
Jam menunjukkan pukul 7 malam itu tandanya rama akan segera pulang kerumah, ana juga sudah menunggu rama diruang makan. tidak berapa lama rama pulang.
"Sayang, kamu sudah pulang?" sapa ana dengan begitu lembut, rama langsung menghampiri istrinya yang sudah duduk diruang makan.
"Sudah, apa kamu sudah lama menungguku?" tanya rama ingin tau.
"Belum sayang, sekarang kamu mandi dulu ya terus makan aku juga buatkan kue coklat untukmu" ucap ana panjang lebar.
Ana mengantar suaminya menuju kamar agar mandi terlebih dahulu rama langsung pergi menuju kamar mandi sedangkan ana menyiapkan pakaian ganti rama. tidak berapa lama rama pun keluar dari kamar mandi dan langsung berganti pakaian.
"Sayang, aku lapar" ucap Rama.
"Iya sayang, kita makan dulu ya!!" jawab ana.
Rama dan ana langsung turun kebawah untuk makan malam bersama, kali ini mereka hanya makan berdua karena malam ini rehan sedang mengantar ayu pergi membeli gaun untuk datang ke acara wisuda rehan nanti yang tinggal beberapa hari lagi.
"Sayang, makanlah yang banyak" suruh ana.
"Iya sayang" jawab Rama.
Malam ini ana menemani suaminya makan malam, setelah selesai makan malam rama dan ana menonton televisi bersama sambil memakan kue coklat bikinan ana.
Rehan dan ayu.
"Sayang, coba yang ini" suruh rehan sambil memberikan salah satu gaun pilihannya.
Ayu menuruti perkataan rehan dan segera mencoba gaun pilihan rehan.
"Sayang" panggil ayu pelan.
Rehan langsung ternganga melihat betapa cantiknya ayu dengan gaun yang dicobanya.
"Kamu cantik sayang, yang ini saja aku suka" ucap Rehan dengan penuh senyum.
Setelah beberapa lama memilih baju untuk ayu akhirnya Rehan mengajak ayu untuk makan dulu sebelum pulang kerumah.
Ditempat makan.
"Rehan apa kamu serius mau menikah denganku" tanya ayu tiba-tiba.
"Ayu apa yang kamu katakan? tentu saja aku serius untuk menikahimu!!" jawab Rehan.
"Biarpun kita dari kalangan yang berbeda, apa kamu bisa menerimaku apa adanya?" tanya Ayu lagi.
Sebenarnya Rehan sangat kesal waktu ayu menanyakan hal seperti itu pada dirinya, apalagi keluarga Rehan tidak pernah memandang kaya atau miskin karena bagi mereka semua itu sama saja.
"Ayu apa selama ini aku pernah memandangmu rendah? bagiku kamu adalah wanita yang berbaik untukku dan aku sama sekali tidak pernah memandangmu dari kalangan kaya atau miskin" jawab Rehan, yang memang selama ini sungguh tulus mencintai Ayu apa adanya.
"Rehan, terimakasih" ucap Ayu, yang sudah meneteskan air matanya. ternyata masih ada orang dari kalangan atas yang memandang dirinya dengan begitu tulus tidak seperti masa lalunya yang terlalu menyakitkan untuk dikenang.
Rehan berpindah duduknya agar mendekat ke Ayu, perlahan-lahan rehan menghapus air mata Ayu yang sudah jatuh dipipi lembut ayu.
"Sayang, dengarkan aku baik-baik jangan pernah bertanya hal seperti itu lagi padaku atau aku akan sangat marah padamu!! aku tau kenanganmu tidak terlalu bagus tentang orang kaya, namun tidak semua orang kaya sama seperti itu" ucap Rehan dengan penuh pengertian dari hatinya.
Terimakasih, benar apa kata Rehan tidak semua orang kaya itu sama. guman Ayu yang mulai tersenyum pada rehan.
Rehan yang melihat Ayu tersenyum, Rehan membalas senyuman Ayu.
"Tetaplah tersenyum seperti ini sayang untuk seterusnya dan jangan menangis lagi!! aku tidak mau melihatmu menangis karena aku hanya ingin memberikan kebahagiaan untukmu, untuk setiap hari dan seterusnya" ucap Rehan, sambil mencubit hidung Ayu dengan pelan.
Ayu bahagia sekali, karena tidak menyangka kisah cintanya akan seindah ini.
Makanan pesanan mereka sudah datang, Ayu dan rehan menikmati makanannya dengan penuh nikmat. setelah selesai makan Rehan langsung mengantarkan Ayu pulang kerumahnya karena takut kemalaman.
