
#Happy Reading's🌻
.
.
.
Hari berikutnya, Nara sudah berada di ibu kota. Pikirannya tertuju pada ucapan ayahnya. Ia sangat bingung. Dirinya tak mau menikah dengan Ansel, tetapi ayahnya tetap memaksanya untuk menikah dengan Ansel.
"Huft... Aku harus bagaimana?!" Lirih Nara seraya berbaring.
"Aku masih sayang sama Bayu. Jika aku menerima pernikahan ini, bagaimana dengan Bayu?" Lirih Nara kembali memejamkan matanya.
Ia membayangkan bagaimana ekspresi Bayu jika ia sudah terbangun dari komanya dan mendapati Nara menikah dengan Ansel. Ah! Membayangkan nya saja membuat Nara sudah sesak. Sungguh, takdir seperti apakah yang di dapati Nara ini.
"Sudahlah... Nanti saja aku pikirkan itu." Nara pun tertidur.
Pagi harinya...
Nara terbangun. Ia melihat kearah jam di ponselnya, ia sangat terkejut karna jam sudah menunjukkan setengah delapan pagi. Ia terlalu memikirkan pernikahan dengan Ansel waktu malam sampai-sampai ia kesiangan untuk berangkat bekerja.
"Astaga! Aku terlambat! Setengah jam lagi masuk kerja!"
Nara langsung bangkit dari tidurnya dan terbirit-birit menuju kamar mandi. Ia tak mandi, melainkan hanya membasuh wajah dan menggosok gigi saja. Setelah itu bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
Sesampainya di kantor, terlihat semua orang tengah sibuk mondar-mandir dari lantai lain ke lantai lainnya. Nara yang melihatnya pun kebingungan dengan semua orang yang ada di kantornya.
"Tiara!" Panggil Nara memanggil Tiara.
"Iya? Ada apa Nara?" Jawab Tiara yang tengah terengah-engah.
"Ada apa memangnya ini? Kok semuanya sangat sibuk dan terlihat mondar-mandir?" Tanya nya.
"Ya ampun Nara... Kamu gak tau kalo hari ini CEO pengganti pak Edward akan masuk hari ini juga?"
"Apa?! Kenapa tidak ada yang memberitahu ku! Tunggu-tunggu... Bukankah CEO baru kita akan datang empat hari lagi? Kenapa tiba-tiba seperti ini?" Cecar Nara yang terlihat panik. Pasalnya ia tak tahu menahu masalah ini.
"Apa kamu tidak melihat chatting grup kita? Pak Tian memberitahu kita bahwa CEO baru kita akan memajukan kedatangannya." Jelas Tiara.
"Oh astaga! Aku tidak membuka data internet ku!" Nara menepuk keningnya.
"Oke, sekarang aku harus apa?" Tanya nya kembali. Kepalanya sangat pusibg saat ini.
"Kamu kan kepala bagian devisi produksi periklanan, jadi kamu yang akan menyambut CEO baru kita di ruang rapat nanti." Tiara melihat jam tangannya.
"Oh astaga! Lima belas menit lagi CEO baru kita akan datang. Aku harus mengurusi beberapa berkas. Nara, kamu langsung keruang rapat saja." Tiara pun langsung berlari ke mejanya.
Nara pun melangkah mengikuti apa yang di intruksikan oleh Tiara. Ia melihat ruang rapat disana sudah ada beberapa orang diantara nya para atasan atau ketua per devisi, manager, dan beberapa kolega yang bekerja sama dengan perusahaan Swift Corp.
"Selamat pagi..." Sapa Nara pada semua orang yang berada di ruang rapat itu.
"Pagi juga bu Nara..." Jawab sapaan semua orang.
Nara pun duduk di sebelah manager nya pak Tian. Ia membuka beberapa berkas. Lima belas menit pun berlalu, CEO perusahaan Swift yang baru sudah tiba di ruang rapat.
"Selamat pagi semuanya..."
Mendengar sapaan itu, spontan semuanya berdiri. Tak terkecuali Nara. Tubuhnya membeku melihat siapa sosok CEO baru itu. Hatinya berdegub sangat cepat ketika CEO baru itu memandang nya.
"Viana?" Lirih Nara terkejut melihat Viana lah CEO baru yang di maksud itu. Takdir mempertemukan mereka lagi dengan cepat. Bahkan luka di hati masing-masing belum mengering.
"Nara?" Batin Viana terkejut melihat Nara di hadapannya.
"Selamat pagi Miss..." Serentak semua orang membalas sapaan Viana. Viana tetap membeku, saling menatap dengan Nara membuat semua orang yang berada di dalam ruangan itu menatap mereka dengan bingung.
"Miss Viana..." Sekretaris Viana menupuk bahunya dan menyadarkannya.
"Eh ya! Mohon maaf..." Viana pun duduk di kursi kebesarannya. Sungguh terlihat arrogant jika melihat sikap dan cara duduknya.
"Kalian sudah tau kan saya ini adalah CEO baru di perusahaan Swift Corp? Dan ya, perkenalkan nama saya Viana Agata. Kalian bisa memanggil saya Miss Viana. Saya harap dengan menjabatnya saya disini sebagai CEO baru kalian, perusahaan ini akan berkembang sangat pesat. Saya ingatkan satu hal, jika ada salah satu dari kalian atau karyawan lain melanggar aturan atau norma perusahaan ini akan saya pecat. Apalagi sebuah pengkhianatan!"
