Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
136. Masih berusaha


Rama pun mencoba membujuk ibu yang punya mangga muda tersebut.


"Bu, saya minta tolong sekali saya udah mencari mangga muda kemana-mana namun belum nemuin bu. apalagi sekarang lagi nggak musim bu jadi susah sekali mendapatkan mangga muda" Ucap rama, yang masih berusaha meyakinkan ibu pemilik mangga muda tersebut.


"Nak, ambil mangga muda ini untuk istrimu yang sedang hamil" Jawab ibu tersebut, sambil menyerahkan mangga muda ke tangan rama.


Rama pun tersenyum bahagia dan sangat berterimakasih pada ibu tersebut.


"Ibu, terimakasih ya bu pasti istri saya akan senang sekali" Ucap rama, sanking senangnya rama pun memeluk ibu tersebut.


"Sama-sama nak, mudah-mudahan istri dan anak yang ada didalam kandungan istrimu sehat selalu ya nak" Ucap ibu tersebut pada rama.


Rama pun melepaskan pelukannya dan mengambil dompetnya dari celana berniat untuk memberikan imbalan pada ibu tersebut.


Rama pun mengambil beberapa lembar uang untuk diberikan pada ibu tersebut, namun ibu pemilik mangga menolaknya.


"Ibu, ini untuk ibu anggap saja ini ucapan terimakasih saya pada ibu" Ucap rama, sambil memberikan uang yang tadi diambil dari dalam dompetnya.


"Tidak usah nak, ibu ikhlas memberikan mangga itu untuk kamu. jarang sekali nak


ada suami yang benar-benar peduli pada istrinya apalagi pas istrinya sedang hamil muda, dulu suami saya tidak pernah sama sekali memperhatikan saya waktu saya hamil muda" Ucap ibu pemilik mangga dengan nada sedih, rama pun menggenggam tangan ibu pemilik mangga.


"Sabar ya bu, yakinlah biarpun suami ibu


tidak seperti saya tapi beliau pasti sangat menyayangi ibu" Ucap rama, mencoba menghibur ibu tersebut.


Setelah beberapa saat akhirnya rama berpamitan pada ibu pemilik mangga untuk


segera pulang karena istrinya sudah menunggu kedatangannya dirumah.


"Ibu saya, pamit dulu ya terimakasih banyak ya bu" Ucap rama, rama pun meninggalkan ibu tersebut dan segera pulang.


"Iya nak sama-sama, hati-hati dijalan ya" Jawab ibu pemilik mangga.


Rama pun menuju mobilnya.


"Kakak, habis memperjuangkan mangga ini rehan. maaf ya kalo lama" Jawab rama.


"Iya kak tidak apa-apa" Jawab rehan.


"Ini, yang menyupir saja kakak mau menjaga mangga muda ini dengan baik untuk ana" Ucap rama sambil memberikan kunci mobilnya pada rehan.


Rehan pun menerima kunci mobil tersebut


dan langsung menyalakan mesin mobil untuk segera pulang kerumahnya.


*Sekarang kakakku sudah mulai seperti


orang gila, lihat saja sekarang dia senyum-senyum sendiri hanya karena sebuah mangga yang ada ditangannya* Guman rehan dalam hati, rehan yang dari tadi melihat kakaknya senyum-senyum tidak jelas membuat rehan merasa geli melihat kakaknya sendiri.


"Kakak, berhentilah tersenyum-senyum seperti itu aku jadi geli kakak" Ucap rehan.


"Kamu tidak tahu sih rasanya akan menjadi seorang ayah" Jawab rama, sambil melirik ke arah rehan.


"Baiklah kakak, kakak menang sekarang" Ucap rehan yang tidak jelas kemana arah pembicaraannya.


"Menang? apa kita sedang berlomba?" Jawab rama, yang membuat rehan merasa kesal.


Akhirnya sampelah didepan rumah rama, Rama dan rehan pun langsung turun dari mobilnya dan langsung memberikan mangga tersebut untuk ana.


"Sayang, aku sudah dapat mangganya" Teriak rama dengan begitu senang.


Rehan yang melihat kakaknya seperti orang gila, hanya bisa menggelengkan kepalanya karena merasa kakaknya itu sudah tidak waras.


"*Apa sebahagia ini, ketika akan menjadi seorang ayah?" guman rehan dalam hati.


**Selamat malam semuanya, maaf ya kalo authornya up nya suka lama🙏🙏***