Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
317.Bertemu camer S2.


Setelah beberapa saat para pegawai butik membawakan baju pengantin untuk Niah coba.


Belum sempat menjawab pertanyaan dari David, Karena asik senyam-senyum sendiri. Kini pegawai butik mengajak Niah untuk mencoba gaun pengantin untuk pernikahannya nanti.


"Mari nona, Ikut saya!" ajak pegawai butik.


Niah langsung mengikuti langkah kaki pegawai butik tersebut, Kini Niah sedang mencoba gaun pengantinnya dibantu oleh para pegawai butik.


Setelah beberapa lama akhirnya Niah keluar dengan gaun pengantin warna putih yang begitu anggun, Membuat Niah terlihat sangat cantik.



Visual Niah mecoba gaun pengantin.


David yang sedang duduk langsung ternganga melihat Niah yang terlihat begitu cantik dengan gaun yang dipakainya.


"Sungguh cantik sekali," batin David.


David bangun dari tempat duduknya, Lalu berjalan menghampiri Niah. David melihat Niah dari bawah sampai atas.


"Bagaimana?" Tanya Niah pelan.


"Hhmmm." jawab David, Yang membuat Niah merasa sangat kesal"Dasar, jawaban macam apa? Cuma hmmmmm doang," batin Niah.


Akhirnya David langsung memesan gaun pengantin tersebut.


"Kamu tidak fitting baju juga?" Tanya Niah.


"Tidak usah, Nanti kelamaan." Jawab David.


Niah hanya mengabaikan David, Setelah selesei fitting baju. David mengajak Niah untuk makan siang lebih dulu.


"Kita makan dulu!" ajak David, Niah hanya diam dan terus mengikuti langkah kaki David.


"Apa kamu tidak punya mulut?" Tanya David yang merasa kesal dengan Niah, Karena dari tadi tidak menjawab pertanyaan.


"Mendadak mulutku terkunci," jawab Niah.


Sesampainya disebuah restauran, David dan Niah langsung masuk, Kini mereka sudah duduk disalah meja pelanggan sambil menunggu pesanan mereka berdua datang.


"Laki-laki yang tadi mengandeng tanganmu siapa?" Tanya David yang masih penasaran.


David masih penasaran dengan laki-laki yang bergandengan dengan Niah tadi pagi waktu di depan rumah Niah.


"Dia Revano, Dia adalah sahabat baikku." Jelas Niah, David hanya mengangguk kepalanya"Oh cuma sahabat," batin David.


"Lain kali jangan terlalu dekat dengannya, Ingat kamu itu calon istri David Pratama, Jahan sampai ada media yang memberitakan hal yang tidak baik atau saham perusahaan akan anjlok." pinta David dengan begitu serius, Namu Niah diam saja, Membuat David merasa sangat geram pada Niah.


Biarpun David belum menerima perjodohan ini, Tetap saja sebagai calon istrinya David Pratama, Niah tidak boleh dekat-dekat dengan laki-laki lain.


"Niah, Kamu mendengarkan aku bicara tidak sih?" Tanya Niah dengan tatapan tajam.


"Iya, Aku mendengarnya. Tapi kalau buat jauh Vano aku tidak bisa, Karena aku dan Vano sudah sangat dekat dari kecil," jawab Niah dengan jujur.


"Setidaknya jaga sikapmu, Jangan main gandeng-gandengan lagi!" Tegas David, Niah hanya menganggukkan kepalanya.


Untuk berjauhan dengan Vano itu pasti susah bagi Niah, Mereka dibesarkan secara bersama-sama. Bahkan Niah juga sering merindukan Vano kalau Vano pergi keluar negeri bersama kedua orangtuanya.


Mungkin kalau untuk menjaga sikap Niah bisa, Tapi kalau hilaf ya lain ceritanya. Apalagi Niah dan Vano kalau lagi berduaan seperti orang pacaran. Sering gandengan bareng bahkan sering jalan bareng layak anak muda yang sedang kasmaran padahal mereka hanya sebatas sahabat.


Makanan pesanan Niah dan David sudah datang, Kini mereka menikmati makanan mereka dengan tenang.


Setelah selesai makan, David tidak langsung mengantarkan Niah pulang. Karena orang tuanya ingin bertemu dengan Niah.


"Kita kerumahku dulu ya!" Ajak David, Niah langsung diam pikiran Niah sudah traveling kemana-mana.


"Untuk apa kerumahmu?" Tanya Niah gugup.


"Untuk bersenang-senang, Mumpung orang tuaku sedang tidak dirumah," jawab David berbohong pada Niah.


