
"Sebenarnya a...aku menjebakmu Sean" Kata Viana dengan suara bergetar
"Apa tujuanmu?" Sean mencengkram bahu Viana.
"Sebenarnya sejak dulu aku sudah menaruh hati padamu. Aku jatuh cinta padamu saat aku melihatmu di Tv dan koran. Kamu begitu tampan dan berkharisma sehingga aku ingin sekali mendapatkanmu" Kata Viana. Lagi lagi dengan kebohongan
"Jadi kau menjebakku karena mencintaiku? Kenapa tidak bilang sejak awal?" Tanya Sean
"Aku takut kamu akan menolakku" Kata Viana
"Kau pernah memelintir tanganku dan mengajak perang" Kata Sean
"Aku hanya melindungi diriku dari kebencianmu" Kata Viana
Sean terdiam. Rasanya yang di bilang Viana masuk akal.
"Dan Erik? Apakah kau memutuskannya karena diriku?" Tanya Sean
"Iya" Kata Viana
"Kenapa aku merasa menjadi penyebab rusaknya hubungan orang" Kata Sean
"Aku terlalu mencintaimu" Kata Viana
Sean tersenyum, dia merasa senang dengan pengakuan Viana.
Dia mencium bibir Viana dan tentu saja mereka melanjutkan hal yang tertunda tadi.
Meski dengan suara rintihan bercampur desahan, akhirnya mereka sama sama mencapai puncak kepuasan.
Sean merasa sangat senang karena dia benar benar puas telah mendapatkan hal yang seharusnya dia dapatkan sejak menikah.
Viana bangun dan hendak pergi ke kamar mandi namun dia merasakan perih.
Sean menggendongnya ke kamar mandi dan mereka mandi bersama.
Masih pukul 1 pagi. Mereka melanjutkan tidur tanpa berbicara apa apa karena keduanya sangat lelah setelah bertempur.
Keesokan paginya....
Sean bangun dari tidurnya. Dia melihat sebelahnya sudah kosong. Sepertinya Viana sudah bangun terlebih dahulu.
Sean segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Dia menuruni anak tangga untuk mencapai dapur.
Viana terlihat sedang menyiapkan sarapan di meja makan.
Sean menghampiri meja makan dan segera duduk.
Viana yang menyadari keberadaan Sean langsung tertunduk malu.
Dia masih mengingat kejadian panas semalam.
Sean melihat tanda merah di leher Viana yang sedikit terlihat saat dia menyibakkan rambutnya ke belakang.
Apa aku separah itu?
Viana menyadari tatapan Sean dan kembali menutupi lehernya dengan rambutnya.
Setelah hidangan siap, Sean dan Viana memakan sarapannya.
Sean terus memperhatikan bibir Viana yang sedang mengunyah makanannya.
Entah kenapa dia terus mengingat pertempuran semalam yang sangat menyenangkan.
"Vi, masa cutimu masih ada 1 hari lagi. Istirahat lah di rumah" Kata Sean
"Iya" Kata Viana
Selesai sarapan Sean hendak berangkat kerja.
"Vi, aku berangkat dulu ya" Kata Sean dengan wajah yang sangat canggung
"Iya Sean hati hati ya" Kata Viana
Sean melambaikan tangannya sekilas. Dia benar benar gugup.
Setelah kepergian Sean, Viana menghembuskan nafas lega.
"Huhhh, aku gugup sekali" Kata Viana
Dia kembali masuk ke kamarnya. Hatinya begitu senang hari ini.
Jika Sean sudah menyentuhku apakah itu berarti dia mencintaiku?
Viana mengingat kejadian semalam. Betapa perkasa Sean saat di ranjang. Ciuman bertubi tubi yang di berikan Sean di bibir dan lehernya benar benar membuat darahnya berdesir.
Permainan Sean sangat lembut dan penuh hasrat.
Dia tidak menyangka jika laki laki yang bahkan tidak pernah berciuman bisa sehebat itu saat di ranjang.
Bahkan seperti singa lapar yang terus memakan mangsanya sampai kenyang.
Karena mereka bertempur hingga 2 jam sampai membuat kaki Viana gemetaran dan dengkulnya lemas.
Sementara itu sepanjang berjalan di kantor Sean terus tersenyum bahkan menjawab sapaan karyawan yang biasa di acuhkannya.
"Tuan Sean kenapa ya?"
"Tau tuh tumben hari ini sangat ramah"
"Mungkin dia kesambet kali"
"Hus, sembarangan aja. Fenomena kayak gitu biasanya karena dua hal. Kalo bukan karena duit ya karena cewe lah"
"Cewe? Maksudnya Tuan Sean punya pacar?"
"Maybe, udah jangan ghibah terus ayo kerja"
Sean melewati ruangan Viana dan dia kembali tersenyum.
"Selamat pagi Tuan" Sapa Kevin
"Selamat pagi Kevin" Jawab Sean sambil tersenyum lalu kembali melangkah pergi ke ruangannya meninggalkan Kevin dengan perasaan heran.
Tidak ada yang tau jika yang terjadi hari ini, semua berkat Viana dan pengakuannya.
Lanjut besok jangan lupa vote ya cintaaaa
Biar author makin semangat 😊
Untuk yang Vote paling banyak aku akan follow akun dan IGnya.
Kalau dia author akan aku promosikan novelnya juga.
Ayo semangat semangat
Batasnya sampai besok malem ya 😊