Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Akibat #2


Sean dan Viana sudah kembali ke kantor.


Wajah Viana tampak berseri seri.


Sean hanya tersenyum melihat mood Viana yang sudah kembali.



Saat berjalan menuju ruangan Viana, mereka tidak sengaja berpas pasan dengan Kevin.


Kevin memperhatikan baju mereka yang berbeda.


"Kenapa? Kau ingin tau kenapa baju kami berbeda? Kami habis ritual suami istri makanya harus mengganti baju" Sean merangkul bahu Viana.


Sepertinya tak habis habisnya Sean ingin membuat Kevin jatuh sejatuh jatuhnya.


"Tuan sudah lah" Kata Viana mencoba menghentikan sikap Sean yang sedang terbakar cemburu.


"Kenapa? Kau mau membelanya? Dan jangan panggil aku Tuan jika kita hanya berada disini" Ucap Sean.


"Iya aku mengerti, ayo kita sudah melewatkan banyak waktu" Viana menarik tangan Sean dan mereka meninggalkan Kevin yang terlihat menyedihkan.


Sean jahat banget sih 😭


Sesampainya di ruangan Viana.


"Masuk lah, jika kau harus bekerja bersamanya jangan menatap matanya, tersenyum padanya apalagi tertawa dengannya, mengerti" Lagi lagi ancaman menggelikan.


"Iya aku mengerti" Viana tersenyum.


"Hentikan lah, tidak usah tersenyum. Kau tidak boleh tersenyum saat aku membicarakannya" Kata Sean.


"Iya baiklah" Tanpa senyuman.


"Bagus" Sean mengusap rambut Viana lalu pergi ke ruangannya.


Viana hanya menggeleng kepalanya. Dia tersenyum melihat kecemburuan Sean yang membuatnya tampak konyol.


Sean baru memasuki ruangannya. Namun tiba tiba Hpnya berdering.


"Sean, Lidya membatalkan kerja sama secara sepihak, apa yang telah terjadi?"


"Dia mencoba mempermalukan Viana di restoran kita, jadi aku hanya bertindak tegas saja Pa" Jawab Sean.


"Apa? Berani sekali dia melakukan itu. Ya sudah Papa akan menuntut dia sampai dia bersujud di kaki Viana"


"Tidak perlu Pa, memutuskan kerja sama dengan kita saja akan membuatnya hancur lihat saja" Kata Sean penuh keyakinan.


"Ya sudah, apa Viana baik baik saja?"


"Iya Pa" Jawab Sean.


"Hmm" Rangga mematikan panggilannya.


Sean tersenyum, dia membuka media online. Pembatalan kerja sama antara perusahaan Armadja dengan Lidya sudah tersebar luas. Sean tidak akan tinggal diam melihat orang yang di cintainya disakiti. Dia sudah menyuruh orang kepercayaannya untuk mempublikasikan berita putusnya kerja sama Lidya dengannya, dengan begitu semua perusahaan yang bekerja sama dengan Lidya akan membatalkan kerja sama dengan Lidya.


Alasannya karena mereka tidak ingin mengambil resiko. Musuh perusahaan Armadja adalah perusahaan yang harus di jauhi atau mereka akan ikut menanggung konsekuensinya jika tetap bekerja sama dengan perusahaan itu. Dengan kata lain musuh artinya bangkrut.


"Berani sekali kau mempermalukan istriku, jika membunuh tidak di hukum, maka orang pertama yang aku bunuh adalah kau" Tatapan mata penuh kebencian.


Jam pulang kantor pun tiba, Viana dan Sean pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah mereka langsung menyegarkan diri.


Setelah itu Sean mengajak Viana berjalan jalan sore dengan mobilnya.


Viana sangat senang sekali bisa berjalan jalan dengan Sean walau hanya berkeliling saja sampai dia ketiduran sangking lelahnya.


Sean menghentikan laju mobilnya dan mecoba mencuri kesempatan. Dia mencium Viana yang sedang tidur.



Rasanya Sean tidak pernah puas dengan Viana. Mungkin karena ini kali pertama dia jatuh cinta dengan wanita. Setiap sentuhan cinta yang dia rasakan semua adalah yang pertama. Walaupun dia sangat kejam namun dia tidak suka bermain dengan wanita. Karena baginya itu tidak menarik. Namun Viana sudah membuatnya membantah prinsipnya sendiri.


Karena Viana kini menjadi yang utama baginya. Karena cinta telah menguasai hati dan pikirannya hingga membuatnya menjadi budak cinta.


Nggak ada yang tanya nih, kok upnya cepet banget? Jawabannya nanti malem ya. Masih ada episode lagi kok 😊