Bagas dan alena
Malam ini Bagas ngapelin Alena. bagas dan Alena malam ini sedang duduk disaung yang ada didepan rumah Alena.
"Sayang, aku tidak menyangka sebentar lagi kita akan menikah" ucap Alena, sambil menyandarkan kepalanya di bahu Bagas.
"Sama sayang, apalagi menikahnya sama kamu seorang direktur muda yang sukses dikota ini" jawab bagas.
"Sayang, setelah kita menikah aku akan menyerahkan jabatan ini padamu dan aku hanya akan menjadi istri yang baik untukmu dan ibu yang baik untuk anak-anak kita nanti" jawab Alena, yang memang setelah menikah ingin lebih fokus pada keluarga kecil kelak, jadi keputusan Alena untuk melepaskan jabatannya itu memang sudah pilihannya.
"Tapi sayang" ucap bagas.
Namun sebelum Bagas menyelesaikan ucapannya alena langsung memotong ucapan Bagas.
"Sayang, jika aku tetap berkerja aku yakin itu tidak akan baik untuk rumah tangga kita nanti, jadi ada baiknya aku yang mengalah dari awal sayang untuk keluarga kecil kita nanti!!" jawab Alena, yang penuh dengan rasa pengertian.
Bagas sangat bahagia sekali ternyata wanita yang akan dinikahinya adalah wanita, yang tidak hanya mementingkan karirnya saja.
"Baiklah sayang, kelak kalau kita sudah menikah aku yang akan mencari uang dan kamu cukup duduk manis sambil menungguku pulang kerja sayang" jawab Bagas, sambil mencium kening Alena.
"Siap sayang, pokoknya aku akan jadi istri yang baik dan penurut nanti" ucap Alena, yang memang sudah sangat mencintai Bagas.
Dirumah rian dan via.
"Rian, kita adain makan malam bersama teman-teman ya" rengek via.
"Sayang, kita cari waktu yang tepat dulu ya kan kamu tau semuanya sedang sibuk. Bagas sedang menyiapkan pernikahannya, Rehan sedang sibuk mengurus wisudanya, kalau Rama sudah pasti dia sibuk mengurus istrinya yang sedang hamil sayang" jawab Rian, yang memang benar adanya kalau saat ini teman-temannya sedang sibuk.
"Kita doang yang tidak punya kesibukan, aku sangat merindukan mereka" keluh Via.
"Nanti kita cari waktu untuk berkumpul bersama" jawab Rian, sambil mengusap-usap rambut Via. karena memang posisi mereka sedang tidur diranjang dan Via saat ini sedang berada dipelukan rian.
"Baiklah sayang, tapi janji ya" jawab Via.
"Akan aku usahakan sayang, sekarang tidurlah sudah malam" ucap Rian. sambil mempererat pelukannya pada istrinya.
Malam ini Via tidur dipelukan Rian yang begitu penuh kehangatan.
Dirumah Rama.
"Sayang, apa kue bikinanku enak?" tanya Ana.
"Ini enak sayang, rasanya manis sepertimu" goda Rama.
"Apa kau sedang merayuku?" tanya Ana.
"Aku hanya sedikit belajar menggombali istriku saja sayang" jawab Rama.
"Dari siapa kamu belajar menggombal?" tanya Ana, Rama tertawa mendengar ucapan istrinya.
"Aku juga tidak tau, aku hanya mengikuti anak muda jaman sekarang pada umumnya! yang suka menggombali pacar mereka" jawab Rama santai.
"Dasar tidak romantis" keluh Ana.
"Biarpun suamimu ini tidak romantis, tapi suamimu ini bisa menaklukkan dunia untukmu sayang" jawab Rama, dengan nada menggombal lagi.
Ana mencubit pipi suaminya pelan.
"Berhentilah menggombal, ayo sudah malam kita tidur!!" rengkek Ana.
Rama langsung bangun dari duduknya dan mengendong istrinya menuju ke kamar mereka.
"Sayang nanti jatuh" Ucap Ana.
"Tidak akan, badanmu itu ringan seperti kapas" gombal Rama.
"Sudahlah sayang, berhenti membuatku terbang!! nanti kamu tidak bisa menangkapku" kesal Ana.
Rama yang sedang mengendong ana, tiba-tiba berhenti dan mencium bibir istrinya dengan lembut, Ana langsung mempererat tangannya yang sedari tadi mengalungkan dileher suaminya.
Sesampainya dikamar, rama langsung merebahkan istrinya ditempat tidur akhirnya malam ini mereka tidur dengan begitu pulas.
Bersambung..
Terimakasih buat para pembaca setia semuanya 😘 😘
Tanpa kalian semua author bukan apa-apa 🙏