
TOKO KUE GINA’S
Tidak ada keberhasilan yang instan, semuanya di mulai dari angka nol. Berawal belajar bikin cake dengan ilmu dari youtube, kemudian memberi beberapa buku resap. Belajar mengembangkan diri dari awal rasa tidak enak sampai dapat rasa yang enak.
Menerima pesanan cake dari tetangga, lalu berkembang membuka toko kue sendiri. Hingga kini Toko Kue Gina’s masih berdiri kokoh di kota Yogyakarta.
Wangi khas toko kue menyeruak di seluruh bagian toko, wangi yang sungguh mengunggah selera orang.
“Ini benar toko kue kamu, honey,” rasa tak percaya saat mobil mewah Edward terparkir rapi di depan halaman toko kue.
“Kenapa hubby gak percaya?”
“Bukan tidak percaya honey, tapi toko kamu ini termasuk besar. Aku gak menyangka aja,” semakin kagum pria itu dengan wanita yang dia rangkul erat pinggangnya.
“Masuk yuk hubby, di dalam ada cafetarianya, nanti hubby bisa tunggu di sana,” ajak Ghina dengan senyum manisnya.
Pria itu menuruti permintaan istrinya, ikut melangkah masuk ke dalam toko. Pria itu semakin tampak terpesona dengan isi dalam toko kue Gina’s. Beraneka ragam cake, roti di rak etalase. Sungguh luar biasa bisnis usaha wanita itu.
“Kamu sungguh membuatku terpesona,” bisik Edward.
“Mmm.........,” gumam Ghina.
“Aku tidak menyangka istriku hebat, punya bisnis sebesar ini di usia muda,” puji Edward.
“Ini juga berkat hubby juga kok.”
“Lok kok berkat aku. Aku kan tidak pernah andil apa-apa dengan bisnis kamu, honey.” Edward mengerutkan keningnya, tanda tanya besar, andil apa dalam bisnis toko kue Ghina. Sedangkan selama empat tahun mereka berpisah.
Ghina mengikis jarak antara mereka berdua, menatap teduh wajah tampan suaminya. Yang tak dapat di pungkiri mata karyawannya tertuju pada Edward ketika mereka berdua masuk.
“Jika kita tidak berpisah, mungkin aku tidak buka toko kue impianku. Dan berkat aku jauh dari hubby, aku menghabiskan waktu luangku untuk belajar dan menjalankan bisnis kue. Semuanya karena hubby tidak ada di sisiku, menjadikan aku belajar mandiri, berdirikari. Semua karena andil dari hubby. Tidak selamanya perpisahan membawa dampak buruk, nyatanya aku seperti ini, hubby,” ungkap Ghina.
Dalam setiap kejadian buruk tidak selamanya akan menjadi buruk, justru di saat terjatuh dan terpuruk, Allah menyelipkan sebuah kebahagiaan yang harus di gapai dan di raih, bukan hanya berdiam diri dan mengerutuk diri sendiri.
Itulah Ghina setelah kepurukan menimpa dirinya, tidak membuat dia terpaku dengan kepurukan tersebut. Coba bangkit dan melalui semuanya. Dan hal yang utama adalah di diri sendiri, bukan karena orang lain. Karena yang merasakan hanyalah diri sendiri, orang lain hanya bisa mendukung, pelengkap agar kembali semangat.
“Pasti saat kita berpisah, hal itu sangat berat buat honey,” ucap Edward sambil mengelus pipi istrinya.
“Berat atau ringan tergantung kita yang jalankan, kalau mau di bawa berat pasti akan terasa berat, tapi akan terasa ringan jika kita ikhlas menjalankannya. Karena ada satu keyakinan di hati, bahwa aku mampu melewatinya semua.” Ungkap Ghina.
Aku pun juga sayang, saat berpisah denganmu. Aku yakin suatu hari aku akan berjumpa denganmu, memilikimu kembali menjadi istriku sepenuhnya.
Menjalani hidup selama tiga tahun tanpa ada di sisimu sungguhlah berat, tapi dihatiku yakin.......jika dirimu hanyalah untukku seorang.
Edward sedikit menundukkan wajahnya, dan memajukan wajahnya ke wajah Ghina.
