
Sean sudah berada di kamarnya. Dia segera melakukan panggilan video kepada Viana.
Saat itu di indonesia sudah jam 8 malam.
Viana mengangkat panggilan video itu.
"Halo Sean kamu sudah sampai?" Tanya Viana sambil merapikan rambutnya.
"Ya, Sedang apa kau?" Tanya Sean
"Aku sedang bersantai dikamar" Kata Viana
"Sudah makan?" Tanya Sean
"Sudah baru saja. Kamu sudah makan?" Tanya Viana
"Sudah" Jawab Sean
"Oh ya aku dengar dari Papa katanya di sana ada Zein juga tapi Papa lupa mengabarimu" Kata Viana
"Iya aku sudah bertemu dengannya. Sudah dulu ya aku akan menelponmu besok" Kata Sean
"Iya, jagalah dirimu" Balas Viana.
Panggilan video berakhir.
Viana tersenyum senang setelah mendapat panggilan itu.
Keesokan harinya...
Sean dan Zein mulai bekerja di perusahaan Papanya yang terletak disana.
Mereka bekerja dengan serius.
Bukan tanpa alasan, mereka hanya ingin cepat cepat pulang agar lekas bertemu dengan pujaan hati masing masing.
Sean dengan Viana dan Zein dengan Lyana.
Selesai bekerja, Sean dan Zein bermaksud kembali ke rumah Oma Laura.
Namun di tengah jalan, Sean menangkap sosok yang tidak asing baginya.
Dio? Sedang apa dia disini?. Gumam Sean yang melihat Dio baru keluar dari sebuah mini market.
"Zein, pergi lah duluan aku sedang ada urusan mendadak" Kata Sean yang mendorong Zein keluar mobil.
"Pergi duluan apanya? Aku naik apa?" Teriak Zein saat mobil yang di bawa Sean sudah jauh.
Zein menggeleng kepalanya.
Sementara itu Sean sedang mengikuti Dio hingga sampai lah pada sebuah rumah mewah dan megah.
"Rumah siapa ini?" Kata Sean.
Dia terus menunggu.
Tak lama kemudian Dio keluar namun kali ini dia keluar dengan orang yang tidak dia sangka yaitu Gilang.
"Gilang? Kenapa dia bisa ada disini?" Sean semakin penasaran
Tak lama kemudian, mobil yang di bawa Dio dan Gilang melaju dan Sean mengikutinya.
Mobil itu berhenti di sebuah gang sempit. Dio dan Gilang terihat turun dari mobil dan memasuki gang sempit itu.
Sean mengikuti mereka diam diam hingga sampai lah di sebuah rumah yang sederhana namun sanat rapi dan bersih.
Untuk apa mereka kesini? Gumam Sean
Dio mengetuk pintu rumah itu dan saat pintu terbuka terlihat lah seorang laki laki muda yang berperawakan tinggi dan gagah.
Dio dan Gilang menyalami laki laki itu secara bergantian. Mereka terlihat akrab.
Hal ini membuat Sean semakin heran.
Siapa lelaki itu? Sepertinya mereka dekat.
Sean diam diam memfoto mereka. Dia berpikir mungkin suatu saat foto itu akan dia butuhkan.
Dio dan Gilang masuk ke dalam rumah itu.
Lama Sean menunggu tapi tidak ada yang keluar. Dia sangat penasaran.
Dia menelpon pengawal rumah Oma Laura untuk datang dan mengawasi rumah itu.
Setelah mereka datang, Sean langsung pulang ke rumah Oma Laura.
Dia berharap kalau tidak ada yang Gilang sembunyikan darinya.
Dia sudah sangat percaya pada Gilang.
Pada malam harinya pengawal Oma Laura melaporkan pada Sean bahwa Dio dan Gilang sudah keluar rumah itu. Dan ternyata tujuan mereka hanya menjenguk seorang pria yang merupakan teman mereka.
Sean menghela nafas lega, menurutnya itu wajar jika mereka menjenguk teman mereka.
Sean merebahkan dirinya ke ranjang. Dia mencoba memejamkan mata lalu akhirnya tertidur pulas.