
Jam menunjukkan pukul 7 malam kini Rama dan Rehan baru saja pulang dari kantor.
Ana dan Ayu sedang duduk diruang tengah, mendengar suara mobil Suaminya keduanya langsung menuju keluar menuju rumah.
"Ayu, seperti itu suara mobil Suami-suami kita" kata Ana, yang merasa tidak asing dengan suara mobil Suaminya.
"Ayo kita lihat kedepan" ajak Ayu.
Kini Ayu dan Ana langsung menuju kedepan rumahnya dan benar ternyata, itu suara mobil Suami mereka berdua.
"Rama.." panggil Ana, yang langsung berlari menghampiri Rama.
"Pelan-pelan nanti jatuh" kata Rama, yang melihat Ana berlari untuk menghampiri dirinya.
"Hay sayang" sapa Rehan pada Ayu dengan begitu manja.
Ayu langsung merentang kedua tangannya, Rehan langsung berlari untuk memeluknya.
"Ayo masuk" ajak Rehan, yang sudah mengandeng tangan Ayu.
Ayu dan Ana punya cara yang berbeda ketika menyambut Suami mereka pulang kerja, namun kadang cara Rehan lebih mengemaskan.
Kini mereka berempat masuk kedalam rumah secara bersamaan.
Sesampainya diruang tengah, Ana dan Ayu menanyakan pada Suami mereka masing-masing.
"Ram, Kamu mau makan dulu apa mandi dulu?" tanya Ana dengan nada lembut.
"Makan dulu saja, biar nanti habis mandi langsung istrihat sayang" jawab Rama, sambil tersenyum pada Ana.
Rama melepaskan jasnya lalu memberikan pada Ana, Ana menerima jas dari tangan Rama lalu menaruhnya dikursi.
Lalu Ana mengajak Rama untuk duduk dikursi meja makan.
"Sayang, Kak Rama makan jadi Aku juga mau makan dulu" kata Rehan pada Ayu.
"Iya, ayo Kita makan dulu!" jawab Ayu, yang langsung mengajak Rehan menuju ketempat meja makan.
Kini mereka menikmati makan malam bersama dengan penuh nikmat. setelah selesai makan mereka berempat ngobrol lebih dulu diruang keluarga.
"Kak Rama" panggil Rehan.
Rama melihat kearah Rehan.
"Iya ada apa, Han?" tanya Rama pada Rehan.
"Kak Aku malam ini, mau pindah kerumah baruku ya, Aku mau mulai hidup mandiri dengan Ayu" Rehan meminta izin dari Rama.
Rama membenarkan posisi duduknya, lalu melihat kearah Rehan.
"Besok saja, sekarang sudah malam Kamu juga baru pulang kerja pasti capek" jawab Rama.
Rehan melihat kearah Ayu, lalu Ayu menganggukan kepalanya yang berati setuju dengan jawaban Rama.
"Baiklah Kak, besok kita baru pindah" kata Rehan, yang menurut pada Kakaknya.
Ana melihat kearah Ayu dengan wajah yang begitu sedih.
"Yu, nanti rumah ini akan sepi kalau Kamu pindah" keluh Ana, yang matanya sudah berkaca-kaca.
Rama yang melihat Istrinya hampir menangis langsung menarik kedalam pelukannya.
"Ana, Ayu dan Rehan pindah didepan rumah Kita, kalian bisa kapan saja bertemu ketika kalian kesepian" nasehat Rama, yang berusaha memberikan pengertian pada Ana.
"Iya Kakak Ipar, benar apa kata Kak Rama" jawab Ayu, yang berusaha menghibur Ana.
"Nanti Kakak Ipar, Kak Alena, dan Ayu, kan bisa saling janjian ketemu, terus ngibah bareng-bareng deh" timpal Rehan, yang memang suka sekali bicara sembarangan.
Rama tertawa mendengar timpalan dari Rehan.
"Iya bener Han, ditambah nanti Via, rame pasti mereka setiap hari" saut Rama.
"Memangnya Via sudah dapat rumah disini?" tanya Ana, pada Rama.
"Belum, cuma disamping rumah Kita katanya mau pindah keluar kota dan berniat menjual rumahnya dengan cepat" kata Rama.
