Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
114. Telpon dari Angga


keesokan harinya Ana terbangun, lalu Ana membangunkan suaminya.


"Sayang, bangunlah sudah jam 7 Kamu harus pergi ke kantor" Ucap Ana sambil menggoyang tubuh suaminya.


Rama hanya bergulat, tanpa membuka matanya.


"Sayang, tidak apa-apa sedikit terlambat karyawanku tidak akan memecatku kalau Aku terlambat" Jawab Rama dengan jawaban seperti biasanya.


"Bos nya saja seperti ini, Aku yakin pasti karyawannya tidak jauh beda" jawab Ana.


Rama mendengar perkataan Ana.


"Ana semua karyawanku selalu tepat waktu dan tidak pernah terlambat datang" Jawab Rama, yang masih memejamkan matanya.


Ponsel Ana berdering, Ana melihat telpon dari siapa yang tidak lain adalah Angga. Ana langsung mengangkat teleponnya.


"Hallo, Angga?" sapa Ana.


"Hallo Ana, apa kamu sibuk hari ini" Tanya Angga dengan nada penuh semangat.


"Aku sepertinya tidak sibuk, ada apa Angga?" Tanya Ana penasaran.


"Mari kita bertemu, ada yang ingin aku bicarakan padamu" Ucap Angga dengan nada serius.


"Baiklah, aku akan izin dengan suamiku dulu, katakan saja dimana tempatnya" jawab Ana pada Angga.


"Kita bertemu ditaman dekat danau yang dulu sering kita datangin saja" Jawab Angga pada Ana, Ana mengerti maksud Angga.


Ana langsung mematikan saluran telponnya pada Angga.


"Siapa yang menelponmu pagi-pagi sekali sayang?" Tanya Rama, membuat Ana kaget Ana mengira Rama masih tidur ternyata sudah bangun.


"Angga yang menelponku, Dia meminta untuk bertemu" Jawab Ana dengan jujur.


"Temui saja sayang, ini juga bagian dari rencana kitakan?" Jawab Rama.


"Baiklah sayang, tapi ingat kalau Angga sampai memelukmu atau menyentuhmu lagi maka aku akan murka." Ancam Rama, yang membuat Ana takut.


Ana ingat sekali kejadian waktu itu dan itu membuat Ana takut.


"Baiklah sayang, aku akan menjaga pesanmu dengan baik" Jawab Ana, Rama langsung memeluk istrinya dengan erat.


Setelah obrolan mereka selesei akhirnya mereka mandi dan bergegas menuju ruang bawah, Rama hari ini masuk kerja sedangkan Ana ada janji bertemu dengan Angga.


"Sayang, kamu sarapanlah dulu" Ucap Ana dan langsung mengambil makanan untuk suaminya.


"Terimakasih, cepatlah hadir diperut Mama ya sayang" Ucap Rama mengelus perut Ana. Ana tau Suaminya sudah sangat menginginkan kehadiran anak apalagi pernikahannya yang sudah hampir satu tahun


"Sabar ya Papa, aku pasti akan segera hadir diperut Mama" Ucap Ana dengan nada lembut sambil mengacak-acak rambut suaminya.


Rama tersenyum melihat tingkah laku istrinya dan begitu bahagia karena istrinya selalu menjadi istri yang baik untuk Rama.


"Sayang aku berangkat kerja dulu ya, kamu jaga dirimu baik-baik ya, oh iya Rehan ada acara dikampusnya. terus nanti kalau kamu mau pergi menemui Angga aku sudah menyiapkan supir untukmu sayang" Ucap Rama dengan kebawelannya seperti biasanya.


"Iya sayang terimakasih, kamu hati-hatilah dijalan kabari Aku kalau sudah sampai kantor ya" Jawab Ana sambil merapikan dasinya Suaminya.


Rama pergi meninggalkan Ana dirumah sendirian dan segera menuju ke kantornya.


Rama melajukan mobilnya menuju kantor, jalanan yang begitu rame Rama telusuri setelah beberapa lama akhirnya Rama sampai dikantornya.


Sampailah dikantor Rama.


Rama langsung masuk keruang kerjanya.


Seperti biasanya Rama mengecek semua berkas yang sudah ada dimeja satu persatu.


Bagas datang keruangannya namun pergi lagi karena melihat Rama sedang sibuk.


Bersambung