
Bab 1 – Hati yang terluka
Detak jantung Ayasha bergemuruh hebat, dan terasa sesak seperti di hantam oleh bongkahan batu besar di dadanya sendiri, sungguh ini sangat menyakitkan bagaikan di tusuk belati yang begitu tajam. Tak sanggup rasanya kedua netranya melihat pemandangan dua orang tanpa busana, saling berbagi peluh, mengejar kenikmatan surga dunia. Sesak!
“RAFAEL!!” teriak histeris Mama Rara, melihat anaknya berbuat mesum, wanita paruh baya itu geram ... kedua netra terbelalak dengan jelasnya.
Pria yang di panggil namanya menghentikan goyangan pinggulnya yang sedang menghunjam wanita yang di kungkungannya, pria itu langsung menoleh ke arah ambang pintu yang sudah terbuka lebar, begitu juga wanita yang ada di bawah pria itu, langsung kedua netranya terbelalak kaget, dan segera menutupi tubuh mereka berdua dengan bed cover.
“Mama ... Ayasha!” ucap lirih Pria itu dengan napas beratnya, masih tersenggal-senggal.
“ANAK DURHAKA, ANAK BRENGSEK!” teriak Mama Rara, wanita paruh baya itu pun berlinang air mata, lalu menarik lengan tunangan Rafael yang baru saja di ikat sebulan yang lalu, Ayasha Elshanum, gadis yang baru saja lulus sekolah menengah atas.
Ayasha sudah tak sanggup untuk menangis lagi, dan tak sanggup juga untuk berbicara hanya bisa menatap nanar ke arah ranjang ... gadis itu dan pria itu saling bersitatap dalam beberapa detik, hatinya sedang bergelut setelah menerima kenyataan pahit jika pria yang baru saja mengikat dirinya dalam acara tunangan, rupanya telah mengkhianati dirinya. Tanpa meluapkan emosi gadis itu memilih keluar dari apartemen tunangan nya tanpa mengeluarkan sedikit suaranya, walau Mama Rara sudah berusaha menahan gadis itu untuk tidak meninggalkan Mama Rara, namun tubuh gadis itu lebih kuat tenaganya menarik lengannya dari genggaman mama dari Rafael.
Sedangkan Rafael yang kepergok oleh mamanya sendiri serta tunangan nya langsung memakai boxer dan celana panjangnya, kemudian terburu-buru keluar dari kamarnya, sedangkan wanita yang berada di kamar masih terlentang dan menatap langit-langit. “Akhirnya waktu yang aku nanti kan datang juga,” gumam wanita itu, senyum tipis mengulas di wajah ayunya.
Bukannya semua orang harus tahu kan ... batin wanita berparas ayu itu.
PLAK!
PLAK!
Rafael pasrah di saat tangan mamanya melayang di pipi kiri dan kanannya, dan siap menerima risiko apa pun, dia tak akan mengelak.
“Kamu telah membuat hati mama sakit sekali, ternyata kelakuan kamu seperti ini, pantas saja kamu lebih memilih tinggal di apartemen ketimbang di mansion. Tega sekali kamu! Mama menyesal telah melahirkan kamu. Mama tidak menyangka kamu telah berzinah!” hardik Mama Rara, kedua netranya sudah basah dan memerah.
“Mama tidak perlu penjelasan dari kamu. Semuanya sudah kelihatan di depan mata mama sendiri!” balas ketus Mama Rara, wanita paruh baya itu mengambil tasnya yang ada di sofa, lalu keluar dari apartemen putra sulungnya, dengan membawa hati yang hancur berkeping-keping.
Kenapa mereka berdua bisa datang ke sini tiba-tiba dan bisa masuk ke apartement ... batin Rafael bertanya-tanya.
**
Gadis cantik itu duduk termenung di halte bus tak jauh dari apartemen Rafael, meratapi kisah cintanya yang sepertinya gagal di depan mata. Berulang kali gadis itu mengusap air matanya dan menekan perasaan sedih nya, tapi sepertinya tidak bisa di ajak kompromi. Dan sesaat tatapannya menatap cincin berlian yang masih tersemat di jari manisnya, semakin tersayat hati gadis itu.
Ingatan gadis itu kembali ke seminggu sebelum menjelang acara tunangannya, Ayasha di ajak mencari cincin oleh Rafael namun mereka tidak berdua, ada wanita itu menemani mereka berdua dengan alasan setelah membeli cincin mereka harus meeting dengan klien, dan wanita itu juga yang memilih cincin tunangan untuk Ayasha dan Rafael. Miris!
Mau marah tak bisa, mau menangis kejer pun gadis itu tak bisa, yang ada hanya mengurut dadanya yang semakin sesak luar biasa.
Sungguh siang hari yang sangat amat menyesakkan, Ayasha menerima pesan whatsapp dari tunangan nya yang bernama Rafael jika dirinya sedang sakit di apartemen dan minta di buatkan makanan, dan kebetulan Mama Rara juga ingin menjenguk anaknya setelah dapat kabar dari Ayasha, akhirnya mereka berdua datang berbarengan ke apartemen Rafael, dan sungguh kebetulan juga Rafael memberitahukan password apartemen nya, jadi bisa langsung masuk tanpa memencet bel.
Namun kedatangan mereka berdua bukan untuk melihat orang sakit, tapi justru melihat orang beradegan mesum di siang hari. Miris!
Sudah jauh-jauh hari sebenarnya Ayasha tidak yakin menerima Rafael sebagai calon suaminya, apalagi dengan rentang beda usia 12 tahun, Rafael kini berusia 30 tahun. Tapi berhubung Ayasha sudah di jodohkan dari kecil dengan pria yang masih terhitung saudara dari orang tuanya, dengan terpaksa menerima perjodohan tersebut sebagai tanda berbakti kepada orang tuanya. Tapi Allah sungguh terbaik hati dengan dirinya, sekarang dirinya dan mama dari Rafael dibukakan matanya untuk melihat kelakuan Rafael itu!
...----------------...
Halo Kakak Readers yang ganteng dan cantik ada karya baru Mommy Ghina, mampir yuk