Ana dan Ayu langsung bersorak hore dengan begitu senang.
"Akhirnya satu komplek" kata Ayu.
"Pasti akan seru nanti" saut Ana, sambil membayangkan.
"Iya iya nanti Kita bikin saung didepan rumah, terus tulis aja tempat ngehibah" kata Rama.
"Aku buka warung Indomie sama kopi nanti" timpa Rehan.
Mereka asik mengobrol sampe akhirnya capek, lalu mereka langsung masuk ke masing-masing.
Dikamar Rama dan Ana.
Rama langsung pergi mandi sedangkan Ana sudah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, setelah selesai mandi dan berganti pakaian Rama langsung merebahkan tubuhnya disamping Ana.
"Sayang, Kamu sudah siapkan nama untuk Anak kita nanti?" tanya Ana tiba-tiba.
"Aku sudah menyiapkannya" jawab Rama, sambil tersenyum pada Ana.
Ana membalas senyuman Rama.
"Nanti Anak Kita, manggil Kita siapa?" tanya Ana, meminta pendapat pada Rama.
"Mama dan Papa saja nanti" jawab Rama.
"Tidak Ayah dan Ibu saja?" usul Ana.
"Aku lebih suka Mama dan Papa" jawab Rama.
Akhirnya Ana mengalah dan setuju dengan Rama, nanti Anaknya mereka memanggil mereka dengan sebutan Mama dan Papa.
"Kamu sudah tau, kalau Alena sedang hamil" tanya Ana tiba-tiba.
"Apa Alena hamil?" bukannya menjawab Rama malah balik bertanya.
"Iya Alena sedang hamil" jawab Ana.
"Baguslah, akhirnya usaha Bagas tiap malam sudah membuahkan hasil" kata Rama, sambil tersenyum pada Ana.
Rama mulai memejamkan matanya, namun Ana masih terjaga karena akhir-akhir ini Ana sudah mulai susah tidur.
Dikamar Rehan dan Ayu.
Setelah selesai mandi, Rehan langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang kini Ayu merebahkan kepalanya di dada bidang Rehan dengan begitu manja.
Ayu membelai-belai dada Rehan dengan tangannya.
"Alena sudah hamil, sayang" kata Ayu tiba-tiba.
"Lalu kalau Kak Alena hamil kenapa? Dia kan ada Suaminya" jawab Rehan, yang langsung membalikkan badan Ayu kini Ayu berada dibawah Rehan.
"Aku juga ada Suaminya, tapi Aku belum hamil" protes Ayu.
Mendengar protesan dari Ayu, Rehan hanya tertawa.
"Sayang, Kita ini menikah belum lama jadi ya wajar kalau Kamu belum hamil" Rehan mencoba menasehati Ayu.
"Tapi Aku pingin hamil" kata Ayu, dengan nada merajuk.
Rehan mencubit hidung Ayu, karena menurut Rehan malam ini Ayu begitu mengemaskan.
"Maka biarkan Aku menyiramnya setiap malam, biar cepat jadi adonannya Kita" kata Rehan dengan nada menggoda.
Ayu menatap mata Rehan, namun Rehan langsung mencium bibir Ayu.
"Cup.." satu ciuman mendarat dibibir Ayu.
Rehan melepaskan ciumannya.
"Rehan..." rengkek Ayu.
Rehan tersenyum pada Ayu, lalu membelai pipi Ayu dengan lembut.
"Katakan padaku, Apa Kamu ingin segera hamil?" tanya Rehan dengan serius.
Ayu menganggukkan kepalanya.
"Iya sayang" jawab Ayu.
Rehan membenarkan posisi tidurnya, lalu menarik Ayu kedalam pelukannya.
"Kamu sungguh sudah siap punya Anak?" Rehan kembali mempertegas pertanyaan pada Ayu.
"Aku siap, siap lahir batin pokoknya" jawab Ayu dengan tegas.
"Ketika punya...." kata Rehan yang terhenti, karena Ayu langsung naik keatas tubuh Rehan.
"Kamu mau apa?" tanya Rehan.