"Kami mengerti Miss Viana." Serentak semuanya.
Mata Nara terlihat berkaca-kaca. "Lo udah berubah Vi..." Nara tersenyum getir memandang Viana dengan narnar.
"Baiklah, hanya itu saja yang saya sampaikan. Saya ingin ketua perdevisi perusahaan ini mendatangi saya di ruangan. Saya ingin melihat data performa kalian. Sekretaris saya akan memberitahu kalian, kapan akan datang ke ruangan saya. Terimakasih." Viana bangkit dari duduknya dan pergi menuju ruangannya.
Sesudah semua orang di beritahu jadwal mereka untuk keruangan Viana, mereka pun kembali keruangannya masing-masing.
"Jadwal ku menemui Viana sehabis makan siang. Huft... Aku harus bagaimana menghadapi mu Viana. Aku yakin, pasti kamu belum memaafkan aku." Gumam Nara.
Makan siang pun berakhir, kini Nara bersiap-siap membereskan berkas-berkas yang ingin ia tujukan pada Viana. Ia beberapa kali menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Nara sampai di ambang pintu ruangan Viana. Ia mengetuknya. Dari dalam, Viana menyuruhnya untuk masuk. Nara membuka knop pintu, ia melihat Viana sedang memeriksa beberapa berkas. Ia melihat Viana sangat cocok dengan profesinya sebagai CEO.
"Selamat siang Miss... Saya ketua devisi produksi periklanan ingin memberikan beberapa berkas performa devisi kami." Ucap Nara seraya menyerahkan beberapa berkas pada Viana. Ia berusaha untuk bersikap profesional.
Viana menghentikan kegiatannya dan mengalihkan pandangannya pada Nara dan beberapa berkas di hadapannya. Ia mulai membuka berkas-berkas yang diberikan Nara.
"Apa ini?! Devisi mu hanya meningkat 30 persen saja?! Sedangkan aku melihat kinerja devisi lain sangat cepat. Mereka bisa meningkat 50 persen! Apa kau tidak bisa meningkatkan kinerja mu lebih baik dari ini?!" Ujar Viana dengan tegas.
"Mohon maaf sebelumnya miss, itu adalah performa dari ketua devisi sebelumnya. Saya baru beberapa minggu ini di angkat sebagai ketua devisi. Sebelumnya itu hanya meningkat 10 persen saja. Dan saya sudah berusaha meningkatkan performa devisi saya." Jelas Nara.
"Saya tidak peduli jika ini performa dari ketua sebelumnya atau pun bukan. Sekarang kamu lah yang memegang nya! Jadi ini sudah menjadi tanggung jawabmu untuk meningkatkan performa mu di devisi mu!" Gertak Viana tegas.
"Saya minta maaf miss atas ketidak becusan saya dalam bekerja." Nara mengepalkan kedua tangannya di sela-sela kepalannya. Hatinya begitu sakit, walau ini hanya ke profesionalan saja.
"Saya tidak butuh maaf kamu! Pergilah! Minggu besok kamu harus tingkatkan performa mu ini lebih dari ini!" Tegas Viana menatap Nara tajam.
Nara maju hendak mengambil beberapa berkas nya. Setelah dia dihadapan Viana, Nara mengucapkan sesuatu padanya.
"Bagaimana kabarmu?" Lirih Nara pada Viana dengan pelan, tapi masih terdengar olehnya.
"Menurut mu?" Tanya balik Viana.
"Kau sudah banyak berubah Vi..." Ucap Nara memeluk berkas-berkas nya.
"Kau yang mengubahnya!" Gigi Viana menggertak membayangkan kejadian malam prom night waktu itu.
"Tidak! Bukan aku yang mengubahnya! Kau sendiri yang mengubahnya. Andaikan kamu bisa mendengarkan penjelasan ku terlebih dahulu, pasti kita tidak akan seperti ini." Nada bicara Nara sudah gemetar.
Viana menutup matanya, menahan emosi dan kesedihan di dalam dirinya. "Pergi dari ruanganku! Jangan pernah panggil aku Viana! Panggil aku miss Viana! Kau bukan siapa-siapa ku. Kita hanya sebatas atasan dan bawahan saja! Tidak lebih dari itu!" Tutur Viana.
"Baiklah, aku akan menuruti permintaan mu miss Viana..." Nara menekankan kata miss Viana. Lalu ia pun pergi dari ruangan Viana.
"AAKHH!!" Viana membanting vas bunga di depannya.
"Aku membencimu NARA!"
.
.
.
TBC
Hallo Readers🙌🏻 Terimakasih sudah mendukung Author sampai tahap ini❤
Jika kalian suka dengan cerita novel bergenre Reinkarnasi, Time Trevel, Romansa Istana, Dan Fantasi Modern. Kalian bisa lihat Novel baru author berjudul:
AGEN K2 MELINTAS WAKTU MENJADI SELIR
Cerita ini mengisahkan tentang perjalanan dua sahabat yang berprofesi sebagai Agen. Mereka berdua terbunuh dan di beri kesempatan untuk hidup kembali menjadi selir raja yang kejam.
Yang satu menjadi selir tak di inginkan, yang satunya lagi menjadi selir yang lemah.
Yuk intip ceritanya di Novel baru Author😉 Kalian tinggal klik saja akun author dan ikuti kisah perjalanan dua sahabat itu🙌🏻