Niah langsung diam kini pikirannya sudah traveling kemana-mana, Bahkan Niah berpikir David akan melakukan hal buruk pada dirinya.


"Apa yang akan terjadi, Jika seorang wanita dan laki-laki hanya dirumah berduaan saja. Aduh padahal aku sama Riko saja tidak pernah ngapa-ngapain," batin Niah dengan pikiran mesumnya.


David hanya bisa menahan tawanya dalam hati, Menurut David wajah Niah saat ini begitu menggemaskan.


"Dasar gadis jelek, Pasti pikiran dia mesum," batin David.


"Kenapa kita kesini?" Tanya Niah binggung.


"Aku butuh alat tempur, Agar kamu tidak sampai hamil." Jawab David, Yang membuat Niah langsung membulatkan bola matanya. Namun David hanya terkekeh.


"Aku tidak mau, Ayo pulang sekarang atau Aku akan telpon Papa untuk menjemputku sekarang," omel Niah yang merasa kesal dengan David.


David langsung mencubit pipi Niah, Lalu berkata pada Niah.


"Aku masih waras, Lagian kalau aku mau tidur dengan wanita lain. Banyak j*lang yang bisa aku bayar." Tegas David, Yang membuat Niah merasa sangat geram.


David memang terkenal playboy dan suka main wanita, Namun ntah itu hanya gosip atau tidak selama ini tidak ada yang kebenarannya, Lagian David juga belum pernah membawa wanita kehadapan kedua orangtuanya.


"Baguslah, Jadi biarpun aku menjadi istrimu aku tidak usah payah melayanimu." Sambung Niah dengan senyum jahatnya.


"Katakan sekarang kita mau apa kesini? Kalau tidak ada penting ayo pulang!" Kesal Niah.


"Orang tuaku ingin bertemu denganmu, Jadi aku mengajakmu kesini untuk membeli buah-buahan yang mereka suka," jelas David.


Niah dan David langsung membeli bermacam-macam buah-buahan, Setelah selesei David dan Niah langsung berjalan menuju keruma David.


Sesampainya dirumah David, Shinta langsung menyambut kedatangan Niah bahkan Shinta langsung memeluk Niah. Bahkan Shinta hanya mengabaikan David, Membuat David geleng-geleng kepala.


"Sekarang mama lupa kalau disini juga ada anaknya." batin David.


"Lihat Pa, Mama lebih sayang sama calon menantunya," Kata David pada Dimas.


"Sudahlah, Niah cantikan," tanya Dimas jail.


"Biasa saja Pa, Cantikan juga mama." jawab David.


Kini mereka sudah duduk di sofa ruang tengah, Niah juga langsung menaruh buah yang dibawanya diatas meja.


"Niah nanti setelah menikah, Kamu tinggal disini ya nak," kata Shinta pada Niah.


Niah hanya tersenyum, Lalu David menjawab pertanyaan dari sang mama.


"Ma, Kita akan tinggal disini sampai rumah David selesei direnovasi." Jawab David.


David sudah punya rumah sendiri, Lagian jika setalah menikah David tinggal bersama orang tuanya. Pasti David akan sangat sulit mengganggu Niah agar meminta cerai dengannya.


"David, Mama sedang bicara dengan Niah." omel sang mama pada David.


"Niah terserah David saja, Tante." Jelas Niah.


Niah juga tidak mau tinggal dirumah orang tua David, Karena Niah juga tidak mau terus-terusan bersikap manis pada David.


"Lebih baik tinggal dirumah cowok aneh ini, Daripada tinggal sama mertua."Batin Niah.


Mereka asik ngobrol, bahkan Shinta dan Niah terlihat begitu akrab. Membuat Dimas tersenyum senang, Namun beda dengan David.


"Dasar cari perhatian," batin David yang melihat Niah begitu akrab dengan sang mama.


Hari semakin sore tidak terasa Niah dan Shinta mengobrol sudah beberapa jam, Sebelum pulang Shinta mengajak Niah makan bersama lebih dulu.


Setelah selesai makan, Niah langsung berpamitan dengan kedua orang tua David, Niah menyalami tangan mereka secara bergantian.


David mengantar Niah, Didalam mobil tiba-tiba David menyerahkan selembar kertas putih yang berisi tulisan.


Niah langsung membacanya dengan teliti, Karena tidak mau sampai salah baca.


"Apa laki-laki ini benar-benar gila," batin Niah.


Kira-kira dikertas itu isinya tulisan apa ya?


Bersambung 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


Baca juga karya pindahan Author 😘



Baca juga karya teman Asti.