Wihama, yang banyak di segani di berbagai kalangan.
Abraham Wihama ayah dari Ansel, sangat terkenal akan kekejamannya di dunia bisnis. Abraham tak memandang bulu, ketika melihat lawannya. Tetapi, kini ia dihadapi oleh lawannya yang berasal dari keluarganya sendiri, yang tak lain sang adiknya Mike Wihama.
Abraham sebenarnya mempunyai beberapa cabang perusahaan IT di indonesia, tanpa sepengetahuan Mike. Maka dari itu Abraham memilih mundur untuk sementara dan merencanakan sebuah siasat untuk mengambil aset nya kembali.
"Itu tidak mungkin Ans! Selama ini paman Mike sangat baik padamu dan keluargamu." Seronoh Alex.
"Ck... Manusia berbulu domba itu hanya terlihat manis dari luar saja. Tetapi busuk dari belakang." Kesal Ansel.
"Aku sedikit tidak percaya, paman Mike bisa melakukan hal itu pada keluarga mu Ans." Ujar Alex.
"Tapi aku yakin Ans, Dad Abraham pasti merebutnya kembali. Kau tau sendiri kan ayahmu mempunyai ambisi yang kuat. Bahkan aku saja mengidolakan Dad Abraham." Ujar Mark sembari mengesap minumannya.
"Ya, aku juga berfikir seperti itu. Daddy tidak akan tinggal diam saja, dia pasti sudah merencanakan sesuatu. Yasudah, aku pamit dulu." Ansel berdiri dari duduknya tetapi di hentikan oleh Mike dan Alex.
"Tunggu Ans." Mike menghentikan langkah Ansel.
"Ada apa?"
"Kau akan berangkat kapan ke indonesia?" Tanya Mike.
"Lusa, aku akan berangkat."
"Hey bro!! Bagaimana dengan kuliah mu?" Tanya Alex.
"Pertanyaan macam apa itu?! Ya pastinya aku akan melanjutkannya di sana lah bodoh! Sudahkan, tidak ada yang bertanya lagi? Aku akan pulang." Ansel pergi dari bar milik sahabatnya itu Mark.
.......
Ilustrasi Tokoh Ansel Abryan Wihama
Seorang pria yang memiliki rupa yang sangat tampan dan digilai banyak perempuan. Umurnya 22 tahun, ia memiliki sifat yang sombong, arrogant, dan juga playboy. Banyak sekali wanita-wanita yang menjadi kekasihnya. Tetapi bagi Ansel itu semua hanya mainan nya saja, ia tak pernah menganggap semua wanita saat menjadi pacarnya serius. Kesenangan untuknya untuk bermain wanita.
Jangan salah sangka dulu! Walaupun Ansel playboy tetapi ia sangat menjauhi yang namanya ***. Ia tahu jika perbuatan itu sangat tidak bermoral dan merusak dirinya. Dan ia juga sangat di didik oleh keluarganya agar tidak melakukan hal-hal yang tidak bermoral seperti itu. Untuk meminum alkohol, Ansel hanya meminumnya jika ia sedang frustasi atau pusing saja.
Keluarganya berasal dari keluarga konglomerat. Ansel blasteran london dan indonesia, yang dimana ayahnya Abraham Wihama berasal dari london-inggris dan ibunya Riani Santoso Wihama berasal dari jakarta-indonesia. Di saat umurnya 7 tahun, Ansel tinggal di indonesia selama 5 tahun.
Dan ketika umurnya 12 tahun ia kembali ke london yang waktu itu Abraham harus mengurusi perusahaannya. Dan satu lagi, Ansel merupakan anak tunggal. Ia satu-satunya pewaris Abraham Wihama. Tetapi Ansel juga harus bersaing dengan sepupunya, yang tak lain anak dari pamannya yang licik Mike Wihama.