Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
Menonton


Sean dan Viana sudah bersiap-siap hendak pergi. Viana terlihat cantik dengan dress berwarna pink yang di pilihkan Sean. Walaupun dia membenci warna pink, tapi dia tidak bisa membenci jika itu permintaan Sean.


Mereka sudah di teras rumah. Sean berdiri sambil memperhatikan Viana dari atas ke bawah. Benar benar sangat cantik. Dia memegang pinggang Viana lalu mencium bibirnya.



Viana terkejut dengan tindakan Sean yang bahkan berani menciumnya di luar ruangan.


Setelah Sean melepaskan ciuman.


"Sean apa yang kamu lakukan"


"Kenapa aku hanya ingin mempraktikkan saat nanti kita berciuman di depan banyak orang" Kata Sean.


"Sean dunia bukan hanya milik kita berdua. Bagaimana kalau Daniel dan Harry melihat" Kata Viana.


"Aku akan mencongkel mata mereka" Sean melihat ke belakang yang terdapat sebuah mobil pengawal di belakang mobil mereka.


Daniel dan Harry terlihat menghadap ke arah belakang.


"Apa kau ingin berdebat denganku?." Tanya Sean.


"Tidak." Viana menggeleng.


"Kalau begitu tunjukan rasa bahagiamu" Kata Sean.


"Iya" Viana tersenyum sedikit memaksa.


"Good girl" Sean juga tersenyum.



"Ayo berangkat" Ajak Sean.


Mereka memasuki mobil dan pergi ke bioskop. Sesampainya disana, banyak pasang mata yang melihat mereka namun kali ini Viana terlihat cuek karena dia sudah biasa di perhatikan seperti itu.


Setelah, memutuskan film apa yang akan mereka tonton, mereka bermaksud membeli tiket namun antrian penuh.


"Beli lah makanan dan minuman ringan. Aku akan mengantri" Ucap Sean.


Viana mengangguk dan pergi membeli popcorn dan minuman yang tak jauh dari lokasi pembelian tiket.


Viana sudah selesai membeli makana dan minuman, tapi saat dia berbalik dia terkejut melihat Sean yang menghampirinya dengan 2 tiket di tangannya. Viana melirik antrian tadi dan memperhatikan bahwa yang sedang mengantri adalah orang yang sama saat dia belum pergi.


"Sean kenapa cepat sekali?." Tanya Viana.


"Mereka semua mempersilahkan aku mengantri duluan" Kata Sean.


Yang sebenarnya terjadi.


Setelah sampai di depan, Sean berbalik dan berkata.


"Apakah ada yang keberatan jika aku mengantri di urutan depan?." Menatap tajam.


Semua orang menggeleng.


"Tidak Tuan, silahkan" Ucap seorang pria yang berada di depan Sean. Sean tersenyum dan menepuk pundak pria itu. Pria itu hampir saja jatuh pingsan. Bahkan senyuman Sean terlihat seperti mengancam.


"Ya sudah ayo" Ajak Sean yang sudah tidak sabar.


Sean ingin memilih bangku belakang paling sudut namun sudah ada pasangan yang menempatinya. Sean mendatangi mereka.


"Jika kalian masih ingin hidup tenang, carilah tempat duduk yang lain" Ucap Sean sambil menatap tajam.


Kedua pasangan itu hendak marah, namun setelah mereka tau siapa yang berbicara mereka langsung pergi mencari tempat duduk lain. Sean tersenyum sedangkan Viana menggelengkan kepalanya.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya film di mulai. Sepanjang menonton, Sean terus memperhatikan film dengan serius. Tidak, dia sedang menunggu adegan itu. Viana fokus melihat dan mendengarkan alur cerita itu.


Sampailah pada adegan yang di tunggu-tunggu Sean. Sebuah ciuman panas dalam film itu. Sean merangkul bahu Viana dan menariknya agar lebih dekat dengannya. Viana tau maksud Sean.


Sean mengangkat dagu Viana dan perlahan mencium bibirnya. Wanita yang duduk di sebelah mereka tak sengaja melihat mereka berciuman. Dia telihat sangat iri melihat Viana bisa berciuman dengan pria setampan Sean. Dia langsung membuang muka.


Nasib nonton film sendirian hiks.


.


.


.


Maaf ya kalau gambarnya terlalu vulgar.


Selagi menunggu author up besok, yuk baca karya kakak author di bawah ini.


Mr Arogan Is My Husband



.


.


Sheila & Rey