
Dikantor Rama.
Rama sedang berkutat dengan laptopnya, apalagi Bagas belum masuk kerja jadi Rama sibuk sekali.
"Bagas cepatlah pulang dari bulan madumu!!" Guman Rama dalam hati.
"Tok...tok...!!" suara ketukan pintu.
"Masuk!!" jawab Rama.
"Selamat pagi tuan, saya mau mengantar laporan untuk bulan ini!!" ucap Alvin, sambil membawa laporan bulanan.
"Selamat pagi juga!! taruh saja dimeja!!" jawab Rama, yang sedang sibuk dengan laptopnya.
Alvin menaruh berkas laporan bulanan dan segera pergi meninggalkan ruangan Rama.
"Iya tuan" jawab Alvin.
"Saya permisi dulu tuan!!" ucap Alvin dengan sopan.
"Tunggu Alvin!!" panggil Rama.
"Iya tuan, ada apa?" tanya Alvin.
"Bagas sedang pergi bulan madu, jadi aku mau memintamu membantuku mengurus pekerjaan ini!!" ucap Rama, sambil memberikan beberapa berkas pada Alvin.
Alvin membaca berkas tersebut dan memahaminya.
"Baik tuan, saya mengerti!!" jawab Alvin.
Alvin langsung pergi meninggalkan ruangan Rama dan segera kembali keruangan Alvin berkerja.
Rama percaya pada Alvin, karena Alvin juga salah satu orang yang handal dan bisa dalam segala hal.
Setelah kepergian Alvin dari ruangannya Rama kembali sibuk dengan laptopnya.
Dirumah Rama dan Ana.
Ana sedang menonton televisi sendirian sambil marah-marah karena flim yang ditontonnya.
"Kenapa? perempuan itu pasti disakitin!!"
"Kalau aku jadi istrinya, sudah aku tinggal kalau punya suami seperti dia!!"
"Itu suamimu sedang sibuk dengan wanita lain!!!"
"Menyebalkan sekali flimnya!!!"
Setelah berbagai sumpah serapah keluar dari mulutnya, akhirnya Ana mematikan revisinya karena terlalu kesal.
Ana pergi menuju ketaman belakang rumah sambil membawa beberapa makanan ringan, sekarang Ana sedang duduk dikursi taman sambil memakan makanan ringan yang dibawa olehnya tadi.
"Kadang suka kangen sama bibi dan Siska!!" guman Ana dalam hati.
Bagas dan Alena.
Hari ini Bagas dan Alena sedang berjalan-jalan menikmati bulan madu mereka dengan penuh kebahagiaan.
"Bagas, ayo kita kesana!!" ajak Alena, sambil menunjukkan yang tidak lain adalah salah pusat perbelanjaan oleh-oleh.
Bagas langsung menujukan muka malasnya.
"Sayang, haruskah kita kesitu?" tanya Bagas, yang memang tidak suka terlalu belanja.
"Iya kita harus kesitu!! ayo kita belikan oleh-oleh untuk Ana dan yang lainnya!!" ajak Alena dengan nada begitu antusias.
Akhirnya mau tidak mau Bagas menuruti kemauan istrinya, Bagas tau istrinya suka sekali berbelanja jadi Bagas juga tidak bisa menolaknya atau Bagas tidak akan mendapatkan jatah olahraga malam dari Alena.
Itulah yang ada dipikiran Bagas, Bagas tidak mau Alena sampai ngambek dimasa bulan madu mereka.
"Baiklah sayang, ayo kita kesana!!" jawab Bagas, yang langsung setuju dengan ajakan istrinya.
Sekarang Bagas dan Alena menuju ke pusat perbelanjaan oleh-oleh yang Alena mau.
Alena dengan begitu antusias untuk segera berbelanja.
"Sayang kita belikan apa ya untuk mereka semua?" tanya Alena yang merasa bingung.
"Beli makanan khas daerah sini saja sayang!! suruh Bagas, sambil memilih beberapa makanan yang sudah ada didepannya.
Bagas langsung pergi mengambil keranjang belanjaan untuk menaruh belanjaan mereka nanti, karena tau istrinya pasti berbelanja banyak.
Bagas memasukkan beberapa makanan kedalam keranjang belanjaannya.
"Sayang kenapa kamu membeli banyak manisan asam seperti itu?" tanya Alena, yang melihat makanan yang pilih oleh suaminya adalah beberapa manisan.
"Ini untuk Via sama Ana yang sedang hamil sayang!!" jawab Bagas dengan lembut.
Alena tersenyum, karena merasa suaminya ternyata sangat perhatian pada istri kedua sahabatnya.
"Kalo cuma segitu akan kurang Bagas!!" ucap Alena, akhirnya Alena memasukan beberapa manisan kedalam keranjang belanjaannya lagi.