"Aku mau menutup mulut bawelmu" jawab Ayu.
Ayu langsung mendaratkan bibirnya dibibir Rehan, kini Ayu mencium bibir Rehan dengan kasar.
Ayu melepaskan ciumannya, lalu turun menciumi leher Rehan.
"Ahh dibawah tidak enak sekali" gumam Rehan.
Dengan kasar Rehan bangun dari tidurnya, lalu langsung menjatuhkan tubuhnya Ayu kini Ayu berada dibawah Rehan.
"Biarkan Aku yang diatas, Kamu dibawa saja" pinta Rehan.
Ayu tersenyum senang, akhirnya Suaminya beraksi juga.
"Tidak sia-sia Aku menggodanya, Akhirnya Bangun juga sih Dede kecil didalam sarangnya" gumam Ayu, yang merasa sangat senang.
Rehan langsung ******* bibir Ayu dengan begitu penuh nafsu, kini Rehan memasukan lidahnya ke dalam mulut Ayu, sampai akhirnya lidah mereka bertemu.
Kini keduanya sedang perang lidah dengan begitu nikmat.
"Eemmhh emmmcchh" desahan Ayu dan Rehan secara bersamaan.
Tangan Rehan mulai menyelinap masuk ke baju Ayu, kini tangan Rehan mulai meremas-remas satu gunung kembar Ayu.
Rehan melepaskan ciumannya, lalu Rehan menelusuri setiap inchi tubuh Ayu.
Erangan dan desahan penuh kenikmatan diantar mereka berdua mulai terdengar agak keras.
"Ahhh ahhhcchhh..." desehan Ayu.
Rehan sudah melepaskan semuanya bajunya, Rehan langsung membuka baju tidur Ayu, lalu membuangnya ke lantai.
"Sayang ahh.." panggil Rehan yang diiringi dengan desahan.
"Emmmhh apa?" tanya Ayu yang juga diiringi desahan penuh kenikmatan.
"Kalau Aku nacapnya lebih dari sekali, Kamu kuat tidak sayang?" tanya Rehan, yang semakin mulai gusar.
Ayu hanya mendesah keenakan, tanpa menjawab pertanyaan dari Rehan.
Rehan yang sedari tadi menggesek-gesekan miliknya ke milik Ayu, kini benar-benar mencapai puncaknya.
Rehan langsung menancapkan miliknya ke milik Ayu dengan sekali hentakan, karena punya Ayu sudah tidak disempit waktu pertama kali itu membuat Rehan sekali tancap langsung gool.
"Ahh.. sudah masuk?" tanya Ayu, yang agak merintih merasakan hentakan Rehan barusan.
"Ahhh ahhhcchhh, sudah sayang" jawab Rehan, yang diiringi desahan kenikmatan.
Rehan terus menghentak-hentakan miliknya dengan cepat, sampai beberapa menit kemudian Rehan langsung mengalir cairan panas kedalam rahim Ayu untuk kesekian kalinya.
"Ahh lega sekali, mudah-mudahan ini jadi" Doa Rehan, sambil mencabut miliknya dari milik Ayu.
Rehan menjatuhkan tubuhnya disamping Ayu, namun Rehan kembali memulai aksinya lagi karena Adik kecilnya belum merasa puas.
Akhirnya tanpa melakukan pemesanan seperti pertama kali, kini Rehan langsung menarik Ayu keatas tubuhnya.
"Kamu yang main sayang" pinta Rehan.
"Caranya bagaimana?" tanya Ayu yang sudah duduk diatas perut Rehan.
"Angkat tubuhmu!" pinta Rehan.
Ayu mengangkat tubuhnya, lalu Rehan mengarahkan miliknya kedalam milik Ayu sampai akhirnya masuk.
"Ahh aahhcchh..." desahan diantara keduanya.
Sampai akhirnya keduanya sama-sama mencapai puncaknya dan kedua kalinya, cairan hangat Rehan masuk kedalam rahim Ayu.
Kini keduanya terkulai sama-sama lemas, Rehan langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh dirinya dan tubuh istrinya.
Karena sama-sama merasa lelah, akhirnya keduanya langsung memejamkan mata.
Bersambung 🙏