
⛅ Selamat membaca ⛅
Sang waktu bergerak dengan cepat tanpa terasa sudah hampir dua jam mereka menunggu hasil. Tuan Hanafi, Gerry, Didi, Nino, Sasa, dan tuan Kusuma semua berjejer duduk di kursi tunggu. Wajah Gerry sudah tampak gusar. Kenapa dokter belum keluar juga. Apa terjadi sesuatu pada istri dan anak-anaknya? semoga saja tidak. Batin Gerry sudah tak karuan. Ia berdiri meninju Diding yang ada dihadapannya.
"Tenanglah Ger, dokter pasti mengusahakan yang terbaik untuk Dian dan anak-anak kalian." Ujar tuan Hanafi, meskipun hatinya juga mencemaskan kondisi putrinya namun setidaknya ia harus terlihat kuat.
Setelah lima belas menit, dokter Fany keluar diikuti dua dokter lainnya.
"Bagaimana dok?" serbu Gerry,7 begitu melihat ketiga dokter itu keluar. Awalnya ketiga dokter itu masih berwajah tegang. Namun sedetik berikutnya dokter Fany sudah menampakkan senyumnya.
"Bersyukur nyonya Dian sudah melewati masa kritisnya. Namun kedua bayi kalian harus berada didalam inkubator. Karena berat badan mereka kurang. Tapi beruntung anda membawa nyonya Dian tepat waktu. Sehingga bayi-bayi kalian dapat tertolong." Ujar dokter Fany.
"Lalu jenis kelamin anak kami?"
"Dokter Stevi yang akan menjelaskan."
"Selamat sore tuan, mengenai jenis kelamin anak anda. Yang pertama keluar berjenis kelamin laki-laki dan yang kedua berjenis kelamin perempuan. Berat badan anak laki-laki anda 1.750 Gram dan yang perempuan 1.600 gram. keduanya lahir sempurna tanpa kurang yg suatu apapun. Meski bayi kedua sempat tidak menangis untuk beberapa menit. Tapi sejauh ini kondisi mereka baik."
"Perkenalkan saya dokter Anggi. Saya dokter bedah yang menangani nyonya Dian. Solusio plasenta yang dialami nyonya Dian tergolong sedang. Beruntung sebelum operasi pendarahan dapat dihentikan. Tetapi kita tetap harus waspada. Dalam dua hari ini kita akan terus mengobservasi apakah terjadi pendarahan lagi atau tidak. Karena jika sampai terjadi lagi pendarahan yang kedua maka kami terpaksa harus melakukan hiterektomi atau pengangkatan rahim. Untuk mengurangi resiko yang bisa menyebabkan kematian." Tutur dokter Anggi.
"Terimakasih dok. Kalian bertiga akan mendapatkan promosi jabatan untuk usaha yang kalian lakukan ini." Kata Gerry.
"Terimakasih tuan Gerry. Tapi memang ini sudah menjadi tugas kami." Jawab dokter Fany sungkan.
"Anggap saja, ini hadiah terimakasih dari saya." Kata Gerry.
"Dokter apa kami sudah boleh menengok putriku?" sela tuan Hanafi yang sudah tak sabar ingin melihat kondisi putrinya.
"Oh maafkan saya tuan. Sebentar, setelah ini nyonya Dian akan di bawa ke ruang perawatan. Sekarang perawat baru membersihkan tubuh nyonya Dian." Dan tak berselang lama brankar Dian didorong oleh tiga orang perawat.
Saat tiba di lantai paling atas nyonya Arini terkejut mendapati menantunya di dorong dalam keadaan perut yang sudah mengempis. Apa lagi dibelakang semua keluarga Dian mengikuti. Bukankah harusnya sebentar lagi acara resepsi pernikahan Nino? batin nyonya Arini. Ia bergegas mendekati putranya.
"Ada apa ini Ger?"
"Dian sudah melahirkan ma," Ucap Gerry mencoba tersenyum kepada sang ibu.
"Usia kandungan Dian masih sekitar 30 Minggu Ger, bagaimana bisa?"
"Dian mengalami pendarahan lagi mah, dan bayinya harus segera dikeluarkan."
"Ya Tuhan .." nyonya Arini menutup mulutnya --- "Lalu bagaimana kondisi anak-anak kalian?"
"Sejauh ini mereka baik-baik saja ma, hanya memerlukan perawatan intensif saja.
"Lalu Zafa mana?"
⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅
Uenaknya nanti up lagi ga ya?
Duh mau tamat ko malah ga rela ya 😂😂
Jangan lupa dijempolin. Dan komen kalian aku tunggu.
sekali lagi othor terimakasih sekali pada kalian yang sudah berkenan memberi vote pada othor. Karena semakin Banyak yang vote karya othor ini. maka akan sering nongol di Beranda. Dan itu artinya kalian ikut berpartisipasi dalam mensukseskan karya othor ini. Terimakasih 😘😘