
Ana dan Rama pun sudah sangat lelah karena seharian ini mereka benar-benar menghabiskan waktu bersama.
"Sayang, kita pulang aku udah capek" Pinta ana dengan nada lemas.
"Apa kau sudah tidak mau kemana-mana lagi sayang?" Tanya Rama pada ana.
"Tidak sayang, lain kali saja sayang" Jawab ana sambil menarik suaminya jalan menuju ke tempat parkiran mobilnya.
Didalam mobil.
"Sayang, besok bibi akan berkunjung kerumah" Ucap ana tiba-tiba.
"Bagus dong sayang isa gitu, akan akan menyiapkan supir untuk menjemput bibi dan Siska nanti" Jawab Rama.
"Terimakasih sayang, maaf merepotkanmu" Ucap ana tiba-tiba membuat Rama kesal
"Sayang, kenapa harus bilang terimakasih. itu semua sudah kewajibanku sayang" Jawab Rama dengan nada sedikit kesal.
Tanpa tersadar ana pun tertidur, Rama melirik ke arah ana dan melihat ana sudah memejamkan matanya.
*Pantas saja, tidak ada suaranya ternyata kamu tidur sayang* Guman Rama Sambil membenarkan rambut ana.
Setelah beberapa saat sampelah di depan rumah Rama, karena ana belum saja bangun akhirnya Rama menggendongnya untuk menuju kamarnya, dirumah Rama juga begitu sepi mungkin semuanya sudah pada tidur.
Rama pun merebahkan ana ditempat tidurnya sedangkan Rama langsung pergi mandi karena tubuhnya sudah sangat lengket sekali.
Setelah selesai mandi Rama pun merebahkan badannya disamping ana dan melihat ana tertidur begitu nyenyak.
*Sayang, kapan kamu akan hamil aku ingin segera punya anak yang lucu dari kamu sayang* Guman Rama dalam hati sambil memainkan hidung istrinya.
*Keesokan harinya*.
Pak Ari salah satu supir keluarga Rama pergi menjemput bibi Rani dan Siska sedangkan ana habis mandi dan sedang merias dirinya.
Rama sedang duduk di ranjang tempat tidurnya sambil memainkan ponselnya.
"Iya kenapa sayang?" Tanya Rama sambil menaruh ponselnya diatas kasur.
"Pakekan aku ini sayang" Ucap ana sambil memberikan satu set perhiasan yang kemarin dibelikan oleh Rama.
Rama pun memakekan set perhiasan tersebut pada istrinya. ana pun begitu senang karena bisa memiliki benda tersebut.
Pak Ari dalam perjalanan menuju kerumah Rama dan setelah beberapa saat pak Ari pun sampe dirumah rama.
Ana pun langsung turun untuk menyambut bibinya dan saudaranya.
"Bibi, apa kabar? ana sangat merindukan bibi" Ucap ana sambil memeluk erat tubuh bibinya.
"Siska, aku juga sangat merindukanmu" Ana pun memeluk bibinya dan siska secara bersamaan. sekarang mereka seperti Teletubbies.
"Sayang, bibi juga sangat merindukanmu" Ucap bibi dengan perasaan yang begitu tulus pada ana, ana bersyukur sekarang bibinya sudah berubah.
Ana pun mengajak bibinya dan siska duduk diruang tamu, tiba-tiba mami pun datang.
"Hay nyonya Rani, lama tidak bertemu" Ucap mami sambil memeluk bibi Rani.
"Baik nyonya, nyonya Diana apa kabar?" Tanya bibi Rani pada mami.
"Saya juga baik nyonya" Jawab mami Diana.
Akhirnya semua yang ada disitu saling mengobrol sambil tertawa diruangan itu sekarang hanya ada kebahagiaan.
"Oh iya bibi, bibi Rama punya hadiah buat bibi" Ucap Rama tiba-tiba, membuat bibinya kaget.
"Nak Rama tidak usah repot-repot, nak Rama sudah menjaga ana dengan baik saja bibi udah senang sekali" Jawab bibi pada Rama, sambil memegang tangan ana.
"Tidak repot bibi, nanti bibi dan siska semua yankug ada disini ikut semua ya" Ajak Rama penuh semangat.
*Berharap bibi, akan menyukai hadiah dariku* Guman Rama dalam hati.
Selamat membaca semuanya 😘😘🙏🙏