Cup
“Honey, wanita yang hebat,” puji Edward setelah mengecup pipi Ghina. Wanita itu membalasnya dengan senyum hangat, tak pernah menyangka suaminya yang arogant bisa berkata lembut dan bersikap mesra.
“Dan hubby, suamiku yang arogan,” jawab Ghina, sambil mengecup punggung tangan Edward.
“Arogan begini, aku selalu jatuh cinta padamu....,” dengan senyum hangatnya Edward mengecup kening Ghina dengan lembutnya.
Semua karyawan toko kue terasa iri dengan Ghina dan pria tampan yang sedari tadi dekat dengan Bu Bos mereka. Karena mereka belum tahu jika Bu Bosnya sudah menikah.
“Hubby, kenapa sih.....senang banget cium aku di depan orang banyak. Gak enak di lihat sama karyawan aku, sama costumer,” ujar malu Ghina, selalu mendapat perlakukan mesra dari suaminya.
“Kadang ada rasa harus di ungkapkan saat itu honey. Dan aku tidak ingin menyimpan rasa itu, agar kamu tahu apa isi hatiku, tapi khusus emosi atau amarah mungkin aku akan terus belajar mengendalikannya.”
“Baiklah kalau hubby maunya seperti itu, tapi jangan berlebihan ya. Karena isi hati orang tidak ada yang tahu, bisa saja ada yang iri melihat kemesraan hubby.”
“Lebihnya di rumahkan,” goda Edward.
Edward dan Ghina saling menautkan jari jemarinya, berjalan bersama saling berdampingan.
Ghina mengenalkan Edward suaminya kepada karyawannya. Dengan ramah Edward menyapa karyawan toko Gina’s.
Sekarang seluruh karyawan jadi tahu ternyata Bu Bosnya memiliki suami yang sangat tampan.
“Hubby mau tunggu di cafetaria atau di ruang kerjaku?” Tanya Ghina saat mereka berdua sudah berada di ruang kerja Ghina.
“Aku temanin honey di sini aja,” ujar Edward menghempaskan bokongnya di atas sofa.
“Ya sudah, aku buatkan jus sama beberapa makanan dulu.....biar hubby anteng nunggin aku kerja ya,” ujar Ghina.
“Boleh honey, minuman yang segar ya,” pinta Edward.
“Siap Bos,” Ghina segera ke dapur. Membuatkan jus stawberry, jus alpukat serta salad sayur, dan kentang goreng plus spicy wing, menu yang ada di cafetarianya.
Tidak banyak memakan waktu lama, Ghina kembali masuk ke dalam ruang kerjanya dengan salah satu karyawan yang membawa nampan berisi makanan dan minuman.
“Hubby mau jus stawbery atau jus alpukat,” tunjuk Ghina ke arah meja sofa.
“Jus alpukat aja, makasih ya honey.”
“Sama-sama hubby.”
Edward menyesap jus alpukatnya, sedangkan Ghina sudah duduk di kursi kerjanya, dan mulai mengecek laporan penjualan tokonya. Sesekali pria itu memandang istrinya yang sedang berkutat dengan berkas dan laptop di hadapannya.
Pria itu tidak menyangka gadis yang baru lulus SMK, terpaksa menikah dengannya, gadis yang pernah membuat pria itu berlari mengejar di sekolahnya. Kini sudah menjadi wanita yang tangguh dan mandiri. Aura cantik semakin menguar keluar, membuat semua pria memandang akan langsung jatuh cinta. Dan jangan lagi tentang penampilan, Edward sendiri selalu berhasrat untuk mengukung tubuh istrinya sendiri.
Alangkah baiknya tidak berkata buruk terhadap lawan jenis, jika tidak suka lebih baik diam, karena setiap ucapan akan berbalik kepada diri sendiri. Edward dulu pernah berucap jika pria itu tidak tertarik dengan Ghina karena tubuhnya pas-pasan saat wanita itu berumur 17 tahun. Nyata kini pria itu menjilat ludahnya sendiri, jika pria itu tergila-gila dengan Ghina yang sangat semakin sexy.
bersambung......
Pengumuman Give Away pulsa 25K, nama undian Kakak Readers yang keluar adalah :
Wardah
Qaya
Silahkan untuk nama Kakak Reader yang menang, langsung chat ya.
Love You sekebon 🌹🌹🌹🌹🌹