Penyesalan Suami : Istri Yang Tak Dianggap

Penyesalan Suami : Istri Yang Tak Dianggap
Menagih janji


“Makasih ya Om Edward buat acara pacaran, nanti kapan-kapan ajakin aku pacaran lagi ya,” ucap manis  Ghina.


“Iya istriku, nanti aku ajak pacaran tiap hari. Sebelum pulang ke rumah, kita mampir ke supermarket, ada yang harus aku beli.”


“Mau beli apa Om Edward?"


“Persiapan buat calon dede di sini,”  ungkap Edward, sambil mengusap perut rata Ghina.


“Persiapan.....??” agak bingung Ghina.


“Beli susu promil buat calon mommy, vitamin, dan asam folat, istriku yang cantik,” jelas Edward gemas melihat wajah istrinya jadi aneh.


“Oalah ora mudeng aku Om Edward.....so sweet banget sih calon daddy handsome ini,” gelak tawa kecil terdengar dari bibir Ghina.


Sesuai dengan ucapan Edward, pria itu akan selalu memperhatikan istrinya, tidak ingin menyia-nyiakan kehadiran istri cantiknya yang sangat di cintainya.


“Because I love you, my wife,” bisik Edward.


Ferdi dan Ria jadi salah tingkah melihat kemesraan Tuan dan Nyonya nya pas di depan mata, jiwa jomblo mereka meronta kembali.


Sesuai dengan ucapan Edward, setelah mereka berempat selesai makan. Langsung menuju supermarket yang ada di dalam mall. Beli beberapa susu, buah dan cemilan buat istrinya.


“Mbak Ria kira-kira di rumah ada persediaan yang habis gak, biar sekalian belanja di sini?” tanya Ghina.


“Ada beberapa yang sudah habis Nyonya,”


“Ya sudah ambil aja yang sudah habis,” pinta Ghina. Ria yang di temani Ferdi ke lorong sebelah untuk mengambil beberapa barang yang


“Ghina.........,” panggil Edward, sambil mendorong trolly.


“Iya hubby.....”


“Kalau aku panggil cantik, sayang boleh gak?” tanya Edward pelan, karena istrinya sedikit tidak suka di panggil sayang. Ghina terlihat sedang berpikir dengan permintaan suaminya.


“Aku tidak bermaksud mengingatkan masa lalu aku dengan Kiren. Kalau gak suka ya gak pa-pa.........hanya dengan panggil kamu....sayang lebih enak di dengar,” lanjut Edward.


Melupakan masa lalu suaminya, dan tidak mempermasalahkan masalah panggilan.


“Terserah hubby aja, mau panggil aku apa. Asal jangan di panggil Bapak aja,” jawab Ghina sambil tersenyum lebar.


“Masa istri cantikku, di panggil bapak sih...,” Edward langsung merangkul pinggang istrinya.”My honey bunny sweety......sayangku....pokoknya,” sambung Edward.


Salah satu tangan Ghina sudah mulai menghadang wajah Edward yang mulai mendekati dirinya, “ingat hubby ini masih di supermarket  bukan di rumah,” tegur Ghina.


“Ya udah kita langsung ke kasir, biar cepat pulang,” semangat Edward mendorong trolly menuju kasir. Sedangkan Ria dan Ferdi bergegas membawa keranjang belanjaannya ke tempat Edward dan Ghina berada.


🌹🌹


Pria tampan itu sedang menyeduh susu promil buat istrinya di dapur, dan menyiapkan beberapa  cookies yang dibeli  buat istrinya. Sedangkan Ghina yang sudah duluan ke kamar, lagi membersihkan dirinya agar lebih segar.


Ferdi malam ini di minta Edward menginap di rumah Ghina, dengan alasan biar besok bisa bareng ke hotel A.


Edward terlihat senang membawa susu promil  buat istrinya ke kamar.


“Sayang.......” Edward menaruh nampan di atas meja dekat sofa.


“Iya hubby....,” Ghina setelah keluar kamar mandi hanya menggunakan kimono.


“Istriku sudah mandi....wangi. aku udah buatkan susu diminum ya. Aku mau mandi sebentar ya,” ujar  Edward.


