Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Bonus Chapter - Teman Lama


Sean mengajak Viana, Sevina dan Reyza berkeliling dikota tempat tinggal Oma Laura. Mereka mendatangi pantai yang ada disana. Mereka juga membawa beberapa pengawal dan pelayan atas perintah Oma Laura.


"Mama ayo naik itu pasti seru sekali." celetuk Sevina saat melihat beberapa orang sedang asyik menaiki speed boat.


Sean dan Viana membelalakkan mata kala mendengar permintaan Sevina. "Sayang, itu berbahaya untukmu. Jangan ya." ucap Viana dengan lembut.


"Tapi Sevina ingin sekali main itu Ma." Rengek Sevina sambil menarik tangan Viana.


"Tidak sayang. Lebih baik kita naik kapal saja ya." ucap Viana.


"Tidak Ma Sevina mau naik itu." Kini Sevina terlihat menangis.


"Sevina, apa yang Mama katakan soal gadia tangguh." ucap Viana.


Sevina langsung menghapus air matanya. "Tidak cengeng dan selalu menuruti nasihat orang tua." ucap Sevina sambil menunduk.


"Bagus, jika Mama bilang berbahaya maka itu berbahaya. Jika kau sudah lebih besar Mama akan mengajakmu naik speed boat." ucap Viana.


"Benar Ma." tanya Sevina.


"Benar sayang. Lagi pula penjaga pantai tidak akan membiarkan seorang gadis kecil yang cantik ini menaikinya." ucap Viana.


"Ya sudah Ma. Sevina dan Reyza main istana pasir saja." ucap Sevina.


Sean dan Viana tersenyum mendengar jawabannya. Sean menurunkan Reyza dan membiarkan mereka bermain pasir. Pelayan bertugas mengawasi mereka dari jarak dekat sedangkan pengawal bertugas dari jarak jauh jauh.


Selagi anak mereka bermain, Sean dan Viana memilih berjemur disana. Saat sedang asyik-asyik berjemur, sebuah bola menghantam tubuh Sean. "Awwww." Sean meringis kesakitan saat bola voli itu tepat mengenai perutnya.


"Sean, kau tidak apa-apa?" tanya Viana panik.


"Tidak sayang. Tidak apa." ucap Sean.


"Excuse me. Are you ok Sir? Im sorry. This is my mistake." ucap seorang wanita muda dengan bikini yang sangat seksi.


Permisi. Apakah kau baik-baik saja Tuan. Maafkan saya. Ini salah saya.


"No problem. Im ok." sahut Sean.


Tidak masalah. Saya baik-baik saja.


"May i join with your team?" celetuk Viana tiba-tiba.


Bolehkah aku bergabung dengan tim mu.


"Are you sure?" tanya wanita itu.


Apa kau yakin?


"Yes." jawab Viana.


Ya.


"Sure, lets go." ajak wanita itu.


Tentu. Ayo.


"Sayang aku bermain dulu. Kau disini saja ya. Lindungi perutmu." ucap Viana sambil berlari meninggalkan Sean.


"Dimana pun tempat jika itu olahraga pasti kau akan melupakanku." ucap Sean sambil geleng-geleng kepala. Dia terus memperhatikan Viana yang sedang bermain volly pantai. Begitu lincah dan energik.


Tiba-tiba ada seorang wanita menghampirinya. "Sean?" ucap wanita itu.


Sean mendongak dan melihat siapa wanita yang sedang menyapanya. "Siapa ya." ucap Sean.


"Masa kau tidak ingat. Aku Stevi teman kuliahmu dulu saat menempuh S2." ucap Stevi.


Sean mencoba mengingat-ingat.


"Aku mendapat julukan Stevi Duckling."


"Oh, kau yang dulu...." Sean menggantung kalimatnya.


"Hahaha ya, aku dulu sangat culun dan tidak punya teman makanya mereka menjulukiku anak bebek." ucap Stevi.


"Oh, kenapa kau ada disini." tanya Sean.


"Aku sedang berlibur dengan keluargaku." jawab Stevi.


"Oh." ucap Sean singkat.


"Aku dengar kau sudah menikah. Mana istrimu?" tanya Stevi.


"Dia sedang bermain volly pantai disana." jawab Sean sambil menujuk sekelompok orang yang sedang bermain volly pantai.


"Mereka sedang menbuat istana pasir disana." ucap Sean.


Mata Stevi mengarah kepada kedua anak Sean yang sedang asyik bermain pasir. "Wah mereka sangat lucu ya." Puji Stevi.


