Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Meninggalkanmu


Dering ponsel di hp Sean membuyarkan lamunan Viana. Dia segera masuk dan melihat sang pemanggil. Betapa terkejutnya dia saat melihat si pemanggil adalah Dio. Viana segera merijeck dan memblokir nomor Dio. Dia juga menghapus riwayat panggilan di hp Sean.


Viana membuka laci dan mengaktifkan hpnya. Setelah aktif, betapa terkejutnya dia melihat pesan WhatsApp yang berisi video ayahnya sedang diikat di sebuah kursi kayu dengan luka lebam. Viana menutup mulutnya. Dia menangis melihat satu-satunya keluarganya terlihat tidak berdaya.


Viana memanggil nomor itu.


"Halo adikku tumben kau menelponku."


"Hentikan omong kosongmu. Kenapa kamu menyandera Ayahku. Dia tidak bersalah. Lepaskan dia!!!" Viana mengepalkan tangannya.


"Hahaha, apa? Lepaskan? Bangunlah Viana. Jangan pernah bermimpi. Jika kau ingin melihat Ayahmu tetap hidup, datanglah ke markasku." ancam Dio.


"Kak Riko sadarlah." Viana berusaha bernegosiasi.


"Berhenti memanggilku dengan nama itu!!!! Aku Dio bukan Riko lagi. Aku bukan orang yang lemah seperti dulu!!!"


"Datanglah, atau kau akan melihat mayat Ayahmu besok!!!" Dio mematikan panggilannya.


Viana terduduk lemas di balkon kamarnya. Dia menangis meratapi keadaan yang kini semakin mencekiknya. Dia ingin sekali membangunkan Sean agar menyelamatkan Ayahnya. Tapi hal itu hanya akan menambah masalah. Apalagi Sean orang yang tempramental. Dia pasti tidak segan-segan membunuh Dio. Sedangkan Viana tidak mau ada pertumpahan darah apalagi Ayah Dio adalah mafia yang sangat kejam.


Viana menghapus air matanya. Dia mengambil tas ranselnya dan memasukkan beberapa baju. Dia menulis secarik kertas untuk Sean. Dia memakai sweater bertopi warna hitam. Dia pergi ke ruang CCTV. Dia melihat si penjaga CCTV itu menguap berkali-kali. Perlahan Viana mendekat kemudian membekap mulutnya dengan obat bius. Setelah dia pingsan, Viana langsung mematikan semua CCTV yang ada didalam rumah itu.


Viana kembali ke kamar. Dia menatap Sean cukup lama. Bulir-bulir air mata membasahi pipinya. Dia mendekat lalu mengecup kening Sean. "Selamat tinggal sayang. Aku sangat mencintaimu. Mungkin ini jalan yang terbaik untuk kita. Rencana awalku adalah melindungimu. Jika aku harus pergi meninggalkanmu demi melindungimu maka mengertilah."


Viana menghapus air matanya. Dia menyelinap lewat pintu belakang dan keluar dengan memanjat tembok belakang rumah itu. Setelah mencapai jalanan, dia segera berlari dan menyetop taxi yang masih beroperasi. Viana menunjuk alamat markas Dio.


Mobil telah sampai. Viana menyusuri gang kecil itu demi mencapai markas Dio. Dia menghentikan langkahnya saat sudah sampai di depan markas Dio.


Viana membuka pintu itu namun tiba-tiba saja dia merasakan sakit di belakang kepalanya karena hantaman benda keras. Bruggg....Viana pun pingsan.


***


Pagi hari pun tiba, Sean terbangun dari tidurnya. Dia meraba sisi kanan ranjang itu namun yang dia rasa adalah ranjang yang lembut. Bukan lekuk tubuh seorang istri. Sean membuka matanya. Dia melihat bahwa Viana tidak ada. Dia segera pergi ke ruang fitnes, karena dia yakin Viana sedang olahraga di hari yang masih gelap ini.


Sean melangkah menuju ruang fitnes namun dia tidak menemukan keberadaan Viana. Sean mencarinya ke bawah namun tetap tidak menemukannya. Sean menjadi panik, dia kembali ke kamarnya. Saat hendak mengambil ponselnya, Sean melihat secarik kertas di bawah ponselnya. Sean membacanya.


"Maafkan aku Sean. Aku pergi tanpa sepengetahuanmu. Aku mohon maafkan aku."


Degggg


Sean tidak percaya dengan apa yang dia baca. Dia tidak percaya bahwa Viana pergi begitu saja. Sean m*remas kertas itu. Dia mengambil ponsel lalu mencoba menelpon nomor Viana. Tersambung namun tidak ada jawaban. Tak lama kemudian sebuah pesan dari Viana masuk. Isinya :


"Jangan pernah hubungi aku lagi. Aku hanya berpura-pura mencintaimu agar dapat menghancurkanmu."


