
Hari ini David sudah kembali ke rumah dengan sepeda baru pemberian oma dan opa nya. Karena hari ini hari minggu, maka David dan Mama Papanya akan melakukan piknik di pinggir danau yang terkenal di daerahnya.
"Mama, Papa ayo." Teriak David dari dalam mobil. Sepertinya dia tidak sabaran menikmati perjalanan ini.
"Iya sayang sebentar. Ayo dong Mas kasihan David sudah menunggu." ucap Anggun yang sedang menunggu Kevin memakai sepatunya.
"Iya sayang, ini sudah selesai. Ayo." Kevin merangkul Anggun dengan mesra menuju mobil.
Setelah semua masuk, mobil pun berangkat. Sepanjang jalan, David terus saja tersenyum. Ini pertama kalinya dia piknik bersama Mama dan Papanya. Kevin dan Anggun juga tersenyum melihat kebahagiaan di wajah putranya.
Menurut Anggun, senyumnya sangatlah langka karena selama ini dia jarang sekali tersenyum. Namun saat bersama Papanya dia selalu menunjukkan senyuman nya. Jika di perhatikan, David sangat mirip dengan Kevin dari segi wajah dan tingkah laku.
Kevin sangatlah tampan, berkulit putih dan bertubuh tinggi tegap begitu juga David. Sifat Kevin pendiam dan hanya tertawa jika bersama orang-orang terdekatnya saja. Berbeda dengan Axel yang jarang tersenyum meski sedang bersama keluarganya. Ya, mungkin saja saat bersama Raya dan anaknya dia mau tersenyum. Kalau tidak, Raya akan mengganggunya terus sampai dia mau tertawa.
Mengenai Kevin, sekarang dia adalah pimpinan perusahaan peninggalan orang tua kandungnya yang dulu di kelola om dan tantenya. Sedangkan Axel memegang perusahaan Armadja yang ada di Amerika.
Kembali ke keluarga cemara. Kevin, Anggun dan David telah sampai di sebuah danau yang luas dan indah. Banyak orang melakukan piknik disana. Bocah berlarian kesana kemari dan ada juga yang menaiki perahu mengelilingi danau. Semua tampak sangat bahagia.
Setelah menemukan tempat yang cocok, mereka menggelar tikar piknik dan menata barang bawaan mereka.
"Pa, ayo kita main bola." ajak David dengan antusias.
"Siap komandan." ucap Kavin sambil memberi hormat. Anggun dan David tertawa melihatnya.
Kevin mengangguk dan mengajak David bermain lempar bola dipinggir danau.
Anggun terus memperhatikan Kevin dan David yang sedang bermain lempar bola. Tampak raut kebahagiaan di wajah David maupun Kevin.
"Sepertinya kalian adalah keluarga bahagia." Suara seorang wanita mengagetkan Anggun. Dia pun menoleh ke sumber suara.
"Lisa." Anggun terkejut melihat kehadirannya.
"Hai pelakor, aku tidak menyangka kau bisa bahagia setelah sukses menghancurkan rumah tanggaku dan membuat Papa Selly di penjara." ucap Lisa dengan tatapan sinis.
Anggun berdiri dan berhadapan dengan Lisa. Tangannya mengepal keras pertanda dia sangat kesal. "Aku bukan pelakor. Suamimu lah yang mata keranjang dan gila. Kalau dia tidak mencoba memperkosaku, dia tidak akan berakhir di penjara." ucap Anggun dengan tatapan kesal.
"Dia tidak akan tergoda olehmu jika kau tidak meresponnya. Kalau pada dasarnya pelakor ya tetap saja pelakor." ucap Lisa dengan tatapan merendahkan.
"Terserah lah aku malas berdebat denganmu." ucap Anggun sambil melangkah meninggalkan Lisa dan menghampiri Kevin dan David yang masih asyik bermain.
Karena merasa kesal, Lisa bermaksud menendang keranjang bekal piknik milik Anggun. Namun sebelum dia melakukannya seseorang menarik rambutnya.
"Hei hei hei kau mau apa pelakor?" ucap Viana yang masih menarik rambut Lisa dengan kuat.