Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
400.Libur dirumah saja S2


"Bagaimana, kalau kita pergi bulan madu kedua?" Cetus Niah tiba-tiba.


"Bulan madu kedua? Akan aku pikirkan, apalagi saat ini kamu sedang hamil besar." Jawab David, ia membawa Niah masuk ke dalam pelukannya.


"Tidak asik sayang, kalau kita pergi bulan madu disaat kamu sedang hamil besar. Aku juga takut kelelahan dan takut juga kandunganmu kenapa-kenapa." Batin David dalam hatinya.


Jam menunjukkan pukul 7 pagi, tapi David dan Niah masih malas-malasan diatas ranjang tempat tidurnya. Bahkan mereka masih berpelukan dengan hangat.


Kalau sudah berduaan sama istrinya, rasanya tidak mau lepas. Seperti itulah David.


Kenan dan Ralin.


Kenan dan Ralin mereka sudah bangun, kini Ralin sedang sarapan bersama Kenan, karena aksinya semalam diatas ranjang yang begitu panas. Mungkin itu menguras banyak tenaga Ralin makanya masih pagi jam 7 ia dan suaminya sudah sarapan berdua.


"Mama sama papa, kapan pulang? Mereka asik berlibur. Sayang aku pergi jalan-jalan ya aku ajakin Kak Niah dan Kak Valin." Ralin terus melahap makanannya dengan lahap.


"Mungkin malam ini mama dan papa pulang, mau jalan-jalan kemana? Ayo sama aku!" Jawab Kenan, ia juga menikmati makanannya dengan lahap.


"Iya ngabisin-ngabisin duit suami." Ralin senyam-senyum, Kenan juga tersenyum ia tahu seperti apa kalau Ralin sudah belanja? Pasti akan menghabiskan banyak uannya.


"Apa kamu tidak lelah? Semalam kamu habis melakukan aksi panas diatas ranjang. Apa tidak sebaiknya kamu istirahat saja, biar adonan kita cepat jadi?" Tanya Kenan, dengan nada lembut.


Ralin terdiam mencerna pertanyaan suaminya, ia berpikir jika ia jalan-jalan pasti akan kelelahan.


"Mending dikamar saja kali ya? Lanjutin buatin adonan biar cepat jadi." Ralin senyam-senyum di dalam hati.


"Ya sudah, kita dikamar saja sayang kita main perang-perangan. Pokoknya setelah sarapan kita masuk lagi ke kamar!" Ralin tersenyum nakal, membuat Kenan menggelengkan kepalanya tidak percaya.


"Sungguh, dia lebih agresif sekarang. Tapi baguslah kalau istriku seperti ini, lagian nakal sama suami sendirikan malah bagus." Batin Kenan dalam hatinya.


Akhirnya setelah menyelesaikan sarapannya, Kenan dan Ralin kembali masuk ke dalam kamar lagi, iya mereka melanjutkan membuat adonan mereka biar cepat jadi.


Kevin dan Kenan.


Kevin dan Valin juga masih terdiam diatas ranjang tempat tidurnya, mereka enggan untuk bangun karena rasanya sangat malas sekali.


"Sayang, hari ini libur kerja jadi aku mau kita dikamar saja!" Ajak Kevin, ia terus memeluk Valin dengan hangat.


"Apakah itu tidak membuatmu bosan? Mending kita jalan-jalan!" Jawab Valin, ia mencoba bernegosiasi pada suaminya.


Valin pasti akan jenuh jika seharian dirumah saja, apalagi kalau hanya diatas ranjang pasti ia akan kuwalahan dengan permainan sang suami.


"Aku yakin, jika hanya dikamar saja pasti Kevin akan terus mengajakku bermain perang-perangan." Batin Valin dalam hatinya.


"Jika bersamamu aku tidak akan bosan, kan kita bisa bermain diatas ranjang jadi mana mungkin aku akan bosan." Jawab Kevin, sambil memainkan hidung mancung Valin.


"Dasar kamu ini." Omel Valin dengan manja.


"Dasar apa sayang? Ayo kita lanjutkan permainan kita lagi, aku belum puas sayang." Kevin langsung mengajak Valin masuk ke dalam selimut, kini mereka sudah berada di dalam selimut.