Setelah itu ada pesan masuk lagi berupa 3 buah video. Sean memutarnya satu persatu. Video pertama adalah saat Viana dan Dio bertemu dijalan. Video kedua adalah saat Viana mendatangi Dio. Tidak terlihat dimana tempat itu karena latar video itu di blur. Hanya menyisakan Viana dan Dio saja. Video yang ketiga, adalah saat Viana datang ke markas Dio semalam. Namun latar lagi-lagi di blur.


Setelah itu ada pesan lagi yang berbunyi :


"Dio adalah kakakku dan sejak awal kami memang ingin menghancurkanmu. Maafkan aku Sean. Aku sempat terjebak cinta denganmu. Namun harus ku akui bahwa semua itu hanyalah omong kosong. Aku hanya terbawa perasaan sesaat dengamu. Sekali lagi maafkan aku Sean."


Mata Sean membulat melihatnya. Dia kembali menelepon kembali namun nomor itu sudah tidak aktif.


Sean bergegas pergi ke ruang kendali CCTV. Dia ingin melihat ke arah mana Viana pergi. Namun dia terkejut melihat si pengawas ruang kendali CCTV tergeletak di lantai. Sean melihat semua layar monitor CCTV rumahnya mati.


"Tidak, tidak....Viana tidak mungkin melakukan ini. Tidaaaaaaakkkkk!!!" Sean berteriak kencang sampai membuat para pengawalnya berlari ke atas untuk melihat apa yang terjadi.


"Ada apa Tuan." Harry dan beberapa pengawal lain datang menghampirinya.


Sean menatap tajam ke arah mereka. Dia berjalan mendekat ke arah mereka dan mulai menghajar mereka satu persatu. Sean mencengkram kerah baju Harry. "Aku membayar kalian mahal tapi lihat apa yang kalian lakukan!!!! Istriku pergi dan kalian tidak tau!!! Dasar tidak berguna!!!" Sean mendorong Harry cukup kuat hingga dia jatuh tersungkur.


"Jangan kau pikir kau bisa lari dariku. Aku akan mencarimu sampai ke ujung dunia sekalipun." ucap Sean dengan sorot mata penuh dendam.


Sementara itu....


Viana baru tersadar dari pingsannya. Dia merasakan sakit di belakang kepalanya. Dia ingin memegang kepalanya namun tangannya terikat. Ya, dia sedang terikat di sebuah kursi kayu bersama Ayahnya yang berada di sampingnya.


"Ayaaaah."Teriak Viana.


"Ayaaah bangunlah. Ayaaaah." Viana berteriak sambil menangis.


Hendra terbangun dari pingsannya. Wajahnya di penuhi luka lebam. Dia mengerjabkan matanya saat melihat Viana berada didepannya dengan tubuh terikat.


"Viana." ucap Hendra dengan suara pelan.


"Ayah apa yang terjadi? Kenapa bisa jadi begini?" Viana menangis.


"Ayah sedang tidur namun tiba-tiba ada yang masuk ke rumah dan membius Ayah sampai pingsan." ucap Hendra dengan nafas tersenggal-senggal saat merasakan sesak di dadanya akibat pukulan yang diterimanya semalam.


"Apakah ini ulah Dio." Raut wajah Viana berubah jadi penuh kebencian.


"Viana. Sepertinya kamu salah orang." ucap Hendra.


"Apa? Apa maksud Ayah?" Viana semakin penasaran.


"Dio bukanlah Riko yang kamu cari selama ini. Dio adalah boneka Riko. Dio adalah orang yang bertungas menjauhkanmu dari Sean sehingga Riko yang asli bisa mengahancurkan Sean dan kamu tidak bisa melindunginya." ucap Hendra.


"Apa?????" Viana terbelalak mendengar cerita Ayahnya. Ternyata Riko jauh lebih licik dari yang dia duga.


"Lalu siapa Riko yang asli Yah?" Tanya Viana semakin penasaran.


"Akulah Riko yang asli." seorang pria yang sangat di kenal Viana tiba-tiba saja datang dan membuat Viana terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa orang yang dia cari selama ini tak lain dan tak bukan adalah......


.


.


.


CIE YANG NGOMEL-NGOMEL SAMA AUTHOR MINTA CEPET DITAMATIN.


CIE YANG SEBEL SAMA AUTHOR KARENA LAGI-LAGI DI GANTUNG DI ADEGAN KLIMAKSNYA.


EPISODE TERAKHIR AUTHOR PUTUSKAN JATUH PADA HARI SELASA TEPATNYA TANGGAL 1 SEPTEMBER.


KARENA AUTHORNYA BAIK, MAKA HARI SABTU AUTHOR AKAN UPDATE. MINGGU TETAP LIBUR YA.


KIRA-KIRA SIAPAKAH DALANGNYA?


A. ERIK B. GILANG


C. KEVIN


KABAR GEMBIRANYA NOVEL INI HAPPY ENDING BIAR NGGAK PADA NYESEK KAYAK AUTHOR WAKTU NONTON DRAMANYA SEAN DAN VIANA, HIKS.


JANGAN LUPA VOTE BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT NULISNYA.