
Keesokan harinya Sean dan Viana telah bersiap hendak ke kantor. Sean sedang berdiri menatap dua orang pengawal yang juga berdiri di depannya dengan tampang serius. Mereka adalah Daniel dan Harry.
"Tugas kalian adalah mengawal kemana pun kami pergi. Jika mengharuskan Nona Muda pergi sendiri, maka salah satu dari kalian harus menjadi supirnya. Jaga dia dengan seluruh kemampuan kalian. Ingat, sedikit saja istriku tergores, aku tidak akan mengampuni kalian" Ancam Sean.
"Siap Tuan" Jawab mereka serempak.
Sean dan Viana segera melangkah menuju mobil diikuti kedua pengawal itu. Mereka menaiki mobil mewah Sean dan dua pengawal itu juga menaiki mobil mereka. Mobil pengawal berada di belakang mobil Sean. Mobil terus melaju menuju kantor.
Sesampainya di kantor, kedua pengawal tadi mengikuti mereka hingga ke depan ruangan Sean. Kevin merasa heran karena tiba tiba hari ini Sean membawa pengawal. Bahkan menyapa saja dia tidak bisa karena pengawal keburu memelototi dirinya.
Didepan ruangan Sean, kedua pengawal itu berdiri di sisi kanan dan kiri pintu bagian luar.
Sean dan Viana masuk ke dalam.
"Apakah tidak apa apa jika membiarkan mereka berdiri di depan pintu?' Tanya Viana.
"Kenapa? Kau keberatan?" Sean menatap serius.
"Tidak" Kata Viana. Dia duduk di kursi kerjanya.
"Apa kau takut mereka mendengar dan melihat apa yang kita lakukan didalam?" Sean mendekati meja kerja Viana dan merunduk membelai rambutnya. Itu membuat Viana menjadi gugup.
"Tidak bukan itu" Viana berusaha mengelak padahal sejujurnya yang dikatakan Sean adalah benar. Dia takut segala yang mereka bicarakan atau lakukan di dengar mereka.
"Jangan khawatir, ruangan ini kedap suara dan mereka tidak mungkin masuk begitu saja tanpa ku suruh" Kata Sean menjelaskan.
"Mama dan Papa?" Tanya Viana.
"Pengawal akan menekan tombol di jam mereka yang terhubung dengan hpku dan akan membuat hpku berdering sebagai tanda ada orang penting yang akan masuk"
Viana mengangguk mengerti.
"Sebaiknya kita kembali bekerja" Kata Viana.
Sean tersenyum. Rasanya masih terlalu pagi untuk mengajak Viana bermesraan, apalagi setelah pertempuran semalam. Viana pasti lelah.
Sean kembali ke kursinya dan mulai bekerja.
Saat jam istirahat tiba tiba saja Sean mendapat telepon dari Papanya.
"Halo Pa" Jawab Sean.
"Sean, datang lah ke kantor Zein sekarang. Ada masalah yang harus kau bantu selesaikan disini"
"Apa? Baik Pa aku akan segera kesana" Jawab Sean. Telepon mati.
"Ada apa?" Tanya Viana.
"Iya" Jawab Viana.
Sean segera bergegas keluar dan memberi titah kepada dua pengawalnya. Tak lama kemudian Viana keluar.
"Ayo" Kata Viana.
Kedua pengawal itu mengikuti langkahnya hingga ke perkiran. Dua pengawal itu duduk di bangku depan sedangkan Viana sendirian di bangku belakang. Kali ini Daniel yang yang menyupir.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Saat sedang berada di jalanan lengang, tiba tiba ada mobil yang menyalip mobil mereka dan hampir saja membuat mobil mereka saling membentur.
Daniel terlihat memaki, namun mobil itu tetap melaju.
"Kejar dia" Perintah Viana.
"Tapi Nona..."
"Ku bilang kejar!!!"
Daniel langsung menambah kecepatan untuk menyusul mobil tadi, tapi mobil itu tidak bisa di jangkau. Viana merasa geram.
"Berhenti!!!" Teriak Viana.
Daniel mengehntikan laju mobilnya. Viana turun dari mobil dan membuka pintu depan.
"Keluar" Perinta Viana.
"Tapi Nona...."
Viana menarik kerah baju Daniel dan memaksanya keluar. Begitu juga dengan Harry, dia mendorong paksa Harry keluar. Tenaganya cukup kuat dan membuat mereka tidak bisa berbuat apa - apa. Jika mereka memakai kekerasan tentu Sean akan marah.
Viana segera melaju mengejar mobil itu. Dia masih ingat plat mobil itu. Dia menggunakan kecepatan penuh. Ketemu! Mobil itu tidak jauh di depan Viana. Viana semakin menambah kecepatan. Bagaimana pun juga dia harus menemukan pemilik mobil itu.
Setelah menyalip berbagai kendaraan, akhirnya Viana berhasil menyaingi mobil itu. Dia terus berada di samping mobil itu sampai dia punya celah untuk menghentikan mobil tersebut dan Ciiiiit!!!!.
Viana berhasil mengahadang mobil itu di jalanan sepi. Viana keluar dari mobilnya dan berjalan mendekati mobil itu. Dia menggedor sang pemilik mobil. Pintu mobil terbuka dan keluarlah seorang yang tidak dia sangka.
"Ka-kamu" Viana terkejut melihat orang yang kini sedang berada di depannya.
.
.
.
Lanjutannya nanti malem ya, doain aja semoga lulus review. Kalau nanti malem nggak ada notif update berarti nggak lulus review dan harus menunggu sampai besok.