"Segini baru cukup sayang!! apalagi sekarang Via sedang hamil muda pasti lagi senang-senangnya makan yang asam-asam sayang" ucap Alena dengan nada senang.
Bagas tersenyum.
"Lucu kalau ingat Rian disuruh manjat pohon mangga, karena ulah istrinya yang sedang hamil muda!!" guman Bagas dalam hati.
"Bagas kenapa kamu tersenyum?" tanya Alena.
"Hanya mengingat kejadian yang lucu saja!!" jawab Bagas.
Setelah selesai dengan urusan membeli manisan untuk Via dan Ana, kini Alena dan Bagas membeli yang lainnya juga.
Rehan.
Rehan sedang menyelesaikan pekerjaannya tiba-tiba, Rahel teman sekantor Rehan datang keruangannya untuk mengajak makan siang.
"Tok..tok!!" Rahel mengetuk pintu.
"Masuklah!!" jawab Rehan dari dalam ruangan.
"Rahel!!" ucap Rehan dengan nada kaget.
"Ada apa Rahel?" tanya Rehan, dengan nada sedikit tidak suka.
Rahel menghampiri Rehan yang sedang duduk dikursi kerjanya.
"Rehan, ayo kita pergi makan siang bersama!!" ajak Rahel dengan nada genit.
"Maaf Rahel, aku tidak bisa!!" tolak Rehan, yang memang malas menerima ajakan Rahel untuk makan siang bersama.
Namun Rahel tetap berusaha membujuk Rehan dengan berbagai macam cara.
"Dasar Rehan!! lihat saja aku akan membuatmu menyukaiku!!" Guman Rahel.
"Rehan, ayolah!!" ucap Rahel dengan rengkekannya.
Rengekkan Rahel membuat Rehan merasa kesal, akhirnya daripada Rahel terus merengek akhirnya Rehan menerima ajakan makan siang Rahel.
"Baiklah, ayo kita makan siang bersama!!" ucap Rehan setuju dengan terpaksa.
Rahel adalah teman sekantor Rehan yang mungkin suka dengan Rehan sejak pertama kali Rehan masuk ke kantor, namun Rehan tidak pernah memberikan kesempatan untuk Rahel mendekati dirinya.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya akhirnya Rehan dan Rahel pergi makan siang bersama.
Dikantin kantor.
Rahel tiba-tiba mengandeng tangan Rehan.
semua pengunjung kantin menatap Rehan dan Rahel, dengan penuh tanda tanya.
"Apa mereka pacaran?"
"Tumben sekali mereka makan siang bareng!!"
"Aku yakin Rahel, sudah memelet Rehan!!"
"Rehan!! sungguh kalian berpacaran!!"
"Aku rasa mereka tidak pacaran!!"
"Sudahlah ayo kita makan!!!"
"Mereka sangat tidak cocok sekali*!!"
Berbagai macam ucapan keluar dari pengunjung kantin dikantor.
Rehan yang melihat banyak orang memperhatikan mereka, akhirnya menyuruh paksa Rahel melepaskan tangannya dari tangan Rehan.
"Rahel, lepaskan tanganku!!" kesal Rehan.
Namun Rahel tetap tidak mau melepaskan tangannya dari tangan Rehan.
Akhirnya Rehan menarik tangan Rehan dengan kasar dari tangan Rahel.
"Ini dikantor tolong jaga sikapmu!!" kesal Rehan dengan tatapan mata yang penuh amarah.
Rahel hanya terdiam mendengarkan ucapan Rehan.
Aku akan membuatmu menyukaiku!!
Akhirnya mereka makan siang bersama dengan saling cuek satu sama lain.
Ditempat kerja Ayu.
Ayu juga sedang istirahat makan siang bersama teman-teman kerja lainnya.
Ayu membuka kotak bekalnya dari rumah.
"Rehan sudah makan siang belum ya?" guman Ayu dalam hati.
Akhirnya Ayu menelpon Rehan untuk menanyakan sudah makan siang belum, namun telpon Ayu tidak diangkat oleh Rehan.
"Rehan kemana ya? tumben tidak mengangkat telpon dariku!!" tanya Ayu pada diri sendiri.
Ayu menaruh kembali ponselnya ke meja tempat dia makan.
Tiba-tiba teman kerja Ayu datang.
"Ayu boleh kita gabung?" tanya Naya, yang tidak lain adalah teman kerja Ayu.
"Silahkan Nay!!" jawab Ayu dengan senang hati.
Akhirnya siang ini Ayu makan bersama dengan Naya.
Bersambung
Maaf ya semuanya, author baru sempat up!!
Authornya lagi kurang enak badan, tapi insyaallah diusahain untuk bisa up tiap hari.
Terimakasih yang sudah selalu menunggu 🙏