Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
122. Kemurkaan Elina


Rama selesai sarapan dan segera berangkat ke kantornya.


"Kamu istirahat aja, jangan terlalu kecapean ya!! terus kalau ada apa-apa langsung telpon aku, aku juga tidak mau tau kamu harus makan atau aku akan memarahimu nanti!!" Ucap Rama dengan penuh ke bawelannya seperti biasanya.


"Siap komandan, kamu juga semangat kerjanya ya sayang" Jawab Ana sambil merapikan dasi suaminya.


Rama tersenyum dan mencium kening Ana sebelum berangkat ke kantor. Setelah Rama pergi Ana langsung pergi menuju ke taman dan kebetulan ditaman ada Mami sedang duduk sambil minum teh.


"Selamat pagi Mami" Ucap Ana pada Mami.


"Selamat pagi nak, duduklah" Jawab Mami sambil menarik tangan Ana untuk duduk.


"Mami sudah sarapan?" Tanya Ana ingin tau.


"Sudah, suamimu sudah berangkat kerja nak?" Tanya mami pada Ana.


"Sudah Mami" Jawab Ana dengan nada pelan.


Mami dan Ana asik mengobrol ditanam belakang rumah.


Dikantor Rama.


Elina tiba-tiba sudah duduk di kursi kerja Rama membuat Rama terkejut dan sangat kesal padanya.


"Mau apalagi kamu datang ke kantorku?" tanya Rama dengan nada agak keras.


"Pelankan suaramu Rama atau semua karyawanmu akan berpikir macam-macam" Jawab Elina dengan senyum liciknya.


"Aku hanya ingin menunjukkan foto-foto ini padamu dan foto ini akan aku kirimkan pada istrimu tersayang itu!!" Jawab Elina sambil menunjukkan foto-foto yang ambil waktu berlibur bersama disebuah pulau, foto tersebut menunjukkan Rama dan Elina sedang tidur satu ranjang tanpa b*sana difoto tersebut Rama memejamkan matanya dan Elina berada disamping Rama.


"Kapan kau mengambil foto itu? kamu ingat ya waktu berlibur biarpun kita satu hotel namun kamar aku dan kamu itu berbeda, aku yakin ini semua memang ulah kamu dasar wanita murahan" Ucap Rama sambil menyobek foto-foto tersebut.


"Iya aku memang sengaja mengambil foto-foto itu dan aku yang membuatmu tidur begitu pulas waktu itu. karena kamu tidak pernah mau mel*kukannya denganku" Jawab Elina dengan nada jahat, bagi Rama Elina yang sekarang bukanlah Elina yang dulu lagi sekarang Elina menjadi wanita jahat hanya karena ambisinya.


"Jika kamu mengirim foto-foto kotor itu pada Ana, awas saja kau" Ancam Rama pada Elina.


Elina langsung tersenyum penuh kelicikan karena ternyata foto-foto tersebut sudah dikirimkan pada Ana.


"Kamu telat sayangku!! foto-foto itu pasti akan segera diterima oleh istrimu tercinta" Jawab Elina penuh kemenangan.


"Elina kamu benar-benar jahat kamu mengirimkan foto-foto seperti itu pada istriku yang tidak tau apa-apa, dasar wanita murahan!!" Ucap Rama, Rama hampir menampar Elina namun Rama urungkan niatnya karena biar bagaimanapun Elina pernah menjadi wanita kesayangannya.


"Maaf sayangku, aku berbuat murka karena kamu tidak mau kembali padaku dan kamu lebih memilih gadis murahan itu" Jawab Elina sambil membelai pipi Rama dengan lembut.


Namun Rama langsung menepiskan tangan Elina untuk tidak menyentuhnya sedikitpun.


"Jangan pernah tangan kotormu ini menyentuhku lagi aku jijik pada dirimu dan dengerkan aku baik-baik jangan pernah menyalahkan Ana dalam hal ini, tapi kamulah yang salah kamu yang sudah pergi bersama laki-laki lain dan tinggal bersamanya. Kamu jangan lupa akan semua itu Elin" Ucap Rama dengan penuh ketegasan, sambil menarik tangan Elina dan mengusir Elina dari ruangan kerjanya.


Rama marah dan mengebrak meja kerjanya dengan tangannya.


*Apalagi sekarang, pasti ana akan salah paham lagi* Guman Rama dengan penuh kemarahan.


Bersambung