
Setelah keluar dari toko rama pun segera menuju mobil dan seperti biasa rama membukakan pintu mobil untuk istrinya. setelah istrinya masuk ke dalam mobil rama pun langsung masuk ke dalam mobil juga dan segera melajukan mobilnya.
Dirumah rama.
"Tante, apa kabar?" Tanya ayu dengan sopan.
"Allahamdulillah kabar tante baik nak, kamu sediri bagaimana kabarnya? kenapa jarang sekali datang kerumah nak?" Tanya mami panjang lebar pada ayu.
"Maaf tante, ayu sibuk akhir-akhir ini, oh iya tante ayu bawahkan makanan kesukaan Tante" Ucap ayu, sambil memberikan tentengan plastik yang ada ditangannya.
"Sayang terimakasih ya, tante akan menyiapkan makanan ini dulu nanti kita makan bersama ya, kamu ngobrol dulu saja sama rehan ya nak!!" Ucap mami, sambil membawa tentengan plastik tersebut ke dapur.
Ayu dan rehan diruang tengah.
"Sudah lama tidak bertemu, apalagi aku
akhir-akhir ini aku sibuk dengan skripsi. maafkan aku ya ayu sudah lama tidak menemuimu" Ucap rehan, sambil menyandarkan kepalanya dibahu ayu.
"Tidak apa-apa, aku tahu kamu sibuk jadi tidak masalah buatku dan aku bersyukur tidak ada yang menganggu akhir-akhir ini" Ucap dengan nada jail, mendengar ucapan ayu rehan pun menjadi kesal.
"Apa kamu senang aku tidak menganggumu? apa ada laki-laki lain yang menganggumu?" Tanya rehan dengan begitu kesal dan merasa penasaran.
"Ada beberapa, apalagi pembeli-beli tampan banyak sekali yang meminta no ponselku bahkan mengajak aku kencan" Ucap ayu dengan nada penuh semangat.
"Setelah aku wisuda aku akan langsung melamarmu dan aku tidak menerima penolakanmu" Ucap rehan tiba-tiba, membuat ayu begitu terkejut mendengar semuanya.
"Tapi rehan? Ucap ayu, namun terpotong karena rehan langsung menjawabnya dengan tegas.
"Tapi apa? aku tidak mau ada laki-laki lain yang menganggumu apalagi sampe memilikimu dan aku serius dengan ucapanku saat ini, mami dan yang lainpun sudah setuju" Ucap rehan penuh dengan ketegasan.
Rehan seorang laki-laki yang berusia masih muda, namun pemikirannya cukup dewasa dan selalu bertindak tegas dengan ucapannya
rehan hanya bersikap manja pada rama, pada mami dan papi pun rehan tidak pernah manja.
"Rehan, apa setelah lamaran kamu akan langsung menikahiku?" Tanya ayu ingin tahu.
"Iya, aku akan secepatnya menikahimu, kamu tidak usah khawatir aku akan bertanggung jawab sebagai suamimu nanti" Ucap rehan, dengan nada yang begitu tegas.
"Aku percaya sama kamu, tapi pernikahan itu hal yang sangat sakral dan kamu masih sangat muda, apa kamu yakin dengan sebuah pernikahan ini nanti?" Tanya ayu dengan nada yang begitu lembut.
"Aku yakin, aku akan berusaha menjagamu, mencintaimu, menyanyangimu, sepenuh hatiku untuk selamanya" Ucap rehan dengan serius.
Rehan yang sejak bertemu dengan ayu sudah menyukainya dan selama ini berusaha mendapatkan hati dan cinta dari ayu. dan ucapan rehan saat ini pada ayu itu memang serius, apalagi rehan memang ingin sekali menikah muda jadi buat rehan ini adalah pilihan yang tepat daripada pacaran lama-lama seperti ini pikir rehan.
"Sayang anak-anak mami apa yang kalian obrolkan seperti kelihatannya serius sekali" Tanya mami dengan nada penasaran.
"Sebuah pernikahan" Jawab rehan dan ayu bersamaan.
mami pun tersenyum manis pada ayu dan rehan, karena melihat muka keduanya begitu merah karena salah tingkah.
"Segeralah menikah, mami akan merestui kalian berdua" Ucap mami penuh kasih sayang sebagai orang tua.
Selamat malam semuanya, terimakasih ya para pembaca setia dan yang selalu memberi semangat buat author 🙏🙏😘😘