"Sayang, aku masih lelah." Kata Valin di dalam selimut.


"Aku tidak perduli, pokoknya aku mau melanjutkan membuat adonan kita." Jawab Kevin dan langsung melanjutkan aksinya di dalam selimut sana.


Ntahlah apa yang dilakukan oleh dua sejoli itu di dalam selimut, yang jelas mereka sedang bekerja keras membuat adonan mereka biar cepat jadi.


Efek malas-malasan dan enggan keluar, akhirnya mereka melanjutkan membuat adonan mereka.


Vano.


Karena pernikahannya tinggal beberapa hari lagi, jadi Vano tidak mengajak Vina untuk ketemuan atau sekedar mengajak Vina jalan. Anggap saja mereka itu sedang dipingit.


Sambil menyiram tanaman ia bernyanyi, matanya mengarah kerumah Kenan tapi rumah Kenan masih terlihat sepi, lalu ia mengalihkan pandangannya kerumah Kevin dan sama rumah Kevin juga sepi.


"Sungguh, ini hari libur tapi begitu sepi. Sebenarnya Kenan dan Kevin itu, mereka sedang apa sampai-sampai mereka belum keluar dari rumahnya?" Tanya Vano pada dirinya sendiri.


Biasanya kalau libur waktu mereka belum menikah, pasti Kevin dan Kenan sedang olahraga di depan rumahnya. Tapi hari ini mereka belum keluar dari rumah padahal hari sudah mulai siang.


"Aku jalan-jalan saya kali ya? Tapi jalan-jalan sendirian pasti tidak asik, aku ajak Vina? Tapi nanti Vina kelelahan aku takut ia sakit, pernikahan kita kan tinggal menghitung hari." Vano terus bicara pada dirinya sendiri.


Ia merasa jenuh, tapi ia juga bingung mau melakukan apa? Inilah efek masih sendirian jadi ya galau sendirian sambil menyiram tanaman.


Vina.


Vina hari ini sedang melakukan perawatan, ia pergi ke salon, biar nanti saat hari pernikahannya tiba Vina terlihat cantik dan tentunya semua ini dilakukan untuk membuat Vano bahagia.


"Tidak terasa, pernikahanku tinggal menghitung hari. Aku harus cantik dan badanku harus seger biar waktu malam pertama Vano juga puas." Vina senyam-senyum sendiri, sungguh pikiran ia sudah traveling kemana-mana.


Hari ini ia pergi sendirian, karena ia tidak mau bertemu dengan Vano. Jadi ya harus pergi sendirian.


Pokoknya seharian ini Vina sibuk ke salon, lalu ke mall ia membeli baju tidur sexy dan dalaman baru.


"Kalau aku pakai ini, pasti Vano akan senang dan tentunya dia akan puas diatas ranjang." Batin Vina dalam hatinya.


.


.


.


Niah dan David.


Kini mereka sudah bangun dari tempat tidurnya, mereka sedang menonton televisi berdua. David duduk dan Niah tiduran dipangkuan David.


"Kamu tidak makan?" Tanya David, karena Niah belum sarapan dari tadi pagi.


"Belum lapar sayang, ayo kita kerumah mama aku pingin kumpul sama yang lainnya." Jawab Rengkek Niah dengan manja.


"Nanti malam kita kesana, kita kumpul bareng ya." Kata David, sambil mengelus-elus rambut panjang Niah.


Dalam hati Niah, nanti malam kalau kumpul aku mau mengajak mereka seru-seruan, aku mau kumpul dengan mereka seperti dulu lagi sebelum pada menikah.


Mengingat waktu mereka belum pada menikah, mereka sering sekali kumpul bareng apalagi jarak rumah mereka yang begitu dekat itu membuat mereka sering ketemu dan seru-seruan bareng.


"Sayang, kita kasih kado Vano apa?" Tanya Niah pada David.


"Kasih saja jamu kuat, biar mereka tepar saat malam pertama nanti." Jawab David sambil tertawa.


"Suamiku, kamu itu jail sekali." Omel Niah.


Niah sedang bingung kado apa yang cocok untuk Vano?


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


Maaf ya, baru sempat up 🙏