Sean hanya tersenyum sambil melihat kedua anaknya sedang bermain pasir.


"Oh ya aku dengar Raya juga sudah melahirkan ya." ucap Stevi.


"Siapa yang mengatakannya. Bahkan media belum tau." ucap Sean.


"Tapi kami tau kapan dia menikah dan unggahan tespek kehamilannya di bulan kedua pernikahannya. Itu artinya seharusnya dia sudah melahirkan benarkan." ucap Stevi.


"Sean." sapa Viana yang tiba-tiba datang menghampiri Sean.


"Sudah selesai sayang?" tanya Sean.


"Sudah. Mereka membubarkan diri karena lelah." ucap Viana.


"Mereka pasti lelah karena pukulanmu terlalu kuat kan." ucap Sean.


"Mungkin saja. Malah gadis tadi mengajakku masuk ke team volly mereka. Aku tidak tau kalau dia seorang atlet volly." ucap Viana.


"Oh ya siapa dia?" tanya Viana yang baru menyadari keberadaan Stevi.


"Salam kenal aku Stevi. Teman kuliah Sean saat menjalani pendidikan S2." Sapa Stevi.


"Hai Stevi salam kenal." Viana menjabat tangan Stevi.


"Sepertinya kalian butuh waktu. Aku akan pergi. Sampai jumpa." ucap Stevi sambil melambaikan tangannya.


Viana tersenyum padanya lalu duduk disamping Sean. "Ternyata ingatanmu sangat kuat ya." ucap Viana.


"Dia dulu sangat culun dan nama panggilannya yang membuat aku mengingatnya." ucap Sean.


"Tapi sekarang dia sangat cantik dan seksi. Lihat saja dia memakai bikini. Sedangkan aku memakai kaos dan celana karet." ucap Viana.


"Lalu kau mau apa? Mau memakai bikini juga sepertinya? Pakailah dan kau akan melihatku murka." ucap Sean.


"Siapa juga yang mau memakainya. Aku juga tidak mau tubuhku di pertontonkan seperti itu." ucap Viana.


"Lalu kenapa kau mempermasalahkan bikininya dan celana karetmu." ucap Sean.


"Entahlah. Kenapa aku mempermasalahkannya ya? Sudahlah itu tidak penting. Ayo temani anak-anak main." ajak Viana sembari menarik tangan Sean agar beranjak dari duduknya.


"Tunggu." Sean kembali menarik tangan Viana dan membuat Viana jatuh ke pangkuannya. Sean memeluknya mesra.


"Sean apa yang kau lakukan. Lepaskan." ucap Viana.


"Kau tidak perlu malu. Ini bukan di Indonesia." ucap Sean.


"Lalu kau mau apa sayang." ucap Viana.


"Katakan padaku. Kau cemburu kan?" tanya Sean sambil tersenyum nakal.


"Tidak, untuk apa aku cemburu padanya." Viana menggelengkan kepalanya.


"Akui sajalah. Benarkan kau cemburu." goda Sean lagi.


Viana memperdalam sorot matanya. "Ya, aku cemburu ada wanita yang berpakaian terbuka mendekatimu." ucap Viana.


"Apa menurutmu aku akan tertarik?" tanya Sean.


"Tentu tidak. Kau tidak boleh tertarik padanya." ucap Viana sambil mer*mas jemari Sean yang saat ini menggenggam tangannya.


"Sampai kapan pun aku hanya akan tertarik pada istriku, mengerti." Sean mencium bibir Viana saat itu juga.


Viana tersenyum malu. "Sudahlah, kenapa kau jadi semakin tidak tau tempat sayang. Ayo kita menemui anak-anak." ajak Viana.


Mereka pun melangkah menemui Sevina dan Reyza bermain pasir.


Dari kejauhan tampak Stevi sedang menangis menatap kebersamaan mereka. "Aku mencintaimu sejak dibangku kuliah. Aku melakukan segalanya agar aku bisa secantik sekarang. Namun kau malah menikah dengan wanita itu. Aku berusaha melupakanmu 6 tahun yang lalu. Tapi kenapa sekarang aku malah bertemu denganmu yang sangat terlihat mencintai istrimu Sean." Stevi mempercepat langkahnya meninggalkan pantai itu.


.


.


.


Jangan khawatir ya gaess, Sean nggak akan selingkuh apalagi lirik tewe lain. Jangan lupa likenya ya. Like aja votenya nggak usah sayang poinnya.