
Sean terus saja menatap arlojinya.
Dia ingin sekali cepat pulang agar bisa bertemu dengan Viana.
Namun peraturan Papanya tidak bisa dia langgar.
Kevin masuk ke ruangannya.
"Tuan, sekarang waktunya meeting dengan Nona Lydia di restoran xxxx" Kata Kevin
"Hmmm" Jawab Sean dengan malas.
Lidya adalah seorang pengusaha yang umurnya sudah 28 tahun dan berstatus janda anak 1.
Wajahnya cantik dan penampilannya seksi tapi dia sangat genit apalagi kepada Sean yang terbilang sangat tampan dan gagah.
Dengan berat langkah dia berjalan diikuti Kevin.
Sesampainya di tempat tujuan, Sean langsung di sambut hangat oleh Lidya.
"Hai Sean, senang bertemu denganmu" Kata Lidya sambil membenarkan jas Sean.
"Iya, ayo kita mulai meetingnya" Kata Sean ingin mengakhiri drama ini.
"Ayo" Kata Lidya sambil memainkan matanya.
Sepanjang meeting, Lidya terus memperhatikan Sean dan sesekali mengedipkan matanya kala Sean tak sengaja melihatnya.
Ingin rasanya Sean muntah saat itu juga.
Kalau saja Lidya bukan rekan bisnis pentingnya, dia tidak akan mau beramah tamah kepadanya.
Setelah meeting selesai.
"Sean ayo lah main ke rumahku, anakku pasti senang bertemu dengan kamu" Kata Lidya sambil memegang tangan Sean
"Maaf Lidya, tidak bisa karena aku sudah ada janji" Kata Sean
"Dengan siapa? Kevin?" Tanya Lidya
Sean melirik Kevin begitu juga sebaliknya.
Sean mengisyaratkan Kevin agar keluar.
Setelah Kevin keluar.
"Tidak, aku akan bertemu dengan pacarku" Kata Sean
"Ha? Pacar? Siapa? Kenalkan padaku dulu baru aku percaya" Kata Lidya yang terlihat sangat kesal.
"Tidak, aku tidak percaya. Sebelum kamu memperkenalkan padaku, jangan harap aku akan percaya padamu" Kata Lidya bersikeras.
"Terserah padamu yang penting aku sudah bilang" Kata Sean
Lidya berpindah ke bangku tepat di sebelah Sean.
Dia memegang lengan Sean mesra.
Sean melepasnya.
"Lidya jangan lakukan ini aku tidak suka" Kata Sean menatapa tajam.
"Jadi apa yang kamu suka? Hotel?" Bisik Lidya.
"Lidya jika kau ingin kita bekerja sama dengan baik, jaga lah sikapmu. Aku masih beramah tamah kepadamu karena kau adalah rekan bisnisku" Kata Sean sambil menatap serius
"Kamu boleh menolak aku, tapi setelah kamu merasakannya, kamu tidak akan bisa lari" Bisik Lidya dengan tidak tau malunya.
"Maaf,aku lebih tertarik dengan wanita yang masih Virgin dan belum pernah melahirkan" Kata Sean
Lidya menatap kesal ke arah Sean. Lagi lagi dia di tolak mentah mentah oleh Sean.
"Maaf aku tidak punya waktu melayanimu, lain kali jaga lah sikapmu atau aku akan bertindak lebih tegas dari ini" Kata Sean dengan sorot mata lebih tajam.
Sebelum melangkah lagi Sean menoleh dan berkata
"Oh ya Pacarku masih virgin dan dia jauh lebih cantik darimu" Kata Sean yang terseyum sinis.
Lidya menatap kesal. Kali ini penolakan Sean lebih pedas dari sebelumnya. Rasanya Sean terlihat benar benar mencintai pacarnya sehingga dia menjadi seperti ini.
Sean melangkah ke mobil dan tampak berpikir.
Bagaimana aku bisa seperti ini? Aku bahkan bisa membungkam mulut si wanita genit itu.
Dan aku membuat pengakuan kalau aku punya pacar? Viana Viana kau sudah membuat hariku penuh drama sekarang.
Sean tersenyum dalam lamunannya. Dia jadi semakin rindu pada Viana.
Apalagi pergulatan panas semalam.
Rasanya dia ingin mengulanginya lagi
Lanjut nanti malem ya.
Jangan lupa Votenya abisin aja untuk hari ini ya 😊