“Iya hubby, makasih ya..,” jawab Ghina. Edward bergegas ke kamar mandi, dan Ghina duduk di sofa lalu menikmati susu promil buatan suaminya.


Tidak sampai sepuluh menit pria tampan itu sudah keluar dari kamar mandi, hanya menggunakan celana boxernya dan sudah pasti bertelanjang dada.


“Om Edward, kok gak pakai baju?” melihat suaminya mulai mendekatinya.


“OM........”


“Aku menginginkanmu lagi, istriku,” ucap Edward, suaranya terdengar sexy. Tubuh pria itu mulai mengungkung tubuh istrinya.


Edward mulai mendekatkan wajahnya, tak butuh waktu lama benda yang sering membuat gelisah di wajah sudah mulai beradu, bertemu dan saling menyapa dengan lembut. Sapuan hangat kembali menyentuh benda kenyal itu, lummatan yang membuat candu kembali terulang lagi. Ada gairah yang terselubung, bagaikan percikan api kecil yang mulai membara.



Mereka mulai mengabsen rongga mulut masing-masing pasangannya, sesapan manis yang membuat adrenalin meningkat.


Puas menyesap candunya,  bibir pria tampan itu mulai melepaskan pagutannya, kemudian menyelisip ke daun telinga Ghina. Kecupan hangat, serta sentuhan membuat wanita itu bergelinjang menahan sensasi geli ketika bibir suaminya bermain lembut di sekitar daun telinga wanita itu.


Napas Ghina mulai tersengal-sengal, saat suaminya masih mengecup hangat, sesekali memberikan gigitan di area daun telinga, tak lama mulai turun ke leher jenjangnya.


Salah satu tangan Edward mulai membuka tali kimono yang masih terikat di tubuh sexy istrinya. Sekejap kedua netra Edward tambha berkabut gairah, setelah melihat istrinya tidak mengenakan apa-apa, tampak polos.


Sesaat Edward mendongak wajah “ternyata sayang sudah siap-siap ya,” ujar Edward.


“Untuk suamiku, aku tidak pakai apa-apa,” goda Ghina, dengan mengedipkan matanya.


“Nakalnya istriku ini,” pria itu mulai mengecup kedua buah dada wanita itu yang terkesan menatang dirinya untuk segera menyentuhnya.


Dengan lembut si pucuk di jilat secara berganti dengan lidah pria  itu, kemudian ditenggelamkannya si pucuk dalam rongga mulut pria itu, terasa hangat dan basah.


Tubuh wanita itu mulai kembali menggeliat, jari jemarinya merematkan rambut suaminya, seakan menuntut suaminya untuk berlama main dengan buah dadanya.


“Akh........hubby,” dessahan tak terkira, menahan geli sesapan suaminya di pucuk buah dadanya.


Edward semakin tersurut gairah.  Tanpa melepaskan si pucuk yang betah dalam rongga mulutnya, salah satu tangannya menyelisip ke cawan surgawi milik istrinya, salah satu jarinya menembus rumahnya si Jon.


“Hubby.......akh....”  Ghina langsung memegang bahu suaminya, menahan sensasi jari suaminya yang sedang mengobrak-abrik bagian inti wanita itu.


“Akh...”


“Akh....”


Deru napas wanita itu semakin cepat, menerima gelombang yang tak terkira rasanya. Semua rasanya bercampur, pikirannya seakan melayang sesaat.”Hubby......Om Edward.....aku mau....”


“Lepaskan sayang,” Edward merasakan bagian inti istrinya sudah mulai basah.


“AAKH...” tubuh wanita itu bergetar hebat ketika pelepasan pertamanya, Edward  langsung memeluk tubuh indah istrinya. Tidak bisa di gambarkan rasa yang memuncak di wanita itu, yang jelas rasa nikmatnya membuat wanita itu  sekarang lemas.


“Nikmatkan sayang,”


“Mmm........”gumam Ghina masih terkulai  lemas.


Edward berusaha tidak egois ketika making love dengan istrinya, pria itu menginginkan mereka sama-sama menikmati rasanya bercinta, tidak hanya salah satu pihak yang terpuaskan.


Salah satu tangan Ghina mulai merangkul leher suaminya,” sekarang giliran si jon yang masuk,” ucap Ghina sekan menggoda suaminya.


bersambung.....