
Dirumah Ana dan Rama.
Ana sudah masuk ke dalam rumah, sekarang Ana sedang duduk sambil video call Siska.
Karena Ana sudah sangat merindukan Siska.
Video call Ana dan Siska.
Ana sedang berada didepan layar laptopnya, sekarang Ana sedang melakukan video call dengan Siska, yang tidak lain adalah saudara perempuan satu-satunya Ana.
Siska mengangkat video call dari Ana, saat ini Siska sedang berkebun untuk merawat tanaman yang dirinya tanam.
"Hallo Siska!!" sapa Ana dengan nada antusias.
"Hallo Ana, apa kabar?" tanya Siska.
"Aku baik Siska, kamu sendiri bagaimana kabarnya?" Ana balik bertanya pada Siska.
"Aku juga baik, kangen banget sama kamu!!" ucap Siska.
"Aku juga kangen sama kamu, oh iya bagaimana kabar Kevin dan perikanan kalian?" tanya Ana.
"Kabar Kevin baik pernikahanku juga allahamdulillah baik Ana!!" jawab Siska dengan nada senang.
"Ana bagaimana kabar calon ponakanku didalam perut?" tanya Siska dengan antusias.
"Si kecil baik, nanti acara 7 bulanan jangan lupa kamu sama Kevin harus datang!!" pinta Ana.
"Oh iya kamu sendiri bagaimana, apa sudah ngisi?" tanya Ana ingin tau.
"Iya Ana, aku pasti nanti akan datang ke acara 7 bulanan kamu!!" jawab Siska dengan nada lembut.
"Belum Ana, Kevin masih berusaha!! udah gitu akhir-akhir ini Kevin sibuk terus jadi ya kadang pulang kerja langsung tidur!!" jelas Siska dengan nada sedih.
"Sabar Siska, mungkin belum saatnya nanti juga kalau sudah saatnya pasti kamu akan hamil!!" jawab Ana dengan penuh pengertian.
"Iya Ana, kamu benar" jawab Siska yang setuju dengan jawaban Ana.
Setelah obrolan panjang dan mencurahkan rasa kangennya pada Siska akhirnya Ana mengakhiri video call nya, karena Ana merasa sakit perut dan mau ke kamar mandi.
"Siska, kita sambung lagi lain kali ya!! aku perutnya sakit sekali mau ke kamar mandi" pamit Ana dengan nada lembut.
"Iya Ana, jaga kesehatanmu baik-baik ya!!" jawab Siska dengan nada penuh perhatian.
"Iya Sis, kamu juga ya jaga kesehatan!!" balas Ana, dengan begitu senang hati.
Akhirnya panggilan video call mereka terputus.
Setelah selesai menelpon Siska, akhirnya Ana Langsung pergi menuju ke kamar mandi.
Bagas dan Alena.
Bagas dan Alena sudah selesai membeli oleh-oleh untuk semua sahabatnya, Akhirnya Bagas dan Alena kembali pulang ke penginapan karena mereka sudah terlalu lelah berbelanja oleh-oleh hari ini.
"Sayang, kita kembali ke penginapan dulu ya!! Aku sudah lelah sekali hari ini!!" keluh Bagas.
Alena menatap Bagas kesal, karena masih ingin berkeliling untuk berbelanja yang lain namun Alena juga merasa kasian pada suaminya. Akhirnya Alena menuruti suaminya untuk segera kembali ke penginapan.
"Baiklah sayang" jawab Alena singkat.
Bagas dan Alena langsung berjalan menuju ke penginapan yang mereka tempati. setelah menempuh jarak yang lumayan jauh akhirnya mereka sampai dipenginapan.
Dikamar penginapan.
Bagas menaruh belanjaannya didekat lemari tempat tidur sedangkan Alena langsung membaringkan dirinya diatas tempat tidur.
"Kamu tidak mandi dulu sayang?" tanya Bagas, yang sekarang sudah duduk ditepi ranjang.
Alena mendekatkan dirinya ke tempat Bagas duduk, kali ini Alena menaruh kepalanya dipaha Bagas.
"Nanti sayang, Aku pinjam paha kamu sebentar ya sayang!!" Alena meminta izin pada Bagas.
"Dasar kamu ini!! kamu tidak perlu meminta izin, karena ini juga milikmu istriku!!" kesal Bagas, karena istrinya meminta izin tiduran dipahanya.
Alena hanya tersenyum penuh kebahagiaan.
Bagas membelai rambut Alena dengan penuh kasih sayang.
"Sayang kamu istirahatlah!!" suruh Bagas dengan penuh kasih sayang.
Akhirnya Alena mulai memejamkan matanya dan sekarang tidur dipaha Bagas sedangkan Bagas hanya duduk sambil menatap wajah cantik istrinya ketika dirinya tertidur.
"Alena kamu cantik sekali" puji Bagas dalam hati.
Dikantor Rama.
Rehan dan Rahel sudah selesai makan siang kini mereka sedang berjalan menuju ruangan mereka, Rahel selalu mencari kesempatan sekarang Rahel memegang tangan Rehan dengan begitu erat.
Rehan sangat kesal namun Rehan juga tidak mau sampai ada keributan karena banyak orang-orang kantor yang melihat mereka.
"Lihat Rahel, dasar perempuan genit!!
"Tidak ada ahklak!!
"Sepertinya mereka benar-benar pacaran!!
"Rehan sudah punya kekasih, jauh lebih cantik dari Rahel!!"
"Darimana kamu tau?"
"Rehan yang bilang padaku!!"
"Sudah berhentilah bergosip!! ayo semuanya kembali bekerja!!"
Berbagai ucapan keluar dari mulut para pegawai-pegawai kantor yang melihat Rahel dan Rehan sedang bergandengan tangan.
Rehan tau banyak orang yang memperhatikannya, namun Rehan juga tidak mungkin berdebat dengan Rahel di depan semua orang.
Sampailah diruangan Rehan.
"Rahel, lepaskan tanganku!!" kesal Rehan, Rehan langsung melepaskan tangannya Rahel dengan begitu kasar.
Tanpa mendengarkan protes dari Rahel, Rehan langsung masuk kedalam ruangannya dan menutup pintu ruangannya dengan begitu kasar.
Rehan menghela nafasnya.
"Hari yang menyebalkan!!" kesal Rehan
Rehan merebahkan kepalanya dikursi kerjanya, Rehan mengambil ponselnya yang ada dimeja kerjanya karena tadi Rehan lupa membawa ponselnya.
Rehan melihat panggilan masuk dari Ayu.
"Ayu menelpon!!"
Rehan langsung menekan no ponsel Ayu untuk segera menelponnya.
Rehan menelpon Ayu.
"Hallo sayang, maaf tadi sedang makan siang" ucap Rehan.
"Aku tidak mungkin jujur tadi aku makan siang dengan Rahel!! atau Ayu akan sangat marah padaku!!" guman Rehan dalam hati.
"Iya sayang tidak apa-apa!!" jawab Ayu.
"Ya sudah aku mulai kerja dulu ya, nanti kita sambung lagi!!" pamit Ayu dengan nada lembut.
"Baiklah sayang, semangat ya kerjanya!!" jawab Rehan dengan senang.
Rehan mematikan saluran teleponnya.
1 pesan dari Rahel.
Rehan nanti malam, kita jalan berdua ya!!
Balasan Rehan.
Maaf Rahel, aku tidak bisa!!!
Rahel membalas pesan Rehan.
Menyebalkan!!!!!
Rehan melihat pesan dari Rahel, namun Rehan tidak mau membalasnya lagi.
Diruang kerja Rahel.
"Tidak apa-apa, aku akan terus berusaha mendapatkanmu Rehan!!" guman Rahel dengan rasa penuh semangat.
Rahel merasa kesal, karena Rehan menolak ajakan jalannya.
Diruangan kerja Rehan.
Rehan kembali sibuk dengan kerjaannya dan sudah melupakan isi pesan dari Rahel.
"*Ayu lebih cantik darimu Rahel!!" guman Rehan.
**Dirumah Rian dan Via***.
Rian sedang menemani istrinya dikamar, karena Via sedang mabuk parah gara-gara kehamilannya yang masih muda.
"Sayang, apa kamu ingin makan sesuatu?" tanya Rian dengan penuh perhatian.
"Tidak sayang!! aku cuma mau istirahat sebentar saja!!" jawab Via.
Rian hanya tersenyum, sekarang Via hanya berbaring di atas ranjang sedangkan Rian sedang sibuk dengan laptopnya.
"Sayang, apa kamu sedang banyak kerjaan?" tanya Via tiba-tiba.
"Tidak Via!!" jawab Rian.
"Lalu, Kenapa kamu terus sibuk dengan laptopmu terus?" tanya Via.
Rian tersenyum pada Via.
"Aku hanya sedang belajar menjadi ayah yang baik buat anak kita nanti, melalui internet sayang!!" jawab Rian, dengan senyum manisnya.
Via hanya tersenyum merasa bahagia, karena suaminya diam-diam ternyata banyak belajar untuk menjadi seorang Ayah yang baik untuk anak mereka nanti.
"Semangat sayang!!" ucap Via, yang berusaha memberikan semangat pada suaminya untuk belajar menjadi Ayah yang baik untuk anaknya nanti.
Bersambung