Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
389.Vano berasa dikacangi S2.


Dan pagi ini, David sedang sibuk membuat sarapan untuk istri tercintanya.


"Sayang, ini bau apa? Enak sekali." Tanya Niah, ia berjalan menuju ke dapur.


Niah terkejut melihat suaminya sedang sibuk di dapur dengan memakai celemek.


"Dia sedang apa?" Tanya Niah penasaran.


Niah berjalan menuju ke dapur, dan berdiri tepat disamping sang suami yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


"Kamu sudah bangun? Kalau masih lelah tidur lagi saja! Nanti sarapannya aku bawakan ke kamar," David menghentikan aktivitasnya, lalu ia melihat sang istri, ia tersenyum dan mencium kening istrinya dengan penuh kehangatan.


"Sudah suamiku, aku sudah tidak lelah. Kamu masak apa?" Niah tersenyum penuh cinta, ia memeluk suaminya dengan hangat.


David sedang sibuk masak, tapi Niah malah manja pada dirinya. Bahkan sambil memeluk suaminya ia juga sesekali mencium pipi sang suami, David yang merasa bahagia dengan kemanjaan istrinya ia membiarkannya saja.


"Banyak wanita hamil yang katanya tidak mau dekat-dekat dengan suaminya, tapi aku senang soalnya Niah sangat manja padaku." Batin David dalam hatinya.


David melepaskan pelukan istrinya, lalu ia memegang kedua pipinya.


"Sayang, aku lanjutan masakku dulu! Manja-manjaannya nanti lagi ya!" Kata David, ia berbicara dengan lembut pada istrinya.


Niah menganggukan kepalanya, lalu ia duduk dikursi yang ada di dapur, ia memperhatikan suaminya yang sedang memasak.


"Beruntungnya, punya suami seperti David, dia sangat perhatian dan dia juga sangat sayang padaku." Batin Niah dalam hatinya.


.


.


Setelah beberapa lama, akhirnya David sudah selesai memasak ia menyiapkan semua masakan di piring lalu membawanya ke meja makan.


"Sayang, ayo sarapan! Sudah siap semuanya." David berjalan ke dapur, untuk menjemput istrinya yang masih di dapur.


"Hati-hati!" David menuntun Niah dengan hati-hati menuju ke meja makan.


Pagi ini mereka menikmati sarapan berdua dengan begitu hangat, David juga dengan begitu tulus membuat sarapan untuk istri tercinta.


.


.


Setelah selesai sarapan, Niah dan David berjalan-jalan dihalaman depan rumahnya dan tiba-tiba ada dua mobil yang datang kerumahnya.


"Bukankah itu mobilnya Vano dan itu mobilnya Ken?" Niah duduk dikursi, ia melihat siapa yang datang.


Ralin dan Valin yang sama-sama keluar dari mobil, mereka tersenyum dan langsung berjalan menuju Niah duduk tanpa menunggu suami-suami mereka turun dari mobil.


"Kak Niah......" Teriak keduanya, membuat Niah tersenyum senang.


"Dasar sama-sama cempreng," Batin Niah dalam hatinya.


"Aku kangen sama kakak," Ralin memeluk Niah, Niah juga membalas pelukan Ralin.


Ralin melepaskan pelukannya dari Niah, lalu sekarang gantian Valin yang memeluk Niah.


Kenan dan Kevin turun dari mobil membawa tenteng di tangan mereka masing-masing, Vano dan Vani juga berjalan dibelakang Kevin dan Kenan, mereka juga membawa tentengan yang dititipkan oleh Via buat Niah.


Tadi pagi, Kenan dan Kevin dan istri-istri mereka, mau pergi ke rumah Niah dan David untuk mengantarkan oleh-oleh yang mereka beli waktu bulan madu.


Vano dan Vina, mereka juga ingin berkunjung kerumah Niah karena Vina ingin tahu dimana rumah Niah, dan akhirnya mereka berangkat bersama-sama.


"Apa kabar, para pengantin baru?" Tanya David, ia berjabat tangan pada Kevin dan Kenan secara bergantian.


"Kita baik kak, dan tentunya semakin bahagia karena sudah menikah," Jawab Kenan sambil senyum-senyum.


Kevin melirik kearah Vano, lalu ia tiba-tiba berdehem.


"Itu gandengan terus, kapan dihalalinnya?" Sindir Kevin yang melihat Vano dari tadi terus mengandeng tangan Vina.


"Sebentar lagi!" Ketus Vano, ia merasa kesal pada Kevin.


Kevin dan Kenan, mereka sama-sama terkekeh kali ini mereka bisa tertawa karena mereka sudah sama-sama punya istri. Dan tinggal Vano yang belum menikah.


"Hay Van, apa kabar?" Tanya David, ia juga berjabat tangan pada Vano.


"Hay juga Vid, aku baik." Vano tersenyum pada David.


Valin dan Ralin yang dari tadi, asik mengobrol dengan Niah. Mereka sampai melupakan suami-suami mereka.


"Sudah-sudah, ayo kalian masuk semuanya!" Suruh David, ia mengiring semuanya seperti ayam yang mau masuk ke dalam kadang.


.


.


Setelah selesai, Niah kembali ke ruang tamu ia membawa nampan yang berisi minuman dan cemilan. Ia menaruhnya di atas meja lalu setelah selesai, ia duduk disebelah suaminya.


"Kak Niah, ini aku belikan oleh-oleh untuk kamu dan Kak David." Ralin dan Valin, mereka sama-sama menaruh paper bag yang ada di tangan mereka.


"Terimakasih ya Alin, Valin." Niah tersenyum pada mereka berdua.


"Sama-sama kak," Ralin dan Valin sama-sama membalas senyuman Niah.


"Niah...." Panggil Vina dengan nada lembut.


Niah menoleh, ia tersenyum pada Vina.


"Iya Vin, kenapa?" Tanya Niah dengan nada lembut.


"Ini mama, tadi ini katanya buat kamu." Vina menaruh tentengan yang ada di tangannya di atas meja.


Niah mengambilnya, lalu membukanya dengan begitu semangat.


"Wahh Tante Via, ini adalah kue kesukaanku. Vina bilang sama Tante Via terimakasih ya," Niah mencoba kue itu, ia tersenyum pada Vina.


"Iya nanti, akan aku sampaikan." Jawab Vina, ia juga tersenyum.


Mendengar para wanita terus-terusan bicara, membuat David, Kenan, Kevin dan Vano merasa pusing. Iya seolah-olah mereka itu tidak diberikan kesempatan untuk bicara oleh para wanita itu.


"Kita, ngobrol diruang keluarga saja yuk!" Ajak David, ia beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju ke ruang keluarga yang diikuti oleh Kenan, Kevin dan Vano.


Niah, Valin, Ralin dan Vina, mereka saling menatap lalu saling melempar tawa mereka.


"Pasti, suami-suami kita pusing mendengarkan mulut kita terus bicara." Niah tertawa, ia tahu pasti suaminya pusing.


"Sudahlah kak, biarkan saja!" Timpal Ralin.


Vina mengambil satu gelas air yang ada di gelas, lalu ia meminumnya, ia juga memakan cemilan yang Niah siapkan.


Valin dan Ralin, mereka juga melakukan hal yang sama seperti Vina.


"Oh iya Vina, cepatlah menikah!" Kata Niah dengan senyum lembut dibibirnya.


"Iya Kak Vina, kalau menikah itu tidur jadi ada yang nemenin." Sambung Ralin ia senyam-senyum, sambil membayangkan aksi suaminya di atas ranjang tempat tidur.


Niah tahu pasti pikiran Ralin, pasti sedang traveling kemana-mana.


"Pasti, Alin sedang berpikir mesum." Batin Niah dalam hatinya.


"Capek kak, biarpun tidur ada yang nemenin tapi kalau adik kecilnya bangun, kita tidak bisa tidur dengan nyenyak." Timpal Valin, ia juga senyam-senyum.


Vina hanya tersenyum, dalam hatinya ia juga ingin segera menikah dengan Vano.


"Iya, aku akan segera menikah tunggulah undangan pernikahanku dan Vano." Jawab Vina, dengan nada yang begitu lembut.


Mereka asik mengobrol sambil menikmati cemilan yang ada di atas meja.


Diruang Keluarga.


David, Kenan, Kevin dan Vano, mereka sedang asik mengobrol.


Kevin dan Kenan, mereka sedang menceritakan tentang malam pertama mereka, bahkan Kevin juga cerita pada mereka kalau malam pertamanya tertunda gara-gara Valin sedang datang bulan.


Kenan, Kevin dan David, mereka tertawa cekikikan. Tapi Vano hanya diam saja ia hanya menikmati kacang kulit yang ada di dalam toples.


"Sungguh kalian, mentang-mentang kalian semua sudah menikah, aku berasa di kacangin." Batin Vano ia merasa piluh.


"Apa, tidak ada obrolan lain?" Cetus Vano tiba-tiba, ia merasa kesal karena sahabat-sahabatnya itu asik membicarakan hal mesum, membuat ia hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar.


"Ehh iya, aku lupa disini ada yang belum menikah." Kenan tertawa, seolah-olah dirinya meledek Vano.


"Van, segeralah menikah biar kamu tahu rasanya malam pertama!" Timpal David, ia juga sudah tertawa.


Vano hanya diam, ia merasa kesal juga percuma karena satu lawan tiga pasti ia tidak akan menang.


"Kak Vano, kalau kamu sudah menikah. Nanti malam pertama aku kasih resep biar puas," Kevin tersenyum meledek, membuat Vano semakin geram.


"Minggu depan aku menikah, kalian datanglah!" Jawab Vano dengan kesal.


"Aku akan mempercepat pernikahanku dengan Vina, aku tidak mau menjadi bahan ledekan mereka para cecungkuk brengsek." Batin Vano dalam hatinya.


"Sungguh?!" Kata David dan yang lainnya dengan serentak.


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