
Ana dan Rama menuju pulang kerumahnya, namun Ana hanya diam saja membuat Rama bingung.
"Sayang, apakah kau marah" Ucap Rama
Namun ana hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan Rama.
"Sayang, jawab pertanyaanku" Ucap Rama kesal yang merasa diabaikan.
Ana hanya pura-pura tertidur karena masih males bicara dengan Rama apalagi sampe berdebat dengan Rama.
"Sayang, Elina itu hanya masalaluku dan aku sudah tidak ada perasaan apa-apa dengannya" Ucap Rama menjelaskan tentang perasaannya.
Anatidak menjawab menggubris omongan Rama dan ketika sampe depan rumah pun ana langsung keluar dari mobil dan masuk kerumahnya.
*Apakah wanita selalu bersikap seperti ini ketika sedang cemburu, rasanya tidak tahan banget diabaikan oleh ana* Guman Rama dalam hati.
Ana langsung masuk ke kamar, setelah selesai memarkirkan mobilnya digarasi rumahnya dan segera menyusul ana ke kamarnya. Ana masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan ana langsung memakai baju tidur dan langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur.
Ana tertidur dengan wajah yang begitu begitu manis, Rama menghampiri ana yang sedang tertidur dan membelai wajah ana dengan lembut.
"Sayangku, percayalah cintaku hanya untukmu" Ucap Rama dengan penuh kasih sayang.
Rama langsung membaringkan tubuhnya disebelah ana dan memeluk tubuh ana. Rama dan ana pun tertidur dengan nyenyak.
Keesokan harinya, ana pun bangun dari tidurnya dan melepaskan pelukan Rama dari dirinya namun Rama menahan ana agar tidak pergi.
"Diamlah, tetaplah seperti ini" Ucap Rama sambil mempererat pelukannya.
"Bangunlah bukankah kamu harus pergi bekerja" Ucap ana pada Rama.
"Tidak usah kawatir!!aku ini bos nya dan tidak mungkin dipecat oleh kariawannya" Ucap Rama pada ana.
Rama pun langsung bangun dari tidurnya dan duduk disamping ana.
"Ana, sampe kapan kau akan bersikap menyebalkan seperti ini? Aku sudah menjelaskan semuanya dan dihatiku hanya ada kamu, tapi kenapa kamu selalu menguji kesabaranku" Ucap Rama yang sudah mulai kesal.
Ana hanya terdiam, ana juga tidak tau kenapa ana bisa merasa sangat cemburu pada Elina.
"Katakan padaku, harus bagaimana agar kau percaya aku hanya mencintai kamu. apakah aku harus mengubah semua surat-surat rumah, mobil, saham, perusahanku semua atas namamu. akan aku lakukan ana" Ucap Rama yang memang sudah tidak bisa menahan emosinya.
"Aku tidak mau semua itu" Ucap ana yang akhirnya mengeluarkan suaranya.
"Katakanlah, sayang apa maumu akan aku kasih semuanya untukmu apa yang aku punya" Ucap Rama dengan nada yang sudah mulai mereda.
"Aku hanya ingin pergi ke dapur untuk memasak, kamu pergilah mandi dan bersiap ke kantor" Ucap ana pada Rama yang membuat Rama merasa sangat kesal sekali.
Rama menghela nafas panjang dan langsung bangun untuk menuju kamar mandi ana merapikan tempat tidur mereka dan setelah selesai ana pun langsung turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.
Bagi ana semarah apapun dirinya pada suaminya namun dia harus tetap mengurus suaminya dengan baik.
"Sayang, sudah selesai" Ucap Rama yang sudah rapi dengan jasnya.
"Sudah, sarapanlah dulu" Ucap ana Sambil mengambilkan makanan untuk Rama.
"Sayang, pasangkan dasiku dulu" Ucap Rama dan memberikan dasinya pada ana.
Setelah memasangkan dasi Rama, akhirnya ana menemani suaminya sarapan dan pergi mengantarkan kedepan rumah untuk melihat suaminya berangkat kerja.
Rama pun berangkat kerja dan ana pun langsung masuk kedalam rumah.
Selamat pagi para pembaca setia, maaf ya kalo ceritanya bikin kalian semua gregetan 😘😘😘😘