Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
408.Ke anehan Vina S2


Kini Valin dan Ralin merasa bahagia dipelukan suaminya, karena akhirnya mereka hamil.


Akhirnya keluarga kecil Kenan dan Kevin, akan segera dihadirkan malaikat kecil.


Setelah periksa, mereka langsung pulang Kevin yang menyetir mobilnya, karena Kenan perutnya merasa enek kepalanya juga pusing jadi tidak berani menyetir.


Kevin menyetir, Valin duduk disebelahnya, Kenan dan Ralin duduk di jok belakang.


"Sayang, tiba-tiba aku pingin makan rujak yang ada di pinggir jalan dekat komplek." Rengek Valin, ia begitu manja mungkin karena bawaan bayi.


Kevin menganggukan kepalanya, ia tersenyum pada istrinya.


"Apa, Valin sudah mulai mengidam?" Batin Kevin dalam hati.


"Iya Vin, aku juga pingin makan yang asam-asam. Sungguh mulutku rasanya tidak enak sekali, pingin makan yang asam-asam tiba-tiba." Sambung Kenan, wajahnya terlihat menggemaskan.


Dalam hati Ralin, aku yang hamil tapi Kenan yang pingin makan asam-asam. Nak lihatlah papamu yang mengidam bukan mama, kamu itu pintar sekali nak. Ralin mengelus-elus perutnya dengan lembut.


"Baiklah, kita makan rujak dulu. Aku juga mau makan mangga muda." Sahut Kevin, ia juga ternyata ingin makan mangga muda.


Sesampainya ditukang rujak, Kevin langsung memarkirkan mobilnya. Mereka semua turun dari mobilnya dan siap menikmati rujak bersama.


Kevin memesan dua porsi rujak, dan itu hanya dengan isi mangga muda saja tanpa campuran buah yang lain-lainnya.


Mereka semua duduk dibawa pohon rindang, sambil menikmati jus jeruk yang telah Kenan pesan. Seger bukan makan rujak mangga muda ditemanin dengan jus jeruk yang begitu segar.


"Istriku yang hamil, tapi aku yang pingin makan asam-asam." Keluh Kenan, ia agak kesal karena mengidam itu membuat dia sendiri juga merasa repot.


"Sayang, jangan mengeluh! Kan ini juga anak kamu." Ralin tersenyum, ia menyadarkan kepalanya di bahu kekar milik Kenan.


Dalam hati Kenan, Iya aku tidak boleh mengeluh, harusnya aku bersyukur akhirnya pernikahanku dikaruniai anak. Banyak orang diluaran sana yang masih menantikan buah hati mereka.


"Iya Ken, jangan ngeluh. Ingat kita menikah kan untuk punya anak." Sahut Kevin, ia memberikan semangat pada sahabatnya itu.


Setelah beberapa lama, akhirnya pesanan rujak mereka datang. Kini mereka menikmati rujak mangga muda bersama.


"Vin, apa kamu hanya memesan rujak dan isinya hanya mangga muda." Omel Kenan, ia rasanya ingin menyentil hidung mancung Kevin.


"Aku kan pinginnya, makan mangga muda." Jawab Kevin, ia mulai memasukkan rujak itu ke dalam mulutnya.


Akhirnya yang lain hanya bisa diam dan menikmati mangga muda yang sudah Kevin pesan.


"Dasar Kevin, kamu itu beli rujak isinya mangga muda doang." Gerutu Valin dalam hati.


Ia ingin menjitak suaminya tapi tidak enak, karena ada Kenan dan Ralin. Jika ia menjitak suaminya pasti Kenan dan Ralin akan tertawa.


Mereka asik menikmati makan rujak mangga muda dibawa pohon yang begitu rindang.


Niah dan David.


Niah sedang membuat mie instan, ia di dapur sendirian sambil bernanyi-nyanyi tidak jelas.


David yang baru saja selesai mandi dan sudah berpakaian rapi, ia keluar dari kamar lalu langsung menuju ke dapur, ia tahu pasti istrinya sedang di dapur karena tadi bilang mau membuat mie instan.


"Sayang......" David melingkarkan tangannya diperut Niah, membuat Niah kaget.


"Sayang, kamu mengangetkanku saja." Omel Niah, ia mematikan kompornya dan langsung menuang mie instan itu ke dalam mangkok.


David membenamkan wajahnya dileher Niah, membuat Niah merasa geli karena ulah suaminya.


"Kamu membuat apa?" Tanya David.


"Mie instan, ayo kita makan berdua!" Jawab Niah, ia mengajak suaminya ke meja makan untuk menikmati mie instan berdua.


Mereka menikmati mie instan itu dengan romantis, mereka saling suap-suapan ya mereka seperti muda-mudi yang sedang dimabuk cinta.


"Sayang, aku pergi ke kantor ya soalnya hari ini ada pertemuan dengan klien, kamu mau ikut tidak?" Tanya David, sambil menyuapi mie instan itu pada Niah.


"Bertemu klien perempuan atau laki-laki?" Tanya Niah, ia merasa penasaran.


"Perempuan, dia sangat cantik." Jawab David, membuat Niah agak memayunkan bibirnya.


"Aku harus ikut, aku tidak mau suamiku sampai tebar-tebar pesona dengan wanita lain." Batin Niah dalam hati.


"Aku akan ikut." Jawab Niah singkat, ia langsung bergegas pergi ke kamar untuk siap-siap dan dandan secantik mungkin.


David juga mengikuti Niah ke kamar, dibelakang Niah, David senyam-senyum ia senang saja menggoda istrinya itu apalagi kalau melihat Niah cemburu, itu suatu kebahagiaan untuk David.


Setelah bersiap-siap David dan Niah langsung pergi menuju ke kantor David.


Vina dan Vano.


Vina hari ini sangat manja, ntah ia sedang kenapa? Yang jelas ia begitu manja pada suaminya, bahkan ia terus menciumi ketek Vano terus-menerus membuat Vano merasa risih.


"Sayang, kamu dari tadi ciumi ketek aku terus. Kan aku geli." Kata Vano, ia menjauhkan keteknya tapi Vina malah terus mendekat.


"Jangan jauh-jauh, aku hari ini pingin cium ketek Kamu pokoknya." Jawab Vina, tiba- tiba matanya berkaca-kaca.


Vano terkejut ia merasa bingung, Kenapa mata istrinya berkaca-kaca padahal ia hanya melarangnya jangan terus menciumi keteknya, tapi malah Vina mau menangis.


"Baiklah, terus ciumi ketek aku! Sudah jangan menangis." Vano memegang kedua pipi Vina, Lalu ia membiarkan Vina bernaung di keteknya suaminya.


Ntahlah hari ini Vina sedang kenapa? Vano saja bingung sebagai suaminya. Apalagi tidak biasanya Vina bersikap seperti ini pada dirinya. Bahkan bisa dibilang Vina itu paling malas cium ketek suaminya.


"Istriku, kamu itu kenapa? Ketek saja diciumi terus. Aku kan merasa geli." Batin Vano dalam hati.


"Sayang, kamu belum makan. Ayo makan dulu!" Ajak Vano, perutnya terus berbunyi seolah-olah cacing di dalam perutnya itu sudah berdemo.


"Aku lagi tidak mau makan nasi," Jawab Vina, ia tidak berkutik dari ketek suaminya.


"Lalu, kamu mau makan apa?" Tanya Vano, tumben-tumbenan Vina malas makan nasi.


Vano semakin pusing, pagi ini Vina begitu aneh dari yang mau ciumi ketek terus-menerus, lalu sekarang tidak mau makan nasi.


"Aku, mau makan mie instan tapi cabenya dua." Jawab Vina, membuat Vano semakin bingung dibuatnya.


"Cabe? Tumben kamu mau makan mie instan pakai cabe?" Tanya Vano, ia semakin pusing.


"Aneh sekali, Vina sedang kenapa sih?" Tanya Vano dalam hatinya.


"Iya aku pingin makan itu tiba-tiba." Kata Vina, ia semakin manja.


Akhirnya Vano dan Vina bangun dari tempat tidur mereka, dan langsung menuju ke dapur untuk membuat mie instan cabe dua.


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