Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
134. Penuh kasih sayang


 


Rama dan ana tertidur sangat pulas


 


Malam ini, tiba-tiba rama terbangun dan memperhatikan istrinya yang sedang tidur.


"Sayang, terimakasih sudah mau mengandung anakku" Ucap Rama, sambil mencium kening istrinya.


Rama merasa bersyukur sekali apalagi saat


Ini istrinya telah hamil dan Rama akan segera


menjadi seorang papa.


Keesokan harinya.


Ana terbangun karena tiba-tiba merasa


mual, Ana langsung beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi.


"Huek.. huek" Suara Ana sedang muntah di


dalam kamar mandi.


Rama yang mendengar suara tersebut


langsung bangun dari tidurnya dan menyusul


Ana ke dalam kamar mandi, ana yang tidak mengunci pintu kamar mandi tersebut membuat Rama bisa langsung masuk.


"Sayang, kamu tidak apa-apa?" tanya Rama, sambil memijat leher istrinya.


Ana tidak menjawab karena masih muntah-muntah terus.


"Sayang, kita ke dokter saja ya" ajak Rama dengan nada yang begitu panik.


Ana mencuci mukanya dan membersihkan bagian mulutnya, setelah


selesai Ana mengajak suaminya keluar


dari kamar mandi.


"Rama, aku tidak apa-apa kamu jangan khawatir ya namanya juga lagi hamil ya


wajar mual-mual sayang, aku sudah banyak membaca tentang kehamilan di internet jadi


aku tau sayang" Ucap Ana berusaha memberikan pengertian pada suaminya.


"Jaga baik-baik kandungan kamu ya sayang,


katakan apapun yang kamu inginkan aku akan membelikannya untukmu!!" Ucap Rama, dengan penuh semangat karena merasa bahagia.


"Kalau aku minta mobil apa kamu akan membelikannya untukku sayang" tanya Ana,


dengan nada yang begitu imut.


"Akan aku telpon deller mobil untuk segera membawakan satu mobil baru untukmu sekerang!!" jawab Rama, Rama yang sudah memecet ponselnya dan berniat menghubungi deller mobil langganannya.


"Kenapa sayang?" Tanya rama ingin tau.


"Rama, aku tidak sungguh-sungguh meminta


mobil baru aku hanya bercanda saja dengan dirimu" Ucap Ana sambil tersenyum jail pada Rama.


"Ana kamu itu ya, selalu saja ngerjain aku" Ucap Rama sambil mencubit kedua pipi ana bersamaan dengan kedua tangannya.


"Sayang ih, sakit pipi aku ih" Keluh Ana pada Rama.


Ana yang paling senang mengerjain suaminya, apalagi saat ini dirinya sedang hamil setiap ucapan ana pasti akan dituruti.


namun untuk kali ini Ana hanya bercanda karena rama sudah menyiapkan mobil dan supir untuk mengantarkan Ana kemana saja.


Jadi Ana tidak perlu mobil baru.


"Habisan kamu, becandain aku gitu sih.


aku kira tadi kamu beneran minta mobil sayang" Ucap Rama, sambil tersenyum pada Istrinya.


"Hahaha lagian mana mungkin sayang,


orang ngidam minta mobil sih kamu mah


suka ada-ada aja sayang" Ucap Ana, Ana pergi meninggalkan Rama yang sedang duduk.


"Mau kemana?" Tanya rama ingin tau.


"Mau cari mangga muda sayang, aku lagi


pingin yang asem-asem" Ucap Ana pelan.


"Aku akan carikan untukmu sayang, kamu


tunggu aja dirumah ya!!" jawab Rama penuh


Perhatian.


"Terimakasih suamiku, baiklah aku akan menunggumu" Ucap Ana dengan gembira.


Rama dan Ana berjalan menuju ruangan bawah, Rama menggandeng istrinya karena takut jatuh atau terpleset.


"Ana pelan-pelan jalannya" Ucap Rama dengan penuh khawatir.


"Sayang, jangan terlalu khawatir aku bisa jaga diriku dengan baik dan jaga anak kita dengan baik juga sayang" Jawab Ana penuh dengan keyakinan, agar Rama tidak bersikap


berlebihan padanya.


Rama tersenyum melihat istrinya, Rama


bahagia karena kehamilan istrinya tidak membuat Ana menjadi manja namun Rama


tetap memperhatikan dengan penuh kasih sayangnya.